Ini Alasan kenapa Mesin Diesel Pakai Turbo
Jum'at, 12 Juli 2024 - 18:24 WIB
loading...
A
A
A
Mesin diesel cara kerjanya berbeda dengan mesin bensin, yaitu tidak menggunakan busi untuk memulai proses pembakarannya. Sebaliknya, mesin diesel menggunakan metode pembakaran bertekanan tinggi, menggabungkan tekanan tinggi dan suhu tinggi untuk memulai proses pembakaran
Keadaan ini disebabkan karena solar sulit menguap dibandingkan bensin, hanya menguap pada suhu 52 derajat Celcius hingga berubah sifatnya dari cair menjadi uap. Untuk membuat solar terbakar lebih cepat, mesin diesel akan memampatkan udara dengan tekanan yang tinggi, dengan rasio kompresi yang tinggi sehingga menghasilkan torsi yang tinggi.
Mesin diesel juga dirancang dengan ukuran langkah yang lebih panjang dibandingkan mesin bensin untuk menghasilkan torsi yang lebih baik. Namun kondisi ini akan memaksa piston “bekerja” lebih keras untuk mengekstrak tenaga dari solar.
Logikanya, mesin diesel yang disedot secara normal akan terasa kurang bertenaga dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan momentum. Agar pembakaran terjadi lebih efisien dan sempurna, mesin diesel juga beroperasi pada RPM yang lebih rendah. Secara tidak langsung NVH mesin diesel semakin rendah
Apabila mesin diesel beroperasi pada RPM yang tinggi maka akan timbul getaran dengan frekuensi yang tinggi akibat dari pengoperasian mesin diesel tersebut. Agar mesin ini tidak “lemot” saat dikendarai dalam kota, sistem turbo akan dicocokkan dengan mesin diesel ini.
Keadaan ini disebabkan karena solar sulit menguap dibandingkan bensin, hanya menguap pada suhu 52 derajat Celcius hingga berubah sifatnya dari cair menjadi uap. Untuk membuat solar terbakar lebih cepat, mesin diesel akan memampatkan udara dengan tekanan yang tinggi, dengan rasio kompresi yang tinggi sehingga menghasilkan torsi yang tinggi.
Mesin diesel juga dirancang dengan ukuran langkah yang lebih panjang dibandingkan mesin bensin untuk menghasilkan torsi yang lebih baik. Namun kondisi ini akan memaksa piston “bekerja” lebih keras untuk mengekstrak tenaga dari solar.
Logikanya, mesin diesel yang disedot secara normal akan terasa kurang bertenaga dan membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan momentum. Agar pembakaran terjadi lebih efisien dan sempurna, mesin diesel juga beroperasi pada RPM yang lebih rendah. Secara tidak langsung NVH mesin diesel semakin rendah
Apabila mesin diesel beroperasi pada RPM yang tinggi maka akan timbul getaran dengan frekuensi yang tinggi akibat dari pengoperasian mesin diesel tersebut. Agar mesin ini tidak “lemot” saat dikendarai dalam kota, sistem turbo akan dicocokkan dengan mesin diesel ini.
Lihat Juga :