BYD Kalahkan Tesla di Eropa untuk Pertama Kalinya, AS Semakin Merana
Jum'at, 23 Mei 2025 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
BYD mengalahkan Tesla dengan selisih yang lebih besar lagi jika menyertakan kendaraan plug-in hybrid electric vehicles (PHEV) dari produsen mobil tersebut. Total penjualan perusahaan asal China ini melonjak 359%, kata Jato.
Pada bulan April 2025, kendaraan listrik bertenaga baterai (BEV) dan kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV) secara gabungan menyumbang 26% dari pendaftaran mobil baru di Eropa, sebuah rekor baru, dengan merek mobil Tiongkok menjadi penyokong utama pertumbuhan ini. BEV menyumbang 17% dari total ini, naik dari 13,4% pada bulan April 2024, sementara plug-in hybrid menyumbang 9% dari pendaftaran bulanan, naik dari 6,9% pada bulan yang sama tahun lalu.
Meskipun ada pengenaan tarif oleh Uni Eropa, pendaftaran mobil listrik yang dibuat oleh produsen mobil Tiongkok pada bulan April meningkat sebesar 59% dari tahun ke tahun, mencapai hampir 15.300 unit. Dalam segmen ini, produsen mobil dari Eropa, Jepang, Korea, dan AS mencatat peningkatan sebesar 26%.
Segmen PHEV mengalami perkembangan yang signifikan, karena volume dari pemain Tiongkok meningkat sebesar 546% dari tahun ke tahun, dari 1.493 unit pada April 2024 menjadi 9.649 unit pada April 2025, yang berarti merek mobil China kini menyumbang hampir 10% dari total jumlah PHEV yang terdaftar di Eropa. “Masih harus dilihat apakah UE akan menanggapi lonjakan PHEV buatan Tiongkok dengan mengenakan tarif pada kendaraan ini juga,” komentar Munoz.
Pada bulan April 2025, kendaraan listrik bertenaga baterai (BEV) dan kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV) secara gabungan menyumbang 26% dari pendaftaran mobil baru di Eropa, sebuah rekor baru, dengan merek mobil Tiongkok menjadi penyokong utama pertumbuhan ini. BEV menyumbang 17% dari total ini, naik dari 13,4% pada bulan April 2024, sementara plug-in hybrid menyumbang 9% dari pendaftaran bulanan, naik dari 6,9% pada bulan yang sama tahun lalu.
Meskipun ada pengenaan tarif oleh Uni Eropa, pendaftaran mobil listrik yang dibuat oleh produsen mobil Tiongkok pada bulan April meningkat sebesar 59% dari tahun ke tahun, mencapai hampir 15.300 unit. Dalam segmen ini, produsen mobil dari Eropa, Jepang, Korea, dan AS mencatat peningkatan sebesar 26%.
Segmen PHEV mengalami perkembangan yang signifikan, karena volume dari pemain Tiongkok meningkat sebesar 546% dari tahun ke tahun, dari 1.493 unit pada April 2024 menjadi 9.649 unit pada April 2025, yang berarti merek mobil China kini menyumbang hampir 10% dari total jumlah PHEV yang terdaftar di Eropa. “Masih harus dilihat apakah UE akan menanggapi lonjakan PHEV buatan Tiongkok dengan mengenakan tarif pada kendaraan ini juga,” komentar Munoz.
(wbs)
Lihat Juga :