Wuling Cloud EV: Kelebihan Memikat, Kekurangan Perlu Diperhatikan
Senin, 19 Agustus 2024 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Khusus untuk mengatur spion, pengemudi harus masuk ke menu 'Pengaturan', lalu pilih 'Pintu dan Jendela'. Di sana akan terdapat pilihan ingin mengatur spion kanan atau kiri, dan juga pilihan untuk melipat spion.
Selanjutnya adalah suspensi cukup keras. Redaksi SINDONews berkesempatan menjajal Cloud EV dengan menempuh rute Jakarta-Bogor-Jakarta. Saat melewati jalan bergelombang atau speed trap, hentakan yang dihasilkan cukup keras. Sehingga butuh penyesuaian suspensi agar lebih nyaman saat berada di dalam kabin.
![Wuling Cloud EV: Kelebihan Memikat, Kekurangan Perlu Diperhatikan]()
Kekurangan Cloud EV dan mobil listrik Wuling lainnya adalah pengisian daya baterai. Seluruh kendaraan ramah lingkungan produsen asal China itu menggunakan port GB/T. Padahal, produsen lain menerapkan port CCS2 seperti yang dibangun oleh pemerintah Indonesia.
Apabila ingin meminang mobil listrik ini, disarankan untuk membeli konektor GB/T ke CCS2 agar lebih mudah dalam mengisi daya. Kendati begitu, Wuling juga sudah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menyediakan DC fast charging dengan soket GB/T demi memudahkan konsumennya.
Jarak tempuh 460 km sekali charge, cocok untuk perjalanan jauh.
Performa bertenaga dengan 134 hp dan torsi 200 Nm.
Bagasi luas, bisa diperluas hingga 1.707 liter.
Baca Juga: Chery Tiggo 5X vs Toyota Raize vs Wuling Alvez: Duel Sengit Small SUV, Siapa Juaranya?
Pengaturan spion dan mode berkendara hanya bisa dilakukan melalui head unit, menyulitkan saat berkendara.
Suspensi terasa keras saat melewati jalan tidak rata.
Menggunakan port pengisian daya GB/T, berbeda dengan standar CCS2 yang lebih umumdiIndonesia.
Selanjutnya adalah suspensi cukup keras. Redaksi SINDONews berkesempatan menjajal Cloud EV dengan menempuh rute Jakarta-Bogor-Jakarta. Saat melewati jalan bergelombang atau speed trap, hentakan yang dihasilkan cukup keras. Sehingga butuh penyesuaian suspensi agar lebih nyaman saat berada di dalam kabin.
.jpg)
Kekurangan Cloud EV dan mobil listrik Wuling lainnya adalah pengisian daya baterai. Seluruh kendaraan ramah lingkungan produsen asal China itu menggunakan port GB/T. Padahal, produsen lain menerapkan port CCS2 seperti yang dibangun oleh pemerintah Indonesia.
Apabila ingin meminang mobil listrik ini, disarankan untuk membeli konektor GB/T ke CCS2 agar lebih mudah dalam mengisi daya. Kendati begitu, Wuling juga sudah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menyediakan DC fast charging dengan soket GB/T demi memudahkan konsumennya.
Kelebihan:
Kabin lapang dan nyaman, bahkan di baris kedua.Jarak tempuh 460 km sekali charge, cocok untuk perjalanan jauh.
Performa bertenaga dengan 134 hp dan torsi 200 Nm.
Bagasi luas, bisa diperluas hingga 1.707 liter.
Baca Juga: Chery Tiggo 5X vs Toyota Raize vs Wuling Alvez: Duel Sengit Small SUV, Siapa Juaranya?
Kekurangan:
Hanya satu port USB di baris kedua.Pengaturan spion dan mode berkendara hanya bisa dilakukan melalui head unit, menyulitkan saat berkendara.
Suspensi terasa keras saat melewati jalan tidak rata.
Menggunakan port pengisian daya GB/T, berbeda dengan standar CCS2 yang lebih umumdiIndonesia.
(dan)
Lihat Juga :