Indonesia Terkesan Bimbang antara Mobil Hybrid dan Listrik, Ini Jawabannya

Selasa, 21 Februari 2023 - 08:30 WIB
loading...
Indonesia Terkesan Bimbang...
Presiden Jokowi saat melihat mobil listrik MG 4 EV yang ditampilkan di ajang IIMS 2023. Foto/DOK. MG Indonesia.
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia sudah jauh-jauh hari ingin melakukan akselerasi kendaraan listrik . Hal itu bahkan langsung tertuang dalam Perpress Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Masalahnya pelaku industri otomotif Indonesia justru seakan tarik ulur mengenai kebijakan tersebut. Sebagian pabrikan otomotif di Tanah Air sudah ada yang mengeksekusi keinginan tersebut dengan menghadirkan mobil listrik di dalam negeri. Bahkan ada yang memproduksinya langsung di Indonesia.

Hanya saja ada pabrikan otomotif lain yang justru terkesan enggan bermain mobil listrik. Mereka justru lebih memilih untuk mengembangkan model elektrifikasi lainnya yakni hibrid . Lalu bagaimana tanggapan pemerintah mengenai kondisi itu?

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier saat diskusi yang digelar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) yang bertajuk "Net Zero Carbon, Tantangan dan Peluang Akselerasi Pasar Otomotif Indonesia" di arena IIMS 2023, JIExpo, Kemayoran mengatakan pemerintah justru sejalan dengan pelaku industri otomotif di Indonesia.



Indonesia Terkesan Bimbang antara Mobil Hybrid dan Listrik, Ini Jawabannya


Menurutnya pemerintah tidak membatasi pilihan teknologi elektrifikasi yang diambil oleh pelaku industri otomotif Tanah Air. Mereka bisa memilih apa yang terbaik buat mereka.

"Kami tidak bicarakan teknologi yang akan dipakai harus seperti apa yang penting beban subisidi berkurang, emisi juga berkurang," terang Taufiek Bawazier.

Dia mencontohkan mobil hybrid juga termasuk mobil listrik karena memang menggunakan baterai. Selain itu mobil hybrid juga masih bisa mengurangi emisi sebesar 5 persen.




Jadi memang tidak ada upaya yang memastikan semua pelaku industri harus membuat mobil listrik.

"Itu tidak bagus juga untuk kebijakan nasionalnya. Jangan sampai ada sesuatu malah bikin gaduh. Yang penting adalah emisi CO2 berkurang dan subsidi BBM berkurang," tegasnya.

Dia juga mengatakan kebijakan elektrifikasi itu bukan berarti harus membendung industri otomotif yang ada saat ini. Terutama produksi mobil konvensional yakni mobil dengan mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE).

"Kita tidak bisa membendung ICE, karena ICE kasih revenue besar ke negara. Ekspornya sampai 67 persen sekitar surplus USD6,1 miliar yakni ekspor CBU dari Indonesia," jelasnya.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Porsche Luncurkan Proyek...
Porsche Luncurkan Proyek Percontohan Daur Ulang Baterai Tegangan Tinggi
Tantangan Produsen Mobil...
Tantangan Produsen Mobil Listrik China di Asia Tenggara: Realitas vs. Ambisi
Pabrik Hyundai di Georgia...
Pabrik Hyundai di Georgia Siap Produksi Ioniq 9 Tepat Waktu
China Siap Aliri Energi...
China Siap Aliri Energi dari Luar Angkasa ke Mobil Listrik
Jeremy Clarkson Yakin...
Jeremy Clarkson Yakin Bisa Kalahkan Elon Musk Soal Ulasan Buruk Tesla
BYD Luncurkan SUV Plug-In...
BYD Luncurkan SUV Plug-In Hybrid Denza N9 di China
Mobil Jepang Dominan:...
Mobil Jepang Dominan: Ini Dia Daftar Mobil Paling Andal 2025 Versi J.D. Power!
Honda Luncurkan Modul...
Honda Luncurkan Modul Sel Bahan Bakar Generasi Terbaru
Pabrikan China Siap...
Pabrikan China Siap Bantu Indonesia Bikin Mobil Nasional
Rekomendasi
Tarif Trump Tambah Tekanan...
Tarif Trump Tambah Tekanan pada Ekonomi Dunia yang Sedang Sakit
Biodata dan Agama Jermall...
Biodata dan Agama Jermall Charlo Petinju Tak Terkalahkan Comeback Kejar Juara Dunia 3 Divisi
Trump Umumkan Tarif...
Trump Umumkan Tarif Impor, Bursa Asia Gonjang-Ganjing
Teknologi Penerjemah...
Teknologi Penerjemah AI DeepSeek Bantu Misi Penyelamatan di Myanmar
Ini Jadwal Puasa Ayyamul...
Ini Jadwal Puasa Ayyamul Bidh April 2025, Apa Boleh Digabung dengan Puasa Syawal?
Tak Hanya pada Indonesia,...
Tak Hanya pada Indonesia, Trump Terapkan Tarif untuk Israel dalam Perang Dagang Global
Berita Terkini
Aksi Anti Tesla Meluas,...
Aksi Anti Tesla Meluas, Keamanan Pemilik dan Karyawan Semakin Terancam
1 jam yang lalu
BMW F 450 GS Concept...
BMW F 450 GS Concept Mulai Dibedah sebelum Dijual Bebas
2 jam yang lalu
Porsche Luncurkan Proyek...
Porsche Luncurkan Proyek Percontohan Daur Ulang Baterai Tegangan Tinggi
4 jam yang lalu
Seragam Baru Teknisi...
Seragam Baru Teknisi Suzuki: Bukan Sekadar Ganti Baju, Tapi Revolusi Layanan Purna Jual!
21 jam yang lalu
Elon Musk Minta Dalang...
Elon Musk Minta Dalang Pengrusakan Dealer Tesla Ditangkap, Sebut Aksi Protes Sebagai Terorisme Domestik Skala Luas!
1 hari yang lalu
Protes Anti-Elon Musk...
Protes Anti-Elon Musk Mengguncang Dealer Tesla di Seluruh Dunia!
1 hari yang lalu
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved