Grab Siapkan Produk Investasi Mikro dan Pinjaman Daring bagi Konsumen
Rabu, 05 Agustus 2020 - 15:20 WIB
loading...
Berdiri pada 2018, Grab Financial Group adalah jasa keuangan dari raksasa ride-hailing Grab. Serangkaian produk layanan keuangan baru yang disiapkan Grab adalah investasi mikro, pinjaman, asuransi kesehatan, dan program bayar nanti. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Grab baru saja mengumumkan serangkaian produk layanan keuangan baru, termasuk investasi mikro, pinjaman, asuransi kesehatan, dan program bayar nanti.Baca Juga: Data-data Ini Mengindikasikan Ekonomi RI Hanya Mampu Tumbuh Minus
Platform yang berbasis di Singapura ini memulai usahanya pada 2012 sebagai perusahaan transportasi, kemudian berkembang menjadi pengiriman barang dan layanan lainnya.Baca Juga: Ekonomi RI Diramal Minus 4-6%, Pengusaha: Jangan Sampai Resesi!
Pada Februari lalu, Grab mengumumkan telah menyediakan dana sebesar USD856 juta atau setara Rp12,6 triliun untuk mempercepat pengembangan layanan pembayaran dan keuangannya.
“Fokus kami adalah memberikan produk yang bermanfaat bagi konsumen. Menurut kami profit dan layanan jangka panjang akan mengikutinya,” kata kata Senior Managing Director Grab Financial Group, Reuben Lai, dikutip dari TechCrunch, Rabu (5/8/2020).
Berdiri pada 2018, Grab Financial Group adalah jasa keuangan dari raksasa ride-hailing Grab. Selama ini, layanan keuangan Grab fokus ditunjukkan pada pengemudi dan penjual yang menggunakan platform miliknya.
Kini produk baru dari Grab Financial Group ditunjukkan bagi konsumen, seperti layanan fasilitas kesehatan. Produk tersebut bakal diluncurkan di Indonesia.
Produk investasi mikro bernama AutoInvest lahir setelah Grab Financial mengakuisisi startup Bento Invest. Chandrima Das, pendiri Bento yang sekarang menjabat sebagai Kepala GrabInvest, menjelaskan, investasi mikro yang ditawarkan dapat diakses melalui dompet digital Grab.
Dengan layanan ini, pengguna bisa berinvestasi setidaknya SGD1 per transaksi pada aplikasi Grab, yang akan dikelola oleh Fullerton Fund Management dan UOB Asset Management, dengan potensi return sekitar 1,8% per tahun.
Platform yang berbasis di Singapura ini memulai usahanya pada 2012 sebagai perusahaan transportasi, kemudian berkembang menjadi pengiriman barang dan layanan lainnya.Baca Juga: Ekonomi RI Diramal Minus 4-6%, Pengusaha: Jangan Sampai Resesi!
Pada Februari lalu, Grab mengumumkan telah menyediakan dana sebesar USD856 juta atau setara Rp12,6 triliun untuk mempercepat pengembangan layanan pembayaran dan keuangannya.
“Fokus kami adalah memberikan produk yang bermanfaat bagi konsumen. Menurut kami profit dan layanan jangka panjang akan mengikutinya,” kata kata Senior Managing Director Grab Financial Group, Reuben Lai, dikutip dari TechCrunch, Rabu (5/8/2020).
Berdiri pada 2018, Grab Financial Group adalah jasa keuangan dari raksasa ride-hailing Grab. Selama ini, layanan keuangan Grab fokus ditunjukkan pada pengemudi dan penjual yang menggunakan platform miliknya.
Kini produk baru dari Grab Financial Group ditunjukkan bagi konsumen, seperti layanan fasilitas kesehatan. Produk tersebut bakal diluncurkan di Indonesia.
Produk investasi mikro bernama AutoInvest lahir setelah Grab Financial mengakuisisi startup Bento Invest. Chandrima Das, pendiri Bento yang sekarang menjabat sebagai Kepala GrabInvest, menjelaskan, investasi mikro yang ditawarkan dapat diakses melalui dompet digital Grab.
Dengan layanan ini, pengguna bisa berinvestasi setidaknya SGD1 per transaksi pada aplikasi Grab, yang akan dikelola oleh Fullerton Fund Management dan UOB Asset Management, dengan potensi return sekitar 1,8% per tahun.
Lihat Juga :