1.008 Mesin Hilang dari Pabrik, Kia Ungkap Keterlibatan Karyawan dan Pedagang Rongsok

Minggu, 08 Juni 2025 - 06:49 WIB
loading...
1.008 Mesin Hilang dari...
Mobl listrik Kia. foto/ Casrscoops
A A A
NEW DELHI - Pihak berwenang di India sedang menyelidiki dua mantan karyawan Kia India yang diduga berkonspirasi dengan pedagang besi tua dalam pencurian 1.008 mesin dari pabrik perusahaan di Andhra Pradesh.

BACA JUGA - Anti-Virus Corona, Mobil Terbaru Besutan Malaysia Gunakan Filter N95

Insiden tersebut dilaporkan terjadi secara bertahap selama periode tiga tahun, menurut dokumen investigasi polisi.

Meskipun nilai total mesin yang hilang diperkirakan sekitar USD2,3 juta, investigasi polisi mengatakan kasus tersebut berdampak luas pada operasi industri, kepercayaan pemangku kepentingan, dan keamanan kerja.

Kecurigaan muncul setelah audit internal Kia menemukan bahwa mesin yang bersumber dari perusahaan saudara Hyundai hilang, yang mendorong laporan polisi oleh manajemen Kia pada bulan Maret.

Penyelidikan awal mengungkap bahwa dua mantan karyawan, seorang pemimpin tim dan seorang pemimpin bagian pengiriman mesin, diyakini telah menggunakan faktur palsu dan izin keluar yang dimodifikasi untuk memindahkan mesin keluar dari lokasi pabrik.

Mereka diyakini telah dibantu oleh sedikitnya empat orang lainnya, termasuk dua pengangkut dan dua pedagang besi tua yang bertanggung jawab untuk menjual mesin ke beberapa negara bagian termasuk ibu kota, New Delhi.

“Operasi tersebut melibatkan transaksi ilegal yang berulang, penggunaan truk dengan nomor registrasi palsu, dan pemalsuan dokumen logistik,” kata Inspektur K Raghavan dalam dokumen penyelidikannya tertanggal 16 April.

Raghavan menolak berkomentar lebih lanjut kepada media, dengan alasan kerahasiaan penyelidikan.

Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, Kia India mengatakan bahwa mereka mendeteksi perbedaan inventaris setelah memperbaiki sistem manajemen stok perusahaan tahun lalu. Investigasi internal dilakukan sebelum laporan polisi diajukan.

Kia juga menekankan bahwa mereka sekarang memperkuat tata kelola internal dan sistem pemantauan inventaris dengan lebih ketat.

Salah satu tersangka utama, Vinayagamoorthy Veluchamy, 37, yang merupakan mantan kepala bagian pengiriman mesin, saat ini ditahan dan telah mengajukan permohonan jaminan di Pengadilan Tinggi negara bagian.

Ia menyangkal keterlibatan apa pun dalam kegiatan tersebut dan meninggalkan perusahaan tersebut pada tahun 2023. Orang lain yang disebutkan dalam penyelidikan tersebut adalah Patan Saleem, 33, mantan pemimpin tim, yang bekerja dari tahun 2020 hingga 2025.

Keberadaan Saleem saat ini tidak diketahui dan nomor telepon yang terhubung dengannya tidak lagi aktif.

Sejauh ini, keduanya belum didakwa secara resmi, tetapi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelidikan, yang masih dalam tahap awal.

Polisi mengatakan ada unsur perencanaan yang cermat dan manipulasi internal dalam operasi tersebut. Jika terbukti bersalah, mereka dapat menghadapi hukuman penjara hingga 10 tahun atau lebih, berdasarkan hukum pidana India.

Penghilangan sistematis seperti itu tidak biasa terjadi di tingkat perusahaan, meskipun pencurian kecil-kecilan umum terjadi di India.

Kia dilaporkan pertama kali menyadari hilangnya mesin tersebut setelah pemeriksaan stok pada Januari 2025, sebulan setelah rekaman CCTV dari pabrik menunjukkan pergerakan kendaraan ilegal.

Polisi juga menyita sembilan ponsel yang berisi tangkapan layar percakapan WhatsApp, faktur pengiriman, dan foto truk yang digunakan dalam operasi penyelundupan mesin.

Menurut penyelidikan, hasil penjualan mesin tersebut digunakan untuk keperluan pribadi seperti melunasi utang, membeli properti, dan berinvestasi di bisnis lain.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Citroen Berlingo Baru...
Citroen Berlingo Baru Akan Kembali dengan Desain MPV Kecil Praktis
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
ALVA Perkuat Keamanan...
ALVA Perkuat Keamanan Kendaraan dengan Anti Theft
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Kartu Merah Piala Dunia...
Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Berita Terkini
Citroen Berlingo Baru...
Citroen Berlingo Baru Akan Kembali dengan Desain MPV Kecil Praktis
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Didukung TGRI, Eric...
Didukung TGRI, Eric Saputra Juara OMR Agya Mandalika
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Infografis
Rencana AS Keluar dari...
Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved