Tarif Impor Baru AS Diberlakukan, Hyundai Menang Telak

Jum'at, 04 April 2025 - 18:52 WIB
loading...
Tarif Impor Baru AS...
Salah satu pabrik mobil Hyundai. FOTO/ DOK HYUNDAI
A A A
SEOUL - Hyundai Motor dan Kia langsung merespons langsung kenaikan Presiden AS Donald Trump meramalkan bea masuk otomotif sebesar 25 persen.

BACA JUGA - Chip AI Jadi Senjata China untuk Melawan AS Terkait Tarif Impor Baru

Hyundai hingga berita ini ditayangkan belum berniat ajukan banding atas ancaman tarif impor tersebut, pasalnya Hyundai dan GM sepakat berkolaborasi dalam pengembangan teknologi otomotif

Pasalnya Hyundai Motor dan Kia, telah membangun pabrik di Georgia AS dengan total produksi mencapai 696.100, kapasitas tersebut 70 persen menjadi sekitar 1,2 juta di bawah operasi penuh pabrik besar mereka di Georgia, yang dibuka pada bulan Maret lalu.

“Mungkin butuh waktu, tetapi tujuan akhir kami adalah melokalisasi produksi untuk meminimalkan pengaruh ancaman tarif,” kata Koo Za-yong, wakil presiden eksekutif hubungan investor di Hyundai Motor selama panggilan konferensi pada 24 Januari lalu, seperti dilansir dari Korea Joongang Daily, Jumat (4/4/2025).

“Jika masalah tarif terwujud, Hyundai dapat menutupi hingga 80 persen penjualan AS dengan produksi AS untuk saat ini, karena pabriknya di Alabama memiliki kapasitas 400.000 mobil sementara pabrik di Georgia akan memiliki kapasitas 350.000 unit.”

Mobil adalah kategori ekspor No. 1 dalam lanskap ekspor Korea, dengan ekspor AS mencatat USD34,74 miliar tahun lalu, yang merupakan 27,2 persen dari total ekspor AS negara itu.

Institut Penelitian Ekonomi IBK memperkirakan bahwa dalam skenario bea masuk 25 persen, ekspor mobil Korea ke Amerika Serikat akan merosot sebesar 18,6 persen, atau USD6,36 miliar.



KB Securities juga mengatakan dalam sebuah laporan bahwa jika Trump meminimalkan tarif menjadi 10 persen, Hyundai Motor dan Kia akan mengalami setidaknya pemotongan laba operasi sebesar 4,3 triliun won.

Dengan perhitungan sederhana, dengan tarif 25 persen, pengaruh itu bisa mencapai sekitar 10 triliun won.

Kia, yang bahkan memiliki pabrik manufaktur di Meksiko, sedang mempertimbangkan untuk merombak rantai pasokannya dan mengirimkan sebagian besar kendaraannya ke Kanada, karena kedua negara tersebut tidak memiliki sistem tarif. Trump sebelumnya telah mengumumkan tarif 25 persen untuk semua produk yang berasal dari Meksiko.

“Hyundai dapat menawarkan perluasan kapasitas AS sebagai alat tawar-menawar di meja perundingan dengan Trump,” kata Lee Hang-gu, seorang peneliti di firma konsultan Automotive Intelligence Networks.

“Tetapi meningkatkan kapasitas berarti lebih banyak investasi. Hyundai telah berinvestasi banyak, dan merupakan tugas berat Trump untuk berbuat lebih banyak,''

“Situasinya sangat parah, bahkan lebih serius bagi GM Korea; hampir 90 persen produksi mereka dikirim ke pasar AS.”

GM Korea mengekspor total 473.165 kendaraan yang diproduksi di pabriknya di Bupyeong, Incheon, dan Changwon, Gyeongsang Selatan, pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, 88,5 persen, atau 473.165 unit, ditujukan ke pasar AS.


Skenario lain yang mungkin adalah menggunakan lini produksi General Motors di Amerika Serikat untuk menutupi penjualan AS yang terus meningkat.

Hyundai dan General Motors pada bulan September menandatangani kemitraan aliansi komprehensif yang mencakup pengembangan dan produksi semua jenis kendaraan.

Namun, peningkatan kapasitas AS harus menghadapi tentangan keras dari serikat pekerja, yang telah menentang investasi Hyundai di Amerika Serikat karena pengaruhnya terhadap pabrik-pabrik domestik dan insentif mereka.

Perjanjian Hyundai dan Kia dengan serikat pekerja mereka mengharuskan mereka untuk mendapatkan persetujuan pekerja jika mereka ingin memproduksi model kendaraan tertentu di luar negeri.

Hyundai pada tahun 2021 mendorong produksi SUV Palisade di AS dengan popularitas mobil yang melonjak tetapi akhirnya memperluas kapasitas di pabrik-pabrik domestik karena penolakan dari serikat pekerja.

Serikat pekerja Kia menggelar protes tahun lalu yang menentang keputusan pembuat mobil untuk memproduksi EV9 EV di pabriknya di Georgia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Hyundai SantaFe EREV...
Hyundai SantaFe EREV Kepergok Sedang Cas Baterai, Segini Jangkauannya
Hyundai dan KAI Bergabung...
Hyundai dan KAI Bergabung Hadirkan Taksi Terbang di Korea Selatan
Hyundai Pecah Rekor...
Hyundai Pecah Rekor Pendapatan Rp537 Triliun, tapi Kok Labanya Anjlok?
Hyundai Kembangkan Motor...
Hyundai Kembangkan Motor Listrik EV 215 HP untuk Semua Jenis Kendaraan
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Rekomendasi
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Berita Terkini
Kawin Silang JLR dan...
Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Citroen Berlingo Baru...
Citroen Berlingo Baru Akan Kembali dengan Desain MPV Kecil Praktis
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Perayaan 1 Dekade Aerox...
Perayaan 1 Dekade Aerox di Indonesia Diserbu Ribuan Anak Muda
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Didukung TGRI, Eric...
Didukung TGRI, Eric Saputra Juara OMR Agya Mandalika
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved