Luhut Sebut Baterai LFP Tak Bisa Didaur Ulang, Bagaimana Faktanya?

Sabtu, 27 Januari 2024 - 11:51 WIB
loading...
Luhut Sebut Baterai...
Baterai Blade milik BYD yang menggunakan LFP. Hampir semua model mobil listrik BYD menggunakan baterai berjanis LFP. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa baterai LFP (Lithium Iron Phospahate) tidak bisa di daur ulang hingga saat ini. Benarkah?

Baterai LFP (Lithium Iron Phospahate) memang ramai jadi pembicaraan, terutama dalam debat cawapres, Minggu (21/1/2024). Saat ini, beberapa pabrikan mobil memang beralih menggunakan baterai jenis LFP untuk mobil listrik mereka.

“Publik perlu tahu bahwa lithium baterai berbasis nikel itu bisa didaur ulang, sedangkan baterai LFP sejauh ini masih belum bisa didaur ulang. Tetapi sekali lagi teknologi itu terus berkembang,” ujar Luhut dikutip dari Instagram resminya.

Nah, benarkah baterai LFP tidak dapat di daur ulang?

Baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) dan NCM (Nickel Cobalt Manganese) adalah dua jenis baterai lithium-ion yang umum digunakan dalam kendaraan listrik dan penyimpanan energi.

Namun, ada perbedaan dalam proses daur ulang keduanya. Sebenarnya, baterai LFP dapat didaur ulang. Namun, ada beberapa pertimbangan yang membuatnya tidak sepopuler baterai NCM dalam hal ini. Berikut adalah beberapa alasan:

1. Proses Daur Ulang yang Sulit

Baterai LFP memiliki desain sederhana dengan lebih sedikit jenis logam berat yang terlibat dibandingkan dengan baterai NCM. Meskipun dapat didaur ulang, proses daur ulang baterai LFP sering kali dianggap lebih sulit dan lebih mahal. Sehingga tidak memenuhi skala ekonomi.

2. Efisiensi Daur Ulang yang Lebih Rendah

Dalam beberapa kasus, efisiensi daur ulang baterai LFP dapat lebih rendah daripada baterai NCM. Ini bisa disebabkan oleh tingkat pemurnian yang lebih tinggi yang diperlukan untuk memisahkan unsur-unsur dalam baterai LFP.

3. Nilai Komersial Rendah

Baterai LFP dapat mengandung lebih banyak kontaminan yang sulit dipisahkan selama proses daur ulang. Ini dapat mengakibatkan kualitas material daur ulang yang lebih rendah. Selain itu, baterai LFP terdiri dari lithium dan besi. Limbah baterai LFP memiliki nilai komersial lebih rendah daripada limbah baterai lithium NCM, dimana nikel, kobalt, mangan, dan aluminium dapat mudah diekstraksi dan memiliki nilai komersial lebih baik.

4. Tingkat Demanufacturing Rendah

Proses penarikan sel baterai LFP dari kendaraan atau perangkat penyimpanan energi (demanufacturing) mungkin lebih rumit dan memerlukan peralatan yang khusus. Ini dapat menjadi tantangan tambahan dalam upaya daur ulang.


5. Pilihan Daur Ulang Terbatas

Infrastruktur daur ulang mungkin tidak sepenuhnya dioptimalkan untuk baterai LFP, terutama jika permintaan global lebih tinggi untuk baterai jenis lain seperti NCM.

Meskipun demikian, perusahaan dan penelitian terus berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses daur ulangbateraiLFP.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BYD Luncurkan Teknologi...
BYD Luncurkan Teknologi Baterai Sekali Cas 5 Menit untuk Jarak 400 Km
Banyak Mobil Listrik...
Banyak Mobil Listrik Terbakar, Baterai Lithium yang Tahan Api Diciptakan
Baterai Litium-Sulfur...
Baterai Litium-Sulfur Stellantis 50% Lebih Cepat Isi Daya
Wuling Tancap Gas Produksi...
Wuling Tancap Gas Produksi Baterai Mobil Listrik di Cikarang, Investasi Rp87 Miliar!
CATL Siap Produksi Baterai...
CATL Siap Produksi Baterai PHEV yang Bisa Dipakai Jarak Jauh
MG Investasi Rp110 Miliar...
MG Investasi Rp110 Miliar Bikin Perakitan Baterai, Harga Mobil Listrik Bakal Lebih Murah?
CATL Hadirkan Baterai...
CATL Hadirkan Baterai PHEV yang Bisa Dipakai Sejauh 400Km Sekali Cas
China Bikin Baterai...
China Bikin Baterai EV Ultra-Fast Charging, Ngecas 80 Persen dalam 10 menit!
Mengenal Jenis-jenis...
Mengenal Jenis-jenis Baterai Motor Listrik di Indonesia
Rekomendasi
1,9 Juta Kendaraan Tinggalkan...
1,9 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Sampai Hari Pertama Lebaran
China Gelar Latihan...
China Gelar Latihan Militer Dekat Taiwan, AS Kirim Jet Tempur F-16 Block 70 Viper
Sinopsis dan Daftar...
Sinopsis dan Daftar Pemain The Divorce Insurance, Drama Korea Bertema Asuransi Perceraian
Duka Anak Atas Meninggalnya...
Duka Anak Atas Meninggalnya Ray Sahetapy: Selamat Jalan Ayah
Raffi Ahmad dan Nagita...
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Hadiri Open House Prabowo di Istana Negara
Lebaran di Arab Saudi,...
Lebaran di Arab Saudi, Pemain Timnas Indonesia U-17 Minta Doa Agar Tembus Piala Dunia U-17 2025
Berita Terkini
Kenapa setelah Ganti...
Kenapa setelah Ganti Kampas Rem Jadi Tidak Pakem?
10 jam yang lalu
Mudik Lebaran 2025:...
Mudik Lebaran 2025: Panduan Lengkap Tarif Tol Trans Jawa dan Strategi Perjalanan!
11 jam yang lalu
Volvo Panggil Pulang...
Volvo Panggil Pulang Mantan CEO Hakan Samuelsson: Jurus Pamungkas Hadapi Badai Industri Otomotif!
12 jam yang lalu
Jakarta Ditinggal Jutaan...
Jakarta Ditinggal Jutaan Kendaraan: Arus Mudik Lebaran 2025 Pecahkan Rekor!
12 jam yang lalu
Prediksi Puncak Arus...
Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2025: Catat Tanggalnya!
13 jam yang lalu
Mobil Listrik Punya...
Mobil Listrik Punya Layar Canggih, ADAS, dan Kursi Pijat yang Bikin Pemudik Lupa Capek
14 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved