Survei Sebut Pandangan Politik Elon Musk Mempengaruhi Penjualan Tesla

Selasa, 09 Juli 2024 - 22:10 WIB
loading...
Survei Sebut Pandangan...
Pandangan Politik Elon Musk. FOTO/ DAILY
A A A
TEXAS - Dalam survei yang melibatkan lebih dari 7.500 pembaca The New York Times, ditemukan bahwa sebagian besar responden mengkritik pandangan dan perilaku politik Elon Musk.

BACA JUGA - Pabrik Tesla di China akan Buat Tesla Termurah di Dunia

Yang lebih penting bagi Musk, sentimen negatif ini juga mempengaruhi pandangan mereka terhadap kendaraan Tesla.

Aaron Shepherd, seorang desainer produk dari Seattle yang bekerja untuk Microsoft, mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa dia berencana membeli SUV listrik Volkswagen ID.4 daripada Tesla karena pandangan politik miliarder tersebut.

Pembaca lain, pekerja IT Achidi Ndifang, menyebut rasisme anti-kulit hitam yang dilancarkan Musk sebagai alasan utama kebenciannya terhadap Tesla.

“Ibuku sedang mempertimbangkan untuk membeli Tesla,” kata Ndifang, yang tinggal dan bekerja di Baltimore seperti dilansir dari TNT.

“Sebagai orang kulit hitam, saya merasa terhina jika ibu saya mengendarai Tesla.”

Setidaknya bagi salah satu pembaca NYT yang pernah menganggap dirinya sebagai penggemarnya, perubahan Musk dalam politik sudah cukup untuk mematikan antusiasmenya terhadap Tesla.

“Ada suatu masa ketika saya bersedia memberikan organ saya kepada Musk jika dia membutuhkannya,” kata Tim Yokum, seorang insinyur perangkat lunak dari Chicago.

Kini, kata Yokum, Tesla Model S yang dikendarainya kini akan menjadi yang terakhir miliknya.

“Tesla adalah satu-satunya pabrikan yang terang-terangan membiarkan CEO-nya merusak nama baik perusahaannya sendiri,” ujarnya.

Ini bukan pertama kalinya kita melihat penggemar Musk membelot – dan tentu saja ini bukan yang terakhir.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Rekomendasi
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Berita Terkini
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
XPENG V1SION Night 2026,...
XPENG V1SION Night 2026, Tandai Babak Baru XPENG di Indonesia
Infografis
Donald Trump - Elon...
Donald Trump - Elon Musk Memanas, Perang Alien Vs Predator Dimulai?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved