Korban Pertama Perang Internal: Chery Suntik Mati Omoda 5 GT, Ini Pengakuan Jujur di Baliknya
Senin, 30 Juni 2025 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
Namun, ada alasan lain yang lebih fundamental di balik kegagalan ini, sebuah kesalahan dalam membaca "rasa" konsumen Indonesia. Ternyata, wajah sporty saja tidak cukup.
"Kebanyakan mereka (pengguna Omoda) travelling, butuh kendaraan mumpuni dari sisi tenaga. Mungkin masih belum puas dengan (mesin) 1.500 cc," tambah Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT CSI.
Ini adalah sebuah kritik tajam yang datang dari konsumen mereka sendiri. Mesin 1.500 cc N/A pada Omoda 5 GT dianggap "kurang bertenaga" untuk karakter konsumen Indonesia yang gemar melakukan perjalanan jauh dan membutuhkan mobil yang tangguh di berbagai medan.
Pada akhirnya, nasib tragis Omoda 5 GT adalah sebuah pelajaran berharga, tidak hanya bagi Chery, tetapi juga bagi semua pemain di industri otomotif. Ini adalah bukti bahwa di pasar Indonesia, performa dan tenaga mesin tetaplah menjadi raja. Secantik apa pun wajah sebuah mobil, jika jantung pacunya tidak mampu memuaskan hasrat konsumen akan kekuatan, ia hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah persainganyangkejam.
"Kebanyakan mereka (pengguna Omoda) travelling, butuh kendaraan mumpuni dari sisi tenaga. Mungkin masih belum puas dengan (mesin) 1.500 cc," tambah Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT CSI.
Ini adalah sebuah kritik tajam yang datang dari konsumen mereka sendiri. Mesin 1.500 cc N/A pada Omoda 5 GT dianggap "kurang bertenaga" untuk karakter konsumen Indonesia yang gemar melakukan perjalanan jauh dan membutuhkan mobil yang tangguh di berbagai medan.
Lahirnya Sang Penerus yang Lebih Bertenaga
Sebagai jawaban langsung atas "kekecewaan" tersebut, Chery kini mengalihkan seluruh fokusnya pada C5. Model baru ini dibekali mesin 1.5 L Turbocharged yang mampu menghasilkan tenaga 145 hp dan torsi 230 Nm—sebuah peningkatan signifikan yang dirancang untuk menebus "dosa" pendahulunya.Pada akhirnya, nasib tragis Omoda 5 GT adalah sebuah pelajaran berharga, tidak hanya bagi Chery, tetapi juga bagi semua pemain di industri otomotif. Ini adalah bukti bahwa di pasar Indonesia, performa dan tenaga mesin tetaplah menjadi raja. Secantik apa pun wajah sebuah mobil, jika jantung pacunya tidak mampu memuaskan hasrat konsumen akan kekuatan, ia hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah persainganyangkejam.
(dan)
Lihat Juga :