Pemerintah Dorong Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia
Selasa, 21 November 2023 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun memiliki kandungan nikel terbesar di dunia, Arifin mengatakan bahwa sumber daya alam tersebut masuk dalam daftar mineral kritis. Artinya, negara harus menjaga ketersediaan material tersebut dan digunakan semaksimal mungkin.
Baca juga; Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp15,6 Triliun
“Mineral kritis antara lain besi, nikel, timah, tembaga, dan lain-lain. yang menjadi tantangan utama setelah mineral krisis adalah bagaimana menyusun bersama rencana strategis dari mineral krisis ini,” ucapnya.
Saat ini sejumlah pabrik baterai sudah mulai di bangun di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan di dalam dan luar negeri. Salah satu yang progres pembangunan berjalan sesuai rencana adalah pabrik baterai milik Hyundai.
Pabrik tersebut rencananya akan beroperasi pada April 2024, dengan kapasitas produksi yang bisa menyokong hingga 150 ribu unit mobil listrik.
Baca juga; Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp15,6 Triliun
“Mineral kritis antara lain besi, nikel, timah, tembaga, dan lain-lain. yang menjadi tantangan utama setelah mineral krisis adalah bagaimana menyusun bersama rencana strategis dari mineral krisis ini,” ucapnya.
Saat ini sejumlah pabrik baterai sudah mulai di bangun di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan di dalam dan luar negeri. Salah satu yang progres pembangunan berjalan sesuai rencana adalah pabrik baterai milik Hyundai.
Pabrik tersebut rencananya akan beroperasi pada April 2024, dengan kapasitas produksi yang bisa menyokong hingga 150 ribu unit mobil listrik.
(wib)
Lihat Juga :