Jebakan Maut Futuristik: Saat Pintu Canggih Tesla Cybertruck Menjadi Perangkap dalam Kobaran Api
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Tesla sebenarnya telah menyediakan solusi darurat: sebuah tuas pelepas manual. Untuk pintu depan, tuas ini tersembunyi di depan sakelar jendela.
Untuk pintu belakang, prosesnya lebih rumit lagi: penumpang harus melepas alas karet di kantong pintu untuk menemukan dan menarik sebuah kabel mekanis.
Namun, bayangkan situasi ini: dalam kepanikan luar biasa, dikelilingi asap dan api, adakah waktu untuk mencari tuas atau kabel tersembunyi? Inilah pertanyaan kritis yang menjadi inti dari tragedi ini.
"Kekuatan tabrakan seharusnya masih memungkinkan korban untuk selamat," ujar pengacara keluarga korban dalam sebuah pernyataan. "Namun, klien kami terjebak bukan karena benturan, melainkan karena desain yang cacat.
Untuk pintu belakang, prosesnya lebih rumit lagi: penumpang harus melepas alas karet di kantong pintu untuk menemukan dan menarik sebuah kabel mekanis.
Namun, bayangkan situasi ini: dalam kepanikan luar biasa, dikelilingi asap dan api, adakah waktu untuk mencari tuas atau kabel tersembunyi? Inilah pertanyaan kritis yang menjadi inti dari tragedi ini.
Gugatan USD1 Juta dan Pertaruhan Reputasi
Keluarga Sheehan kini menuntut keadilan. Mereka melayangkan gugatan senilai lebih dari USD1 juta (sekitar Rp 16,3 miliar) kepada Tesla, menuduh raksasa otomotif itu lalai dan menciptakan produk dengan desain yang cacat."Kekuatan tabrakan seharusnya masih memungkinkan korban untuk selamat," ujar pengacara keluarga korban dalam sebuah pernyataan. "Namun, klien kami terjebak bukan karena benturan, melainkan karena desain yang cacat.
Lihat Juga :