IESR Targetkan Tahun 2030 Penggunaan Motor Listrik Capai 65 Persen
Sabtu, 25 Februari 2023 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
“Harusnya kita jadi produsen, bahkan bisa ekspor. Pasar baru, jadi belum ada yang mendominasi. Sehingga siapa yang masuk cepat, dia bisa mendapatkan pasar,” kata Fabby.
Dia menambahkan, saat ini pemerintah Indonesia memang sedang mengembangkan industri listrik terintegrasi dari hulu ke hilir. Upstream-nya adalah produksi mineral, midstream-nya pembuatan baterai, dan di hilir pembuatan motor.
“Jadi ekosistemnya sedang dibangun. Kalau ini sudah terbentuk, kita lihat pada 2024-2025 sudah produksi. Kalau industri sudah terbentuk, pengguna di hilir bisa lebih cepat lagi,” ujarnya.
Baca juga; Yamaha Berniat Pilih India Kembangkan Motor Listrik
Berdasarkan perhitungan Fabby, jika ingin tercapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, maka pada tahun 2030 distribusi kendaraan listrik, termasuk motor listrik, sebesar 65%. Penggunaan motor listrik dapat mempercepat transformasi industri otomotif, mendukung ketahanan energi, serta penurunan emisi gas rumah kaca.
Dia menambahkan, saat ini pemerintah Indonesia memang sedang mengembangkan industri listrik terintegrasi dari hulu ke hilir. Upstream-nya adalah produksi mineral, midstream-nya pembuatan baterai, dan di hilir pembuatan motor.
“Jadi ekosistemnya sedang dibangun. Kalau ini sudah terbentuk, kita lihat pada 2024-2025 sudah produksi. Kalau industri sudah terbentuk, pengguna di hilir bisa lebih cepat lagi,” ujarnya.
Baca juga; Yamaha Berniat Pilih India Kembangkan Motor Listrik
Berdasarkan perhitungan Fabby, jika ingin tercapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, maka pada tahun 2030 distribusi kendaraan listrik, termasuk motor listrik, sebesar 65%. Penggunaan motor listrik dapat mempercepat transformasi industri otomotif, mendukung ketahanan energi, serta penurunan emisi gas rumah kaca.
(wib)
Lihat Juga :