Pencetus Sistem Rem ABS, Ciptakan Alat Menghindari COVID-19
Senin, 20 Juli 2020 - 00:03 WIB
loading...
Mario Palazetti. FOTO/ IST
A
A
A
NEW YORK - Mario Palazetti yang menciptakan sistem rem ABS sistem rem yang membantu mengurangi kecelakaan fatal di Pusat Penelitian Fiat ini digunakan pada kendaraan di pasar. Kini pria 84 tahun, ia kembali dengan desain untuk membatasi penyebaran virus COVID-19. BACA JUGA - Ikuti sang Kakak, Marquez Ketangkap Basah Naik NMax
Perangkat ini dengan ukuran ketel listrik menghasilkan arus udara yang bertujuan menghentikan sirkulasi tetesan kecil sementara orang berbicara sehingga berpotensi mencegah penyebaran infeksi coronavirus. BACA JUGA- Petisi Perjuangan Kembalikan Palestina ke Maps 'Pecah'
"Kami menyebut perangkat ini sebagai Biostopper. Perangkat ini digunakan untuk menghasilkan bidang aerodinamis, ketika seseorang berbicara dan melepaskan udara saat bernafas, itu akan kembali ke individu, "jelasnya. (Baca: PSBB Proporsional di Bodebek Resmi Diperpanjang)
Palazzetti mulai mengembangkan perangkat Biostopper dua bulan lalu, ia berharap dapat membantu mengatasi masalah penahanan sosial di sekolah, kantor, bar dan restoran. Pandemi COVID-19 telah merenggut nyawa sekitar 548.000 orang di seluruh dunia.
Dia saat ini bekerja dengan tim di Politecnico di Torino (University of Turin) untuk meningkatkan dan menguji produk.
Perangkat ini dengan ukuran ketel listrik menghasilkan arus udara yang bertujuan menghentikan sirkulasi tetesan kecil sementara orang berbicara sehingga berpotensi mencegah penyebaran infeksi coronavirus. BACA JUGA- Petisi Perjuangan Kembalikan Palestina ke Maps 'Pecah'
"Kami menyebut perangkat ini sebagai Biostopper. Perangkat ini digunakan untuk menghasilkan bidang aerodinamis, ketika seseorang berbicara dan melepaskan udara saat bernafas, itu akan kembali ke individu, "jelasnya. (Baca: PSBB Proporsional di Bodebek Resmi Diperpanjang)
Palazzetti mulai mengembangkan perangkat Biostopper dua bulan lalu, ia berharap dapat membantu mengatasi masalah penahanan sosial di sekolah, kantor, bar dan restoran. Pandemi COVID-19 telah merenggut nyawa sekitar 548.000 orang di seluruh dunia.
Dia saat ini bekerja dengan tim di Politecnico di Torino (University of Turin) untuk meningkatkan dan menguji produk.
Lihat Juga :