Ini Penjelasan 6 Tingkatan Kendaraan Otonom, Mobil Anda di Level Berapa?
Sabtu, 03 Mei 2025 - 13:00 WIB
loading...
Ada 6 tingkatan kendaraan otonom sesuai rekomendasi dari Society of Automotive Engineers (SAE). Foto: Xpeng Indonesia
A
A
A
HONG KONG - Yuan Tingting, Senior Director of Autonomous Driving Products Xpeng, menegaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan teknologi otonom yang mampu mengatasi berbagai rintangan di jalan.
Xpeng mengklaim, teknologi otonom mereka, Tesla, dan hampir semua mobil yang ada di pasaran saat ini maksimal ada di Level 2 dan Level 2+. Artinya, mobil memang dapat melaju secara otomatis dalam kondisi tertentu, tetapi pengemudi tetap memegang peran penting.
“Teknologi otonom Xpeng memang masih berada di Level 2 dan Level 2+. Artinya memang belum sepenuhnya bisa berjalan sendiri. Pada teknologi otonom Level 2 itu, pengemudi perlu memantau secara aktif dan harus siap mengambil kendali kapan saja," jelas Yuan Tingting.
Banyak yang membayangkan, bahwa teknologi otonom adalah kendaraan tanpa pengemudi. Artinya, mobil yang tidak memerlukan input dari pengemudi sama sekali dan benar-benar mengemudi sendiri. Namun, kenyataannya tidaklah demikian.
Pada kenyataannya, bahkan generasi kendaraan terbaru yang secara teknologi lebih maju, belum mencapai tingkat efisiensi tersebut, terutama terkait dengan keselamatan pengemudi, penumpang, dan pejalan kaki.
Kendaraan-kendaraan ini memiliki fungsionalitas otonom yang terbatas meskipun jauh lebih canggih dibandingkan dengan kendaraan beberapa tahun lalu.
Tingkat otonomi suatu kendaraan ditetapkan oleh SAE International (Society of Automotive Engineers) dalam sebuah dokumen bertajuk “Taxonomy and Definitions for Terms Related to Driving Automation Systems for On-Road Motor Vehicles”.
Tingkat 0: Tidak ada otomasi mengemudi
Tingkat 1: Bantuan pengemudi
Tingkat 2: Otomasi mengemudi parsial
Tingkat 3: Otomasi mengemudi bersyarat
Tingkat 4: Otomasi mengemudi tingkat tinggi
Tingkat 5: Otomasi mengemudi penuh
Nah, berikut penjelasannya:
Teknologi berikut termasuk dalam kategori ini:
- ABS (Anti-lock Braking System) atau Sistem Pengereman Anti-terkunci
- ESP (Electronic Stability Program) atau Program Stabilitas Elektronik
- Cruise control atau Pengaturan kecepatan jelajah
- Peringatan titik buta (blind spot warning)
- Pengereman darurat otomatis (automatic emergency braking)
- Peringatan tabrakan depan (frontal collision warning)
- Peringatan perpindahan jalur (lane departure warning)
- Mengemudi 100% manual.
Berikut adalah beberapa contoh teknologi yang dipasang pada kendaraan Tingkat 1:
- Pengatur kecepatan adaptif elektronik (electronic adaptive speed regulator), atau adaptive cruise control
- Bantuan penjaga jalur (lane keeping assistance) atau bantuan pemusatan jalur (lane centring assistance)
- Dibandingkan dengan Tingkat 0, kendaraan ini menawarkan dukungan yang lebih besar kepada pengemudi, yang bagaimanapun harus selalu memainkan peran aktif dalam mengemudi.
Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS - Advanced Driving Assistance Systems), yang memberikan bantuan berkelanjutan baik terkait akselerasi/pengereman maupun kemudi, sementara pengemudi 100% penuh perhatian dan terlibat, namun dengan kemungkinan untuk menyerahkan kendali fungsi longitudinal dan lateral gabungan.
Saat aktif, sistem dapat mengontrol kemudi, akselerasi, dan pengereman. Namun, tingkatan 0, 1, dan 2 tetap mengharuskan pengemudi untuk terlibat dan sadar, serta terus-menerus memantau fungsionalitas fitur dukungan yang ditawarkan oleh sistem yang terpasang.
Menurut data dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di AS, fitur-fitur ADAS Tingkat 2 seperti lane keeping assist dan adaptive cruise control semakin umum ditemukan pada kendaraan baru.
Namun, pengemudi masih memiliki wewenang untuk mengambil kendali kendaraan secara manual.
Regulasi saat ini mengizinkan penggunaan kendaraan jenis ini hanya dalam keadaan yang sangat spesifik dan terdefinisi dengan baik, misalnya di pusat kota dengan batas kecepatan yang sangat rendah. Oleh karena itu, kendaraan Tingkat 4 umumnya ditujukan untuk digunakan pada kendaraan ride-sharing. Perusahaan seperti Waymo dan Cruise telah menguji coba layanan robotaxi Tingkat 4 di beberapa kota terbatas di AS.
Memang, kendaraan ini tidak memerlukan intervensi manusia dan bahkan intervensi manual darurat, apa pun kondisi mengemudi atau kondisi jalan. Oleh karena itu, kendaraan tidak dilengkapi dengan pedal atau setir.
Baca Juga: Mengenal Xpeng: Perusahaan Mobil Listrik yang Bikin Robot Humanoid, Mobil Terbang, hingga Chip AI
Dengan demikian, seseorang dapat naik ke dalam kendaraan dan benar-benar melakukan aktivitas apa pun sambil sepenuhnya mengabaikan situasi mengemudi. Saat ini, kendaraan Tingkat 5 masih dalam tahap pengembangan dan pengujian, dan belum tersedia untuk konsumen umum. Para ahli memprediksi bahwa implementasi luas kendaraan Tingkat 5 akan memerlukan kemajuan signifikan dalam teknologi sensor, kecerdasan buatan, dan infrastrukturjalan.
Xpeng mengklaim, teknologi otonom mereka, Tesla, dan hampir semua mobil yang ada di pasaran saat ini maksimal ada di Level 2 dan Level 2+. Artinya, mobil memang dapat melaju secara otomatis dalam kondisi tertentu, tetapi pengemudi tetap memegang peran penting.
“Teknologi otonom Xpeng memang masih berada di Level 2 dan Level 2+. Artinya memang belum sepenuhnya bisa berjalan sendiri. Pada teknologi otonom Level 2 itu, pengemudi perlu memantau secara aktif dan harus siap mengambil kendali kapan saja," jelas Yuan Tingting.
Banyak yang membayangkan, bahwa teknologi otonom adalah kendaraan tanpa pengemudi. Artinya, mobil yang tidak memerlukan input dari pengemudi sama sekali dan benar-benar mengemudi sendiri. Namun, kenyataannya tidaklah demikian.
Pada kenyataannya, bahkan generasi kendaraan terbaru yang secara teknologi lebih maju, belum mencapai tingkat efisiensi tersebut, terutama terkait dengan keselamatan pengemudi, penumpang, dan pejalan kaki.
Kendaraan-kendaraan ini memiliki fungsionalitas otonom yang terbatas meskipun jauh lebih canggih dibandingkan dengan kendaraan beberapa tahun lalu.
Tingkat otonomi suatu kendaraan ditetapkan oleh SAE International (Society of Automotive Engineers) dalam sebuah dokumen bertajuk “Taxonomy and Definitions for Terms Related to Driving Automation Systems for On-Road Motor Vehicles”.
Enam Tingkatan Otonomi Kendaraan Menurut Definisi SAE
SAE telah mendefinisikan 6 tingkatan berbeda dalam mengemudi otonom:Tingkat 0: Tidak ada otomasi mengemudi
Tingkat 1: Bantuan pengemudi
Tingkat 2: Otomasi mengemudi parsial
Tingkat 3: Otomasi mengemudi bersyarat
Tingkat 4: Otomasi mengemudi tingkat tinggi
Tingkat 5: Otomasi mengemudi penuh
Nah, berikut penjelasannya:
Tingkat 0: Tidak Ada Otomasi Mengemudi
Sesuai namanya, pada tingkat ini kendaraan tidak memiliki fitur mengemudi otomatis, namun bukan berarti tidak dilengkapi fitur bantuan pengemudi. Kendaraan dilengkapi sistem yang memberikan bantuan mengemudi sesaat, seperti sinyal peringatan atau tindakan keselamatan darurat. Pengemudi tetap bertanggung jawab penuh atas pengereman, kemudi, akselerasi, dan lain-lain.Teknologi berikut termasuk dalam kategori ini:
- ABS (Anti-lock Braking System) atau Sistem Pengereman Anti-terkunci
- ESP (Electronic Stability Program) atau Program Stabilitas Elektronik
- Cruise control atau Pengaturan kecepatan jelajah
- Peringatan titik buta (blind spot warning)
- Pengereman darurat otomatis (automatic emergency braking)
- Peringatan tabrakan depan (frontal collision warning)
- Peringatan perpindahan jalur (lane departure warning)
- Mengemudi 100% manual.
Tingkat 1: Bantuan Pengemudi
Naik satu tingkat, sekarang berbicara tentang kendaraan yang dilengkapi sistem yang memberi bantuan konstan selama akselerasi, pengereman, dan kemudi, sementara pengemudi tetap terlibat dan penuh perhatian. Dalam hal ini, pengemudi bertugas mengemudikan kendaraan dan memantau sistem. Namun, jika diaktifkan, sistem dapat melakukan fungsi kemudi, akselerasi, dan pengereman.Berikut adalah beberapa contoh teknologi yang dipasang pada kendaraan Tingkat 1:
- Pengatur kecepatan adaptif elektronik (electronic adaptive speed regulator), atau adaptive cruise control
- Bantuan penjaga jalur (lane keeping assistance) atau bantuan pemusatan jalur (lane centring assistance)
- Dibandingkan dengan Tingkat 0, kendaraan ini menawarkan dukungan yang lebih besar kepada pengemudi, yang bagaimanapun harus selalu memainkan peran aktif dalam mengemudi.
Tingkat 2: Otomasi Mengemudi Parsial
Tingkat 2 berlaku untuk sebagian besar kendaraan otonom yang ada di pasaran saat ini.Kendaraan ini dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS - Advanced Driving Assistance Systems), yang memberikan bantuan berkelanjutan baik terkait akselerasi/pengereman maupun kemudi, sementara pengemudi 100% penuh perhatian dan terlibat, namun dengan kemungkinan untuk menyerahkan kendali fungsi longitudinal dan lateral gabungan.
Saat aktif, sistem dapat mengontrol kemudi, akselerasi, dan pengereman. Namun, tingkatan 0, 1, dan 2 tetap mengharuskan pengemudi untuk terlibat dan sadar, serta terus-menerus memantau fungsionalitas fitur dukungan yang ditawarkan oleh sistem yang terpasang.
Menurut data dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di AS, fitur-fitur ADAS Tingkat 2 seperti lane keeping assist dan adaptive cruise control semakin umum ditemukan pada kendaraan baru.
Tingkat 3: Otomasi Mengemudi Bersyarat
Pada Tingkat 3, berada di tingkat lebih maju, belum tersebar luas di pasar, dan menawarkan fungsi otomasi mengemudi bersyarat, kapan pun pengemudi mengizinkan sistem untuk mengambil alih. Ketika diaktifkan, sistem melakukan semua aspek fungsi mengemudi, namun pengemudi harus tetap duduk di posisi pengemudi dan siap untuk mengambil kendali jika diperlukan atau diminta.Tingkat 4: Otomasi Mengemudi Tingkat Tinggi
Perbedaan mendasar antara Tingkat 3 dan Tingkat 4 terletak pada fakta bahwa sistem yang dilengkapi pada kendaraan tingkat ini mampu melakukan intervensi jika terjadi malfungsi tanpa harus melibatkan pengemudi.Namun, pengemudi masih memiliki wewenang untuk mengambil kendali kendaraan secara manual.
Regulasi saat ini mengizinkan penggunaan kendaraan jenis ini hanya dalam keadaan yang sangat spesifik dan terdefinisi dengan baik, misalnya di pusat kota dengan batas kecepatan yang sangat rendah. Oleh karena itu, kendaraan Tingkat 4 umumnya ditujukan untuk digunakan pada kendaraan ride-sharing. Perusahaan seperti Waymo dan Cruise telah menguji coba layanan robotaxi Tingkat 4 di beberapa kota terbatas di AS.
Tingkat 5: Otomasi Mengemudi Penuh
Kendaraan Tingkat 5, menurut klasifikasi SAE, mencapai tingkat otomasi tertinggi karena teknologi canggih yang digunakan.Memang, kendaraan ini tidak memerlukan intervensi manusia dan bahkan intervensi manual darurat, apa pun kondisi mengemudi atau kondisi jalan. Oleh karena itu, kendaraan tidak dilengkapi dengan pedal atau setir.
Baca Juga: Mengenal Xpeng: Perusahaan Mobil Listrik yang Bikin Robot Humanoid, Mobil Terbang, hingga Chip AI
Dengan demikian, seseorang dapat naik ke dalam kendaraan dan benar-benar melakukan aktivitas apa pun sambil sepenuhnya mengabaikan situasi mengemudi. Saat ini, kendaraan Tingkat 5 masih dalam tahap pengembangan dan pengujian, dan belum tersedia untuk konsumen umum. Para ahli memprediksi bahwa implementasi luas kendaraan Tingkat 5 akan memerlukan kemajuan signifikan dalam teknologi sensor, kecerdasan buatan, dan infrastrukturjalan.
(dan)
Lihat Juga :