4 Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Event Motor Trail Viral di Ranca Upas
Rabu, 08 Maret 2023 - 18:38 WIB
loading...
A
A
A
”Saya di Tambora kemarin tidak boleh melintas savana Tambora. Padahal, saat survei boleh. Akhirnya jalur kita rubah. Untuk menghormati tugas masing-masing,” ujarnya.
“Sangat sulit mengatur rider yang terlalu banyak. Di event saya kemaren dibatasi hanya 67 rider saja. Padahal yang mendaftar jauh lebih banyak,” ungkap Kadek.
”Seharusnya saat bermain adventure (peserta) sudah tau risikonya. Jangan terlalu berharap pada panitia. Masih untung ada masyarakat atau warung. Jika lintasan rusak dan tidak bisa keluar, ya tinggal mundur saja. Sepertinya banyak peserta yang tidak memahami permainan trail adventure yang juga butuh kesiapan diri,” kata pria yang akrab disapa Gareng itu.
BACA JUGA: Acara Trail di Ranca Upas, Komunitas: Hobi Trabas Jangan Sampai Merusak Alam
Hal serupa juga disoroti Gareng terkait aksi pembakaran motor di event di Ranca Upas. ”Anak trail itu seharusnya membawa prinsip terhormat. Karena emosinya sudah matang. Mereka yang terbakar emosi, tidak akan bisa bermain di dalam hutan. Karena itu jaga diri dan jaga emosi. Permainan trabas itu seharus menyenangkan, untuk senang-senang dan healing,”ungkapGareng.
2. Batasi Jumlah Peserta
Jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 2.500 rider di event offroad Ranca Upas disebut sebagai salah satu penyebab kekacauan di acara. Menurut Kadek, idealnya panitia tetap harus membatasi jumlah peserta.“Sangat sulit mengatur rider yang terlalu banyak. Di event saya kemaren dibatasi hanya 67 rider saja. Padahal yang mendaftar jauh lebih banyak,” ungkap Kadek.
3. Kesiapan Peserta
Sejumlah peserta event offroad Ranca Upas mengeluh soal minimnya marshal, evakuasi, jalur yang rusak, serta makanan yang telat datang. Namun, pehobi motor trail sekaligus pendiri komunitas Serigala Rider Wisnu Guntoro Adi justru menyebut bahwa hal-hal tersebut seharusnya tidak perlu dikeluhkan/diprotes.”Seharusnya saat bermain adventure (peserta) sudah tau risikonya. Jangan terlalu berharap pada panitia. Masih untung ada masyarakat atau warung. Jika lintasan rusak dan tidak bisa keluar, ya tinggal mundur saja. Sepertinya banyak peserta yang tidak memahami permainan trail adventure yang juga butuh kesiapan diri,” kata pria yang akrab disapa Gareng itu.
BACA JUGA: Acara Trail di Ranca Upas, Komunitas: Hobi Trabas Jangan Sampai Merusak Alam
4. Menjaga Marwah Adventure
Tingginya minat terhadap motor trail menunjukkan banyak rider yang baru menekuni hobi ini. Kadek sendiri mengkritisi semakin berkurangnya marwah adventure. ”Saya lihat banyak rider yang melihat temannya nyangkut (di lumpur) tapi diam saja dan tidak mau membantu. Padahal, bermain motor trail sama seperti pendaki gunung. Tidak hanya menikmati alam, tapi juga harus saling bantu antar teman,” katanya.Hal serupa juga disoroti Gareng terkait aksi pembakaran motor di event di Ranca Upas. ”Anak trail itu seharusnya membawa prinsip terhormat. Karena emosinya sudah matang. Mereka yang terbakar emosi, tidak akan bisa bermain di dalam hutan. Karena itu jaga diri dan jaga emosi. Permainan trabas itu seharus menyenangkan, untuk senang-senang dan healing,”ungkapGareng.
(dan)
Lihat Juga :