Alarm dari Insiden Salah Injak Pedal: Saat Refleks Tak Lagi Sama, Perpanjangan SIM Jadi Celah Maut?
Senin, 16 Juni 2025 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau kita melihat dari sisi keselamatan, itu wajib melakukan refresh. Kenapa? Kondisi fisik, kondisi tubuh, kemampuan itu pasti berkurang setiap tahunnya," kata Sony saat dihubungi Sindonews. "Ada beberapa yang bertambah, tapi yang berkurang ini kan harus di-refresh, harus dinilai kembali,” tegasnya.
“Kalau saya enggak setuju (perpanjangan) 5 tahun. Setidaknya 2 tahun lah," ujarnya. "Jadi cara dia berkendara, tindakan dia, dan keterampilannya setiap tahun itu bisa terpantau. Mungkin ini yang harus dibenahi.”
Usulan ini menyiratkan bahwa proses perpanjangan SIM seharusnya bukan lagi sekadar formalitas administrasi, melainkan sebuah ujian ulang yang sesungguhnya untuk memastikan seseorang masih layak dan aman untuk berada di balik kemudi.
Insiden di Malang ini adalah sebuah pelajaran pahit. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi yang besar. Namun, ini meninggalkan sebuah pertanyaan yang menggantung: berapa banyak lagi insiden "salah injak pedal" atau kecelakaan akibat penurunan refleks yang harus terjadi sebelum kita sadar bahwa keselamatan di jalan raya membutuhkan aturan yang lebih adaptif terhadap kondisi alamiahmanusia?
Perpanjangan SIM 5 Tahun: Sekadar Formalitas atau Ujian Nyata?
Sony bahkan secara blak-blakan mengkritik periode perpanjangan SIM yang berlaku saat ini, yaitu setiap lima tahun sekali. Baginya, jangka waktu ini terlalu panjang untuk bisa memantau penurunan kemampuan seseorang secara efektif.“Kalau saya enggak setuju (perpanjangan) 5 tahun. Setidaknya 2 tahun lah," ujarnya. "Jadi cara dia berkendara, tindakan dia, dan keterampilannya setiap tahun itu bisa terpantau. Mungkin ini yang harus dibenahi.”
Usulan ini menyiratkan bahwa proses perpanjangan SIM seharusnya bukan lagi sekadar formalitas administrasi, melainkan sebuah ujian ulang yang sesungguhnya untuk memastikan seseorang masih layak dan aman untuk berada di balik kemudi.
Insiden di Malang ini adalah sebuah pelajaran pahit. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi yang besar. Namun, ini meninggalkan sebuah pertanyaan yang menggantung: berapa banyak lagi insiden "salah injak pedal" atau kecelakaan akibat penurunan refleks yang harus terjadi sebelum kita sadar bahwa keselamatan di jalan raya membutuhkan aturan yang lebih adaptif terhadap kondisi alamiahmanusia?
(dan)
Lihat Juga :