Perlombaan Gila Menuju Baterai Abadi: Saat BMW, Nissan, dan Para Raksasa Bertaruh Triliunan Rupiah Demi Akhiri Era Range Anxiety

Selasa, 01 Juli 2025 - 09:05 WIB
loading...
Perlombaan Gila Menuju...
Baterai solid state adalah teknologi revolusioner yang menjanjikan mobil listrik dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer (621 mil) dalam sekali pengisian daya. Foto: ist
A A A
MUNICH - Di laboratorium-laboratorium paling rahasia di seluruh dunia, perlombaan senyap namun brutal tengah berlangsung. Ini bukan perlombaan kecepatan di sirkuit, melainkan pertarungan untuk menciptakan "cawan suci" di dunia otomotif: baterai solid-state.

Sebuah teknologi revolusioner yang menjanjikan mobil listrik dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer (621 mil) dalam sekali pengisian daya.

Selama bertahun-tahun, baterai solid-state tak lebih dari sekadar janji manis, sebuah fatamorgana teknologi yang selalu "hampir tiba".

Namun kini, para raksasa otomotif global seperti BMW, Mercedes-Benz, Nissan, dan Toyota tak lagi mau menunggu. Mereka mempertaruhkan miliaran dolar, mengerahkan insinyur terbaik mereka, dan secara terbuka menyatakan perang untuk menjadi yang pertama mengkomersialkan teknologi yang akan mengakhiri era "kecemasan akan jarak tempuh" (range anxiety) selamanya.

Janji Surga di Balik Baterai Padat

Mengapa teknologi ini begitu didambakan? Karena ia menjanjikan sebuah lompatan kuantum. Baterai solid-state tidak hanya menawarkan jarak tempuh yang luar biasa. Sel-selnya lebih kecil, lebih ringan, dan secara inheren lebih aman karena tidak mudah panas.

"Solid-state adalah Bintang Utara dalam ilmu kimia baterai," tegas Anne Laliron, Wakil Presiden Senior Riset Teknologi di Stellantis. Pernyataannya menyiratkan bahwa ini adalah tujuan akhir, puncak dari evolusi baterai.

Teknologi ini, menurutnya, akan memberikan pilihan bagi produsen: "jarak tempuh lebih jauh atau material lebih sedikit—keduanya mengurangi biaya dan jejak karbon."

Para Ksatria di Medan Perang
Perlombaan Gila Menuju Baterai Abadi: Saat BMW, Nissan, dan Para Raksasa Bertaruh Triliunan Rupiah Demi Akhiri Era Range Anxiety

Pertarungan ini melibatkan para pemain kelas berat, masing-masing dengan strategi dan aliansinya sendiri:

BMW: Raksasa Jerman ini telah mulai menguji prototipe i7 yang dilengkapi dengan sel solid-state dari perusahaan Amerika, Solid Power. Meskipun mobil produksi massal yang menggunakannya baru akan hadir pada tahun 2030-an, langkah ini adalah sebuah sinyal keseriusan.

Mercedes-Benz: Tak mau kalah, sang rival abadi juga telah menguji coba EQS yang dimodifikasi dengan baterai dari Factorial Energy. Baterai baru ini diklaim memiliki kepadatan energi 25% lebih tinggi. "Manfaat ini tidak hanya menghasilkan jangkauan kendaraan yang lebih jauh, tetapi juga memengaruhi desain kendaraan," ungkap Uwe Keller, kepala pengembangan baterai Mercedes, mengisyaratkan mobil masa depan yang lebih ramping dan efisien.

Stellantis: Induk dari merek seperti Jeep dan Peugeot ini juga bekerja sama dengan Factorial Energy dan akan memulai pengujian pada tahun 2026.

Di saat para pemain Eropa terlihat lebih hati-hati, raksasa Jepang justru melancarkan serangan yang lebih agresif. Toyota menargetkan produksi pada tahun 2027, sementara Nissan mengklaim bisa meluncurkannya pada 2028.

Realita Pahit di Balik Janji Manis

Namun, di balik semua optimisme ini, ada sebuah realita pahit. Sejarah mencatat bahwa janji-janji terobosan baterai sering kali berakhir dengan penundaan. Tantangan untuk memproduksi sel solid-state secara massal dengan biaya yang masuk akal masih menjadi sebuah rintangan teknologi yang sangat besar.

Dunia kini menyaksikan sebuah pertaruhan epik. Siapakah yang akan menjadi yang pertama melintasi garis finis dalam perlombaan paling krusialdiabadini?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Ford Fiesta Akan Kembali...
Ford Fiesta Akan Kembali di Tahun 2028 dengan Platform Renault 5 EV
Spesifikasi VW ID. Polo...
Spesifikasi VW ID. Polo GTI: Harga Rp750 Juta, Jarak 417 KM, bisa Kejar ID. Buzz?
Siapa Mobil Listrik...
Siapa Mobil Listrik Terlaris di Indonesia April 2026?
Lulus Doktoral, Dosen...
Lulus Doktoral, Dosen ITPLN Temukan Solusi Cas EV Super Cepat
Gelombang Raksasa Nikel...
Gelombang Raksasa Nikel di Bursa Saham RI: Akankah BLUE Menuju Ekosistem EV?
Diduga Pemicu Kebakaran...
Diduga Pemicu Kebakaran di Kemayoran, Inilah Jenis-jenis Baterai Drone
Rekomendasi
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Berita Terkini
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
XPENG V1SION Night 2026,...
XPENG V1SION Night 2026, Tandai Babak Baru XPENG di Indonesia
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Bawa SIMC ke PRJ 2026...
Bawa SIMC ke PRJ 2026 Bisa Dapat Subsidi Harga Kendaraan Listrik
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved