Penjualan Masih Lemas, Insentif Mobil Listrik Bakal Dievaluasi, Apa Dampaknya?

Selasa, 20 Mei 2025 - 18:47 WIB
loading...
A A A
Saat ini, BEV CBU masih menikmati insentif bea masuk (BM) 0% dari yang seharusnya 50%, serta PPnBM 0% dari seharusnya 15%. Total pajak yang dibayar ke pemerintah pusat oleh BEV CBU hanya 12% dari yang seharusnya 77%.

Sebuah relaksasi masif yang tak akan berlaku lagi tahun depan, memaksa industri untuk berinvestasi lokal atau kehilangan keistimewaan.

Perluasan Insentif sebagai Penyelamat Pasar Otomotif?

Pemerintah tak hanya berfokus pada BEV. Wacana untuk mengkaji pemberian insentif bagi produk otomotif berteknologi lain, seperti hybrid electric vehicle (HEV) hingga hidrogen, kini mengemuka. Perluasan insentif ini dianggap krusial untuk kembali menggairahkan pasar mobil yang telah menunjukkan penurunan dalam dua tahun terakhir.

Para ekonom turut angkat bicara. Mereka mengusulkan agar pemerintah memperluas insentif fiskal bagi mobil berdasarkan tingkat emisinya. Pada titik ini, mobil HEV dan low cost green car (LCGC) dinilai layak mendapatkan PPN DTP, meskipun dengan besaran yang lebih rendah dari BEV.

Sebagai contoh, HEV bisa diberikan PPN DTP 5%, sementara LCGC bisa 3%. Sebagai informasi, tahun ini HEV dan LCGC telah mendapatkan PPnBM DTP sebesar 3%.

Nilai tambah pemberian insentif kepada HEV dan LCGC diyakini akan lebih besar dibandingkan BEV. Mengapa? Karena Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) HEV dan LCGC jauh di atas BEV, mencapai lebih dari 50%, dibandingkan BEV yang paling banter hanya mencapai 40%.

Selain itu, pemerintah juga disarankan untuk mempertimbangkan kembali insentif PPnBM-DTP untuk mobil rakitan lokal bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE), mirip dengan langkah yang pernah dilakukan pada tahun 2021 untuk merespons pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ukuran Baterai Jadi Masalah Besar Mobil Listrik yang Tak Bisa Dihindari
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hyundai Pamer Ioniq...
Hyundai Pamer Ioniq V Berdesain Cyberpunk dengan Jarak Tempuh 620 km
Bentley Siap Luncurkan...
Bentley Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya September Tahun Ini
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Bayar Pajak Kendaraan...
Bayar Pajak Kendaraan Bisa di PRJ 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Rekomendasi
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Amanda Zahra Ngaku Jadi...
Amanda Zahra Ngaku Jadi Korban Body Shaming Dokter Klinik Kecantikan
B50 Bisa Tekan Impor...
B50 Bisa Tekan Impor Solar 310 Ribu Barel per Hari, Transisi hingga September 2026
Berita Terkini
Yamaha Aerox E Murni...
Yamaha Aerox E Murni Bertenaga Listrik Resmi Diluncurkan
Hadir dan Sapa Masyarakat...
Hadir dan Sapa Masyarakat Batam, ACC Carnival Tebar Promo Menarik
Ngegas Naik Changan...
Ngegas Naik Changan Deepal S05 Jakarta- Ciletuh, Ternyata Begini Rasanya
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
Berteknologi 3D Bespoke...
Berteknologi 3D Bespoke Scan, Otoproject Kenalkan Karpet Bisa Lakukan Pemetaan
BAIC T1 Hadir, Ini Alasan...
BAIC T1 Hadir, Ini Alasan Orang Pilih Hatchback Crossover EV Dibanding SUV Listrik!
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved