Belum Dapat Insentif, Harga Wuling BinguoEV Bisa Lebih Murah

Selasa, 19 Desember 2023 - 08:46 WIB
loading...
Belum Dapat Insentif,...
Wuling BinguoEV dipasarkan di harga Rp350 juta-Rp400 jutaan, tapi harga bisa lebih murah setelah mendapat insentif. Foto: Wuling Indonesia
A A A
JAKARTA - Wuling Motors baru saja merilis mobil listrik kedua mereka di Indonesia, BinguoEV. Kendaraan ramah lingkungan ini ditawarkan dalam dua varian, yakni Long Range dan Premium Range.

Soal harga, Wuling BinguoEV tipe Longe Range atau berjarak 333 km dibanderol Rp358 juta.

Sedangkan varian Premium Range atau dengan jarak tempuh 410 km dijual dengan harga Rp408 juta. Seluruh harga berstatus on the road (OTR) Jakarta.
Namun harga tersebut bisa berubah, karena belum termasuk insentif berupa potongan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) 10 persen. Itu akan terjadi dalam waktu dekat, mengingat Wuling sedang memproses BinguoEV untuk memenuhi nilai TKDN minimal 40 persen.

“Harga yang kita umumkan belum termasuk insentif dari pemerintah. Jadi nantinya bisa lebih murah dari ini,” kata Dian Asmahani, Brand & Marketing Director Wuling Motors, di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dian mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang berusaha memenuhi syarat TKDN minimal 40 persen. Namun, ia belum bisa mengungkapkan secara detail kapan hal tersebut akan terealisasi.

“Saya belum bisa bicara detail seperti apa. Yang jelas komitmen kami ke arah sana (memenuhi TKDN 40 persen). Binguo pun sudah diproduksi di Indonesia, dan kita komitmen memenuhi TKDN,” ujarnya.

Sekadar informasi, Wuling BinguoEV dijual jauh lebih mahal dibandingkan di negara asalnya, China. Di mana mobil listrik dengan nama Bingo ini dibanderol 59.800 yuan atau sekitar Rp130 jutaan.

Mengenai hal tersebut, Dian mengungkapkan alasan mengapa harganya bisa lebih mahal saat masuk Indonesia. Hal tersebut terjadi karena ada perbedaan regulasi antara Indonesia dan China.



"Ada perbedaan regulasi dari pemerintahnya, jadi beda. Kemudian di sana bayangkan, penjualannya 150 ribu unit dalam 5 bulan. Jadi economic of scale berbeda. Kemudian beberapa aturan pemerintah juga berbeda,” jelasnya.

“Yang jelas economic of scale itu yang menjadi alasan utama. Kalau kita lihat sebenarnya 24 juta lebih market mobil gitu, jadi ya pasti ada biaya R&D yang bisa diserap sebegitu banyak volume,”pungkasDian.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CEO XPENG: Mobil Terbang...
CEO XPENG: Mobil Terbang Akan Lebih Banyak Dibeli Dibandingkan Kendaraan Listrik
Porsche Luncurkan Proyek...
Porsche Luncurkan Proyek Percontohan Daur Ulang Baterai Tegangan Tinggi
Tantangan Produsen Mobil...
Tantangan Produsen Mobil Listrik China di Asia Tenggara: Realitas vs. Ambisi
Pabrik Hyundai di Georgia...
Pabrik Hyundai di Georgia Siap Produksi Ioniq 9 Tepat Waktu
Skywell Hadirkan Mobil...
Skywell Hadirkan Mobil Listrik China Pertama di Inggris
China Siap Aliri Energi...
China Siap Aliri Energi dari Luar Angkasa ke Mobil Listrik
Teknologi AION Y Plus,...
Teknologi AION Y Plus, Mudik Pakai Mobil Listrik Tidak Takut Kehabisan Daya
Huawei Siap Luncurkan...
Huawei Siap Luncurkan Mobil Listrik Habis Lebaran 2025
Jeremy Clarkson Yakin...
Jeremy Clarkson Yakin Bisa Kalahkan Elon Musk Soal Ulasan Buruk Tesla
Rekomendasi
Gubernur Rudy Mas’ud...
Gubernur Rudy Mas’ud Berbagi Kebahagiaan Bersama Rakyat Kaltim
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
Aksi Solidaritas Jurnalis...
Aksi Solidaritas Jurnalis Kalimantan Selatan untuk Juwita
5 Kosakata Bahasa Indonesia...
5 Kosakata Bahasa Indonesia yang Penulisannya Sering Salah
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
Kabaharkam Polri Imbau...
Kabaharkam Polri Imbau Pemudik di Bakauheni Waspada di Perjalanan
Berita Terkini
Harga Mobil dan Motor...
Harga Mobil dan Motor Bakal Gila-gilaan Akibat Tarif Baru Donald Trump
1 jam yang lalu
CEO XPENG: Mobil Terbang...
CEO XPENG: Mobil Terbang Akan Lebih Banyak Dibeli Dibandingkan Kendaraan Listrik
2 jam yang lalu
Honda Bocorkan Interior...
Honda Bocorkan Interior Prototipe Prelude, Ini Isi Dalamannya
4 jam yang lalu
Audi Kenalkan Supercar...
Audi Kenalkan Supercar Bermesi Diesel, Segini Tenaganya
7 jam yang lalu
AS Umumkan Tarif Baru...
AS Umumkan Tarif Baru Mobil Buatan Luar Negeri Termasuk Indonesia
10 jam yang lalu
Aksi Anti Tesla Meluas,...
Aksi Anti Tesla Meluas, Keamanan Pemilik dan Karyawan Semakin Terancam
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan NATO Bisa Runtuh...
4 Alasan NATO Bisa Runtuh Seperti Balon yang Bocor
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved