Subsidi Motor Listrik Masih Menggantung, Pemerintah Mengaku Bingung, Diler Menjerit

Senin, 23 Juni 2025 - 18:49 WIB
loading...
Subsidi Motor Listrik...
Nasib motor listrik di Indonesia menjadi tidak jelas dengan penjualan yang terus menurun. Foto: Sindonews/danang arradian
A A A
JAKARTA - Di saat para pembeli mobil listrik dimanjakan dengan berbagai insentif dan potongan pajak, nasib para calon pembeli motor listrik kini justru berada di ujung tanduk. Janji manis subsidi sebesar Rp7 juta yang sempat menggairahkan pasar tahun lalu, kini masih "menggantung" tanpa kejelasan, membuat penjualan motor listrik di awal tahun 2025 terjun bebas.

Ini adalah sebuah ironi yang menyakitkan. Pemerintah seolah menganaktirikan segmen kendaraan yang paling potensial untuk diadopsi secara massal, dan kini mereka secara terbuka mengakui kebingungannya dalam merumuskan skema yang tepat.

Penjualan Anjlok, Pasar Menanti 'Keajaiban'

Data berbicara dengan perih. Tanpa adanya "magnet" subsidi, penjualan motor listrik di kuartal pertama 2025 hanya mampu menembus angka 2.000 unit. Angka ini adalah sebuah kemunduran besar jika dibandingkan dengan tahun 2024, di mana kuota subsidi 50.000 unit ludes diserbu oleh lebih dari 60.000 pembeli.

Ini adalah bukti tak terbantahkan: subsidi adalah napas bagi industri motor listrik di Indonesia. Tanpa itu, pasar langsung "masuk angin".

Dilema di Meja Pemerintah: Skema yang Serba Salah?

Lantas, mengapa pemerintah seolah ragu-ragu untuk kembali menggelar "pesta" subsidi ini? Rachmat Kaimuddin, Deputi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, membeberkan dilema yang tengah mereka hadapi.

Menurutnya, skema subsidi motor listrik jauh lebih rumit daripada mobil. Jika disamakan dengan skema insentif pajak mobil, potongannya akan terlalu kecil.

"Skemanya ini berbeda. Kalau motor listrik mau masuk Perpres yang sudah ada, berarti ikut (potongan PPN) 10 persen. Tapi potongannya cuma sedikit, paling cuma Rp2 juta," kata Rachmat di Jakarta, Jumat (20/6/2025). Angka yang tentu tidak akan semenarik potongan Rp7 juta.

Di sisi lain, skema subsidi Rp7 juta yang lama ternyata menyisakan masalah. Banyak diler yang menjerit karena harus "menalangi" biaya potongan harga tersebut terlebih dahulu, sementara proses penggantian dari pemerintah sering kali tidak berjalan secepat yang diharapkan.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kepastian skema baru, jawaban Rachmat seolah menunjukkan ketidakpastian di level pemerintahan sendiri. "Saya tidak tahu, harus ditanya dulu. Saya sedang menyiapkan laporan untuk Perpres 79," ucapnya.

Industri Menanti, Konsumen Menahan Diri

Ketidakpastian ini menciptakan sebuah efek domino yang merugikan semua pihak. Para produsen motor listrik menahan produksi, para diler enggan menimbun stok, dan yang terpenting, para calon konsumen memilih untuk menahan diri, menunggu datangnya "keajaiban" subsidi.

Kini, bola panas ada di tangan pemerintah. Apakah mereka akan berhasil merumuskan sebuah skema subsidi baru yang tidak hanya menarik bagi konsumen, tetapi juga adil bagi para pelaku industri? Ataukah "tahun emas" motor listrik di Indonesia hanya akan menjadi kenangan satu musim yang tak akan terulang lagi? Nasib jutaan calon pengguna kendaraan ramah lingkungan kini bergantung pada satu hal: sebuah keputusan yang takkunjungdatang.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Hadir di PRJ 2026, Jajaran...
Hadir di PRJ 2026, Jajaran Motor Listrik Yadea Siap Tebar Pesona
New York Siapkan Lisensi...
New York Siapkan Lisensi Khusus Pengguna Sepeda Listrik
Berbagi Pengalaman Naik...
Berbagi Pengalaman Naik Yadea GS70, Begini Sensasi Ngegasnya
VinFast Patenkan Desain...
VinFast Patenkan Desain Skutik Baru, Desain Mirip Vespa Primavera
Desain Mirip Yamaha...
Desain Mirip Yamaha TMax, Vinfast Rasad Siap Melesat 130 Km/Jam
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Rekomendasi
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved