Amerika Umumkan Mobil Listrik China sebagai Ancaman Keamanan
Senin, 04 Maret 2024 - 21:28 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyebut penolakan dari para legislator dan laju pertumbuhan mobil listrik yang melambat, sebagai pasar yang menarik, tetapi sangat rumit. Namun, harga murah mobil listrik China mungkin masih menarik bagi orang Amerika untuk membeli. Harga rata-rata mobil listrik di AS sebesar USD72.000.
Penyelidikan Gedung Putih terhadap risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh produsen mobil China terhadap orang Amerika datang setelah para ahli memperingatkan bahwa rencana energi hijau Biden dapat memungkinkan perusahaan-perusahaan China untuk memperluas monopoli global dan mendominasi pasar AS.
Baca Juga: China Ingin Satukan 300 Perusahaan Mobil Listrik
Rencana energi hijau menawarkan kredit pajak kepada perusahaan berdasarkan produksi mereka tetapi menimbulkan kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan China dapat mengaksesnya. "Intinya adalah jika Anda mengambil pasar seperti baterai kendaraan listrik atau sel surya, di mana China sudah memiliki posisi global dominan, dan Anda memungkinkan perusahaan-perusahaan mereka memiliki fasilitas di AS dan mengakses uang pajak AS, Anda memperbolehkan mereka untuk memperluas monopoli global," kata seorang ekonom, Jeff Ferry.
Biden tampaknya memperhatikan kekhawatiran ini dengan mengumumkan penyelidikan terhadap China yang bermasuk ke pasar mobil listrik AS. "China bertekad untuk mendominasi masa depan pasar otomotif, termasuk dengan menggunakan praktik yang tidak adil," kata Biden.
Donald Trump memberlakukan larangan serupa terhadap perusahaan China pada tahun 2020 serta mencegah perusahaan AS membeli peralatan telekomunikasi dari China. Trump menganggap peralatan telekomunikasi buatan luar negeri seperti Huawei sebagai risiko keamanan.
Sementara itu, sikap Biden terhadap mobil listrik China tampaknya mencerminkan peringatan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan FBI bahwa drone buatan China juga dapat membawa risiko keamanan dengan memanfaatkan dan mengeksploitasi data yang digunakan oleh pengguna. Hal ini diperkuat munculnya balon mata-mata China yang melintasi AS tahun lalu sebelum ditembak jatuh di lepas pantai Myrtle Beach, Carolina.
Penyelidikan Gedung Putih terhadap risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh produsen mobil China terhadap orang Amerika datang setelah para ahli memperingatkan bahwa rencana energi hijau Biden dapat memungkinkan perusahaan-perusahaan China untuk memperluas monopoli global dan mendominasi pasar AS.
Baca Juga: China Ingin Satukan 300 Perusahaan Mobil Listrik
Rencana energi hijau menawarkan kredit pajak kepada perusahaan berdasarkan produksi mereka tetapi menimbulkan kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan China dapat mengaksesnya. "Intinya adalah jika Anda mengambil pasar seperti baterai kendaraan listrik atau sel surya, di mana China sudah memiliki posisi global dominan, dan Anda memungkinkan perusahaan-perusahaan mereka memiliki fasilitas di AS dan mengakses uang pajak AS, Anda memperbolehkan mereka untuk memperluas monopoli global," kata seorang ekonom, Jeff Ferry.
Biden tampaknya memperhatikan kekhawatiran ini dengan mengumumkan penyelidikan terhadap China yang bermasuk ke pasar mobil listrik AS. "China bertekad untuk mendominasi masa depan pasar otomotif, termasuk dengan menggunakan praktik yang tidak adil," kata Biden.
Donald Trump memberlakukan larangan serupa terhadap perusahaan China pada tahun 2020 serta mencegah perusahaan AS membeli peralatan telekomunikasi dari China. Trump menganggap peralatan telekomunikasi buatan luar negeri seperti Huawei sebagai risiko keamanan.
Sementara itu, sikap Biden terhadap mobil listrik China tampaknya mencerminkan peringatan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan FBI bahwa drone buatan China juga dapat membawa risiko keamanan dengan memanfaatkan dan mengeksploitasi data yang digunakan oleh pengguna. Hal ini diperkuat munculnya balon mata-mata China yang melintasi AS tahun lalu sebelum ditembak jatuh di lepas pantai Myrtle Beach, Carolina.
(msf)
Lihat Juga :