Benarkah Lamborghini Mudah Terbakar, Ini Jawabannya

Jum'at, 20 Januari 2023 - 14:24 WIB
loading...
Benarkah Lamborghini Mudah Terbakar, Ini Jawabannya
Penyebab Lamborghini mudah terbakar salah satunya adalah karena posisi mesin yang ada di bagian belakang. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Peristiwa Lamborghini Aventador yang mogok dan menimbulkan asap membuat banyak orang bertanya apakah mobil sport Italia itu mudah terbakar . Ini jawaban sebenarnya?

Peristiwa Lamborghini Aventador yang mogok dan menimbulkan asap itu diketahui terjadi pada Sabtu(14/1/2023) minggu lalu. Saat itu tiba-tiba saja Lamborghini Aventador berwarna kuning itu mogok dan mengeluarkan asap putih yang tebal.

Pemilik mobil sendiri langsung keluar dan berusaha menelpon pihak lain untuk minta bantuan. Posisinya yang berada di jalur busway membuat Lamborghini Aventador nahas itu langsung jadi pusat perhatian. Tidak terkecuali di dunia maya.

Banyak orang bingung kenapa mobil semahal Lamborghini Aventador justru bisa mogok dan mengeluarkan asap putih yang sangat tebal. Ada juga yang mengaitkannya dengan peristiwa lain yang juga pernah terjadi dengan mobil Lamborghini lainnya.

Misalnya mobil Lamborghini Aventador milik Raffi Ahmad yang pernah terbakar di kawasan Sentul, Jawa Barat beberapa tahun lalu. Begitu juga dengan Lamborghini Aventador warna merah yang terbakar di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jawa Timur pada 2019 lalu.

Baca juga : 9 Rekomendasi Motor Gede untuk Pemula yang Bakal Bikin Kamu Jago Berkendara

Benarkah Lamborghini Mudah Terbakar, Ini Jawabannya


Pertanyaannya kenapa semuanya melibatkan mobil sport Lamborghini?

Rifat Sungkar, Wakil Ketua Ikatan Mobil Indonesia (IMI) dan juga praktisi keselamatan berkendara mengatakan ada dua penyebab mobil terbakar jika dilihat dari posisi mesin. Untuk mobil-mobil dengan mesin di depan, umumnya terjadi karena faktor kelistrikan.

Biasanya yang terjadi pada mobil yang mesinnya di depan adalah ketika mobil itu pernah sekali atau dua kali melintasi genangan air, dan itu biasanya masalah tidak kelihatan. Contohnya ada mobil yang ECU-nya di bawah lantai mobil dan ada mobil yang air intake-nya di bawah bumper, jadi masalah kelistrikan bisa jadi pemicunya," kata Rifat Sungkar.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1909 seconds (11.252#12.26)