Klaim Baterai LFP Paling Aman, BYD Belum Tertarik Pakai Nikel Indonesia
Kamis, 01 Februari 2024 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Marketing dan Komunikasi PT BYD Motor Indonesia Luther T. Pandjaitan mengatakan, tak ingin menanggapi terlalu jauh mengenai problematika penggunaan baterai LFP dan atau baterai lithium ion NCM (nikel, kobalt, mangan).
“Pertama gini saya ngomongnya di level distribusi. Saya tidak bicara material, tapi saya terima sudah jadi. Saya percaya betul sebagai brand EV terbesar dunia sudah melalui mekanisme cukup komorehensif sampai menjadi sebuah kendaraan,” kata Luther kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 5 Fitur Canggih di Mobil Listrik BYD, Apa Bedanya dengan Kompetitor?
Luther menegaskan BYD sudah memperhitungkan secara matang penggunaan baterai LFP pada setiap model mobil listriknya. Dikatakannya, baterai jenis ini memiliki keunggulan yang tak mudah terbakar ketimbang baterai dengan nikel dan kobalt.
“Saat ini LFP masih paling aman, tapi sudut pandang kita masih konsumen kan. Meksi, kedepan tidak tahu sudut pandangnya seperti apa. Dan jika kita di Indonesia masih menggunakan material (nikel) itu agak jauh (untuk saya tanggapi) karena saya terima sudah jadi mobil. Mungkin diskusi itu harus G2G (pemerintah ke pemerintah),”ujarnya.
“Pertama gini saya ngomongnya di level distribusi. Saya tidak bicara material, tapi saya terima sudah jadi. Saya percaya betul sebagai brand EV terbesar dunia sudah melalui mekanisme cukup komorehensif sampai menjadi sebuah kendaraan,” kata Luther kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 5 Fitur Canggih di Mobil Listrik BYD, Apa Bedanya dengan Kompetitor?
Luther menegaskan BYD sudah memperhitungkan secara matang penggunaan baterai LFP pada setiap model mobil listriknya. Dikatakannya, baterai jenis ini memiliki keunggulan yang tak mudah terbakar ketimbang baterai dengan nikel dan kobalt.
“Saat ini LFP masih paling aman, tapi sudut pandang kita masih konsumen kan. Meksi, kedepan tidak tahu sudut pandangnya seperti apa. Dan jika kita di Indonesia masih menggunakan material (nikel) itu agak jauh (untuk saya tanggapi) karena saya terima sudah jadi mobil. Mungkin diskusi itu harus G2G (pemerintah ke pemerintah),”ujarnya.
(dan)
Lihat Juga :