Efisiensi Besar-besaran VW Global: Bagaimana Dampaknya di Indonesia?
Senin, 17 Maret 2025 - 12:50 WIB
loading...
Fokus VW Indonesia saat ini adalah memperkenalkan mobil listrik terbaru mereka, ID. Buzz Long Wheelbase (LWB). Foto: VW Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen (VW), menggemparkan dunia industri dengan rencana efisiensi besar-besaran. Mereka berencana untuk mengurangi hingga 35.000 pekerja di Jerman pada 2030. Langkah drastis ini merupakan bagian dari strategi yang disepakati dengan serikat pekerja setelah negosiasi panjang dan alot.
Menurut laporan dari Carscoops, langkah efisiensi ini diharapkan dapat menghemat biaya tenaga kerja sebesar 1,5 miliar euro (sekitar Rp26,7 triliun) per tahun.
Selain itu, kapasitas produksi di Jerman juga akan dipangkas sebanyak 734.000 unit, disesuaikan dengan penurunan permintaan pasar.
Secara keseluruhan, VW menargetkan penghematan lebih dari 15 miliar euro (sekitar Rp267,2 triliun) per tahun dalam jangka menengah, demi memulihkan kondisi finansial perusahaan yang tengah mengalami penurunan permintaan.
Manajemen VW menegaskan bahwa divisi mobil penumpang mereka, yang mempekerjakan sekitar 120.000 orang di Jerman, berada dalam situasi yang "tidak cukup baik" dan membutuhkan tindakan cepat.
Di tengah gelombang efisiensi global yang melanda VW, bagaimana dampaknya di Indonesia? PT Garuda Mataram Motor, sebagai Agen Pemegang Merek (APM) VW di Indonesia di bawah naungan Indomobil Group, memastikan bahwa pasar Indonesia tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh efisiensi besar-besaran tersebut.
"Oh enggak ada (pengaruh efisiensi VW global). Masih aman kok. Buktinya, showroom-showroom kami akan ada yang baru nanti. Bakal kami perbarui juga dengan fasilitas charging, ya akan kami tingkatkan lah," ujar Ahmad Badawi, Head of Sales & Marketing PT Garuda Mataram Motor, di Jakarta, belum lama ini.
Menurut laporan dari Carscoops, langkah efisiensi ini diharapkan dapat menghemat biaya tenaga kerja sebesar 1,5 miliar euro (sekitar Rp26,7 triliun) per tahun.
Selain itu, kapasitas produksi di Jerman juga akan dipangkas sebanyak 734.000 unit, disesuaikan dengan penurunan permintaan pasar.
Secara keseluruhan, VW menargetkan penghematan lebih dari 15 miliar euro (sekitar Rp267,2 triliun) per tahun dalam jangka menengah, demi memulihkan kondisi finansial perusahaan yang tengah mengalami penurunan permintaan.
Manajemen VW menegaskan bahwa divisi mobil penumpang mereka, yang mempekerjakan sekitar 120.000 orang di Jerman, berada dalam situasi yang "tidak cukup baik" dan membutuhkan tindakan cepat.
Di tengah gelombang efisiensi global yang melanda VW, bagaimana dampaknya di Indonesia? PT Garuda Mataram Motor, sebagai Agen Pemegang Merek (APM) VW di Indonesia di bawah naungan Indomobil Group, memastikan bahwa pasar Indonesia tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh efisiensi besar-besaran tersebut.
"Oh enggak ada (pengaruh efisiensi VW global). Masih aman kok. Buktinya, showroom-showroom kami akan ada yang baru nanti. Bakal kami perbarui juga dengan fasilitas charging, ya akan kami tingkatkan lah," ujar Ahmad Badawi, Head of Sales & Marketing PT Garuda Mataram Motor, di Jakarta, belum lama ini.
Lihat Juga :