Dogma Mematikan Elon Musk: Mengapa Tesla Haramkan Lidar dan Bertaruh Nyawa pada Kamera?
Selasa, 01 Juli 2025 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan ini adalah inti dari dogma Musk. Ia bersikeras bahwa satu-satunya jalan menuju mobil otonom sejati adalah dengan meniru cara kerja manusia: hanya mengandalkan mata, atau dalam hal ini, kamera.
Argumennya, jika manusia bisa mengemudi hanya dengan dua mata, maka AI yang super cerdas seharusnya bisa melakukannya dengan delapan kamera.
Namun, di balik argumen filosofis ini, ada faktor ekonomi yang dingin. Satu unit Lidar bisa memakan biaya hingga USD12.000 (sekitar Rp192 juta) per mobil. Bandingkan dengan sistem kamera yang biayanya hanya sekitar USD400 (sekitar Rp6,4 juta). Dengan menolak Lidar, Musk bisa memangkas biaya produksi secara drastis dan menjual fitur "Full Self-Driving" dengan margin keuntungan yang masif.
Berbagai gugatan hukum dan investigasi pemerintah kini menghantui perusahaan, dengan tuduhan bahwa sistem yang hanya mengandalkan kamera sangat rentan terhadap kondisi seperti silau matahari, kabut, atau kegelapan.
"Tesla terus memiliki pandangan fetishistik bahwa mereka akan mengoperasikan sistemnya hanya dengan kamera, meskipun setiap manusia cerdas di seluruh bidang ini mengatakan itu tidak bisa dilakukan," ujar Brett Schreiber, seorang pengacara yang mewakili beberapa korban kegagalan Autopilot Tesla.
Argumennya, jika manusia bisa mengemudi hanya dengan dua mata, maka AI yang super cerdas seharusnya bisa melakukannya dengan delapan kamera.
Namun, di balik argumen filosofis ini, ada faktor ekonomi yang dingin. Satu unit Lidar bisa memakan biaya hingga USD12.000 (sekitar Rp192 juta) per mobil. Bandingkan dengan sistem kamera yang biayanya hanya sekitar USD400 (sekitar Rp6,4 juta). Dengan menolak Lidar, Musk bisa memangkas biaya produksi secara drastis dan menjual fitur "Full Self-Driving" dengan margin keuntungan yang masif.
Konsekuensi Berdarah dari sebuah Dogma
Sikap keras kepala Musk ini bukan tanpa konsekuensi. Sebuah analisis dari Washington Post mencatat setidaknya ada 736 kecelakaan dan 17 kematian yang melibatkan teknologi Autopilot Tesla.Berbagai gugatan hukum dan investigasi pemerintah kini menghantui perusahaan, dengan tuduhan bahwa sistem yang hanya mengandalkan kamera sangat rentan terhadap kondisi seperti silau matahari, kabut, atau kegelapan.
"Tesla terus memiliki pandangan fetishistik bahwa mereka akan mengoperasikan sistemnya hanya dengan kamera, meskipun setiap manusia cerdas di seluruh bidang ini mengatakan itu tidak bisa dilakukan," ujar Brett Schreiber, seorang pengacara yang mewakili beberapa korban kegagalan Autopilot Tesla.
Lihat Juga :