Membedah Arti Nama Klub Motor Belasting Rijder Ditjen Pajak yang Bikin Sri Mulyani Murka
Minggu, 26 Februari 2023 - 20:48 WIB
loading...
A
A
A
Dari situlah pada 16 Juni 1908 timbul perlawanan yang dipimpin oleh Siti Manggopoh dan suaminya Rasyid Bagindo. Dalam serangan yang dia pimpin sebanyak 53 dari 55 tentara Hindia Belanda tewas. Padahal saat itu mereka hanya bermodalkan parang.
“Setapak takkan mundur, selangkah takkan kembali,” tulis Mulyono Atmosiswartoputra saat menggambarkan semangat Siti Manggopoh.
Peristiwa tersebut membuat pemerintah Hindia Belanda marah besar. Mereka langsung melakukan serangan balasan ke wilayah Manggopo, Sumatera Barat. Wilayah yang sekarang masuk daerah Kabupaten Agam itu langsung dibumihanguskan.
Warganya juga disiksa agar buka suara soal keberadaan Siti Manggopoh yang memang menjalankan perang gerilya. Tidak tahan melihat saudara-saudaranya terus menderita, Siti Manggopoh akhirnya menyerahkan diri dengan syarat tak ada lagi warga Manggopoh yang disakiti.
Dalam buku Siti Manggopoh yang ditulis Abel Tasman disebutkan Siti Manggopoh akhirnya dipenjara dan suaminya Rasyid Bagindo dibuang ke Manado. Saat persidangan Siti Manggopoh ditanya apakah menyesal karena melawan Belanda. "Saya menyesal karena tidak semua Belanda ada di markas itu terbunuh," ujar Siti Manggopoh.
Kelamnya kata Belasting buat masyarakat Sumatra Barat memang ada alasannya. Jadi wajar saja jika pemilihan kata Belasting sebagai nama klub motor di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sangat tidak peka.
(wsb)
Lihat Juga :