Infrastruktur SPKLU Semakin Kuat, Populasi Mobil Listrik Melesat
Sabtu, 30 Desember 2023 - 21:52 WIB
loading...
A
A
A
Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, ada 50 EV Charger yang tersebar di 34 lokasi SPKLU. Sedangkan di Jawa Timur, disiapkan 62 unit EV Charger di 34 lokasi SPKLU.
PLN juga menyiapkan EV Charger di luar Jawa. Ada 63 EV Charger di 29 lokasi SPKLU di Bali. Untuk wilayah Sumatera terdapat 62 unit EV Charger di 51 lokasi SPKLU, Si Kalimantan PLN menyediakan 37 unit EV Charger di 32 lokasi SPKLU, Sedangkan Sulawesi terdapat 27 unit EV Charger di 18 lokasi SPKLU.
Di kawasan Indonesia Timur, wilayah Nusa Tenggara disediakan 25 EV Charger yang tersebar di 16 lokasi SPKLU . Sedangkan wilayah Maluku dan Papua disediakan 9!unit EV Charger di 8 lokasi SPKLU.
“Masyarakat yang ingin liburan dengan kendaraan listrik tak perlu khawatir kehabisan baterai. Tersedia ratusan SPKLU dan petugas yang siaga dan siap memberikan layanan terbaik,” ungkap Darmawan.
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan, ketersediaan SPKLU membuat populasi mobil listrik terus melonjak. “Tahun lalu hanya 10 ribu unit, sekarang sudah 20 ribu-an unit,”ungkapnya.
Selain SPKLU, layanan infrastruktur home charging yang dihadirkan PLN dinilai mampu mengakselerasi ekosistem mobil listrik. “Karena untuk mobil listrik berukuran kecil cukup home charging,”paparnya. Kukuh pun menyarankan pemilik mobil listrik membuat sambungan listrik terpisah, agar pengisian berjalan optimal. “Kebanyakan pemilik mobil isi baterai malam hari. Nah, bisa minta ke PLN untuk pasang sambungan baru di rumah,”sebutnya.
Baca Juga: Pemain Mobil Listrik Terus Bertambah, Voltron Siap Bangun 1.000 SPKLU di 2024
Sedangkan Kepala Laboratorium Riset Konversi Energi Listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi menilai, ekosistem EV yang semakin maju bisa mengakselerasi target pencapaian nol emisi pemerintah. Dengan semakin banyak SPKLU yang dikembangkan PLN, minat untuk menggunakan kendaraan listrik akan meningkat. Tak hanya perorangan saja namun juga terbuka peluang di sektor lainnya. “Misalnya logistik, bisa menggunakan truk listrik seperti yang sudah dilakukan di negara lain,”ungkapnya.
Dengan demikian, lanjut dia, selain mengurangi emisi, juga akan menghadirkan penghematan dari impor energi sehingga mengurangi beban subsidi yang harus diberikan oleh pemerintah.
Kedepan, Agus menyarankan agar PLN gencar melakukan kolaborasi dengan pabrikan mobil dalam menyediakan infrastruktur pengisian daya mobil listrik. “Bisa dengan skema bundling. Contohnya, masyarakat yang membeli mobil listrik otomatis akan mendapatkan pemasangan sambungan baru. Sehingga tak perlu repot mengurus sendiri. Hal itu berpotensi mendorong minat masyarakat untuk beralih ke mobil listrik, karena semua serba mudah,”tutupnya.
PLN juga menyiapkan EV Charger di luar Jawa. Ada 63 EV Charger di 29 lokasi SPKLU di Bali. Untuk wilayah Sumatera terdapat 62 unit EV Charger di 51 lokasi SPKLU, Si Kalimantan PLN menyediakan 37 unit EV Charger di 32 lokasi SPKLU, Sedangkan Sulawesi terdapat 27 unit EV Charger di 18 lokasi SPKLU.
Di kawasan Indonesia Timur, wilayah Nusa Tenggara disediakan 25 EV Charger yang tersebar di 16 lokasi SPKLU . Sedangkan wilayah Maluku dan Papua disediakan 9!unit EV Charger di 8 lokasi SPKLU.
“Masyarakat yang ingin liburan dengan kendaraan listrik tak perlu khawatir kehabisan baterai. Tersedia ratusan SPKLU dan petugas yang siaga dan siap memberikan layanan terbaik,” ungkap Darmawan.
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan, ketersediaan SPKLU membuat populasi mobil listrik terus melonjak. “Tahun lalu hanya 10 ribu unit, sekarang sudah 20 ribu-an unit,”ungkapnya.
Selain SPKLU, layanan infrastruktur home charging yang dihadirkan PLN dinilai mampu mengakselerasi ekosistem mobil listrik. “Karena untuk mobil listrik berukuran kecil cukup home charging,”paparnya. Kukuh pun menyarankan pemilik mobil listrik membuat sambungan listrik terpisah, agar pengisian berjalan optimal. “Kebanyakan pemilik mobil isi baterai malam hari. Nah, bisa minta ke PLN untuk pasang sambungan baru di rumah,”sebutnya.
Baca Juga: Pemain Mobil Listrik Terus Bertambah, Voltron Siap Bangun 1.000 SPKLU di 2024
Sedangkan Kepala Laboratorium Riset Konversi Energi Listrik Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi menilai, ekosistem EV yang semakin maju bisa mengakselerasi target pencapaian nol emisi pemerintah. Dengan semakin banyak SPKLU yang dikembangkan PLN, minat untuk menggunakan kendaraan listrik akan meningkat. Tak hanya perorangan saja namun juga terbuka peluang di sektor lainnya. “Misalnya logistik, bisa menggunakan truk listrik seperti yang sudah dilakukan di negara lain,”ungkapnya.
Dengan demikian, lanjut dia, selain mengurangi emisi, juga akan menghadirkan penghematan dari impor energi sehingga mengurangi beban subsidi yang harus diberikan oleh pemerintah.
Kedepan, Agus menyarankan agar PLN gencar melakukan kolaborasi dengan pabrikan mobil dalam menyediakan infrastruktur pengisian daya mobil listrik. “Bisa dengan skema bundling. Contohnya, masyarakat yang membeli mobil listrik otomatis akan mendapatkan pemasangan sambungan baru. Sehingga tak perlu repot mengurus sendiri. Hal itu berpotensi mendorong minat masyarakat untuk beralih ke mobil listrik, karena semua serba mudah,”tutupnya.
(dan)
Lihat Juga :