Pemerintah Dorong Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia
Selasa, 21 November 2023 - 16:37 WIB
loading...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah mendorong industri baterai di dalam negeri. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah mendorong industri baterai di dalam negeri. Hal ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam eksosistem kendaraan listrik dunia.
Diketahui Indonesia memiliki salah satu bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik , yakni nikel. Untuk itu, Arifin ingin Indonesia bergerak cepat dalam mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik demi memenuhi kebutuhan di masa depan.
“Selain Indonesia, dunia juga berlomba-lomba untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik,” kata Arifin dalam sambutannya di acara Electric Vehicle (EV) & Battery Conference di Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023).
Baca juga; Sinergi Mengembangkan Industri Baterai Kendaraan Listrik
“Oleh sebab itu, kebutuhan baterai di seluruh dunia semakin meningkat. Diperkirakan kebutuhan baterai dunia meningkat 2.400 gWh dari 2023-2030, sedangkan kebutuhan di Indonesia sebesar 108 gWh,” sambungnya.
Arifin mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik, diperlukan kemampuan untuk memproduksi komponen pendukung lainnya. Menurut dia, perlu untuk memastikan seluruh komponen tersebut tersedia di Indonesia.
“Pendukung ekosistem baterai EV lainnya, adalah anoda, separator, elektor, elektronik, dan safe housing, di samping komponen utama EV, yaitu charger dan inverter. Salah satu bahan baku utama baterai adalah nikel. Selain itu ada grafit, aluminium, baja, tembaga, mangan, kobalt, lithium, dan besi,” ujarnya.
Diketahui Indonesia memiliki salah satu bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik , yakni nikel. Untuk itu, Arifin ingin Indonesia bergerak cepat dalam mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik demi memenuhi kebutuhan di masa depan.
“Selain Indonesia, dunia juga berlomba-lomba untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik,” kata Arifin dalam sambutannya di acara Electric Vehicle (EV) & Battery Conference di Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023).
Baca juga; Sinergi Mengembangkan Industri Baterai Kendaraan Listrik
“Oleh sebab itu, kebutuhan baterai di seluruh dunia semakin meningkat. Diperkirakan kebutuhan baterai dunia meningkat 2.400 gWh dari 2023-2030, sedangkan kebutuhan di Indonesia sebesar 108 gWh,” sambungnya.
Arifin mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan baterai kendaraan listrik, diperlukan kemampuan untuk memproduksi komponen pendukung lainnya. Menurut dia, perlu untuk memastikan seluruh komponen tersebut tersedia di Indonesia.
“Pendukung ekosistem baterai EV lainnya, adalah anoda, separator, elektor, elektronik, dan safe housing, di samping komponen utama EV, yaitu charger dan inverter. Salah satu bahan baku utama baterai adalah nikel. Selain itu ada grafit, aluminium, baja, tembaga, mangan, kobalt, lithium, dan besi,” ujarnya.
Lihat Juga :