Huawei Menang Tipis! Aito M8 Lebih Aman dari Xiaomi SU7, Selisih Cuma 0,2 Persen
Senin, 25 Agustus 2025 - 10:58 WIB
loading...
Aito M8—SUV hasil kolaborasi Huawei dan Seres—baru saja dinobatkan sebagai mobil paling aman di China. Foto: ist
A
A
A
CHINA - Dalam pertarungan gengsi para raksasa teknologi China, Aito M8—SUV hasil kolaborasi Huawei dan Seres—baru saja dinobatkan sebagai "mobil paling aman" di China.
Dalam duel menegangkan, ia berhasil mengalahkan sedan fenomenal Xiaomi SU7 dengan selisih skor yang sangat tipis.
Kemenangan ini sontak menjadi berita utama, dirayakan sebagai bukti kemajuan pesat industri otomotif Tiongkok.
Namun, di balik klaim bombastis dan skor nyaris sempurna ini, ada sebuah catatan penting: semua ini terjadi di bawah standar uji tabrak lokal China, C-NCAP, yang memicu perdebatan tentang signifikansinya di panggung global.
Kemenangan Setipis Kertas
Mari kita lihat angka-angkanya. Aito M8 berhasil meraih skor impresif 93,7%. Di posisi kedua, Xiaomi SU7 menempel ketat dengan skor 93,5%. Kemenangan ini diraih dengan selisih hanya 0,2%.
Sebuah selisih yang begitu kecil hingga nyaris tidak signifikan secara statistik, namun cukup bagi Aito untuk merebut mahkota dan mendeklarasikan diri sebagai "juara baru" dalam hal keselamatan di pasar domestik yang sangat kompetitif.
Mobil seharga Rp773 juta hingga Rp967 juta ini memang laris manis di China, dengan penjualan kumulatif mencapai lebih dari 56.000 unit. Status "mobil teraman" tentu akan menjadi amunisi marketing yang sangat ampuh.
C-NCAP, Standar Lokal di Panggung Global
Di sinilah letak kritik utamanya. Meskipun C-NCAP terus memperketat standarnya agar setara dengan standar global, banyak pengamat internasional masih memandangnya dengan skeptis.
Pertanyaannya adalah, apakah standar ini benar-benar sekeras dan seindependen lembaga uji tabrak lain yang lebih dulu disegani, seperti Euro NCAP di Eropa atau IIHS di Amerika Serikat?
Meskipun C-NCAP telah menunjukkan kemajuan, seringkali ia dipandang sebagai bagian dari upaya China untuk membangun reputasi industrinya, bukan sebagai lembaga penguji independen yang benar-benar "kejam" dalam menemukan titik lemah sebuah kendaraan.
Juara di Kandang Sendiri
Pada akhirnya, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Aito M8 adalah sebuah SUV canggih dengan powertrain hybrid yang mampu berjalan hingga 1.500 km dan telah terbukti sangat aman menurut standar negaranya sendiri.
Namun, klaim sebagai "mobil teraman" harus diterima dengan sebutir garam. Untuk saat ini, Aito M8 adalah sang juara di kandang sendiri. Apakah ia mampu mempertahankan gelar juaranya di "Piala Dunia" keselamatan otomotif melawan para raksasa dari Eropa, Jepang,danAmerika?
Dalam duel menegangkan, ia berhasil mengalahkan sedan fenomenal Xiaomi SU7 dengan selisih skor yang sangat tipis.
Kemenangan ini sontak menjadi berita utama, dirayakan sebagai bukti kemajuan pesat industri otomotif Tiongkok.
Namun, di balik klaim bombastis dan skor nyaris sempurna ini, ada sebuah catatan penting: semua ini terjadi di bawah standar uji tabrak lokal China, C-NCAP, yang memicu perdebatan tentang signifikansinya di panggung global.
Kemenangan Setipis Kertas
![Huawei Menang Tipis! Aito M8 Lebih Aman dari Xiaomi SU7, Selisih Cuma 0,2 Persen]()
Mari kita lihat angka-angkanya. Aito M8 berhasil meraih skor impresif 93,7%. Di posisi kedua, Xiaomi SU7 menempel ketat dengan skor 93,5%. Kemenangan ini diraih dengan selisih hanya 0,2%.
Sebuah selisih yang begitu kecil hingga nyaris tidak signifikan secara statistik, namun cukup bagi Aito untuk merebut mahkota dan mendeklarasikan diri sebagai "juara baru" dalam hal keselamatan di pasar domestik yang sangat kompetitif.
Mobil seharga Rp773 juta hingga Rp967 juta ini memang laris manis di China, dengan penjualan kumulatif mencapai lebih dari 56.000 unit. Status "mobil teraman" tentu akan menjadi amunisi marketing yang sangat ampuh.
C-NCAP, Standar Lokal di Panggung Global
![Huawei Menang Tipis! Aito M8 Lebih Aman dari Xiaomi SU7, Selisih Cuma 0,2 Persen]()
Di sinilah letak kritik utamanya. Meskipun C-NCAP terus memperketat standarnya agar setara dengan standar global, banyak pengamat internasional masih memandangnya dengan skeptis.
Pertanyaannya adalah, apakah standar ini benar-benar sekeras dan seindependen lembaga uji tabrak lain yang lebih dulu disegani, seperti Euro NCAP di Eropa atau IIHS di Amerika Serikat?
Meskipun C-NCAP telah menunjukkan kemajuan, seringkali ia dipandang sebagai bagian dari upaya China untuk membangun reputasi industrinya, bukan sebagai lembaga penguji independen yang benar-benar "kejam" dalam menemukan titik lemah sebuah kendaraan.
Juara di Kandang Sendiri
![Huawei Menang Tipis! Aito M8 Lebih Aman dari Xiaomi SU7, Selisih Cuma 0,2 Persen]()
Pada akhirnya, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Aito M8 adalah sebuah SUV canggih dengan powertrain hybrid yang mampu berjalan hingga 1.500 km dan telah terbukti sangat aman menurut standar negaranya sendiri.
Namun, klaim sebagai "mobil teraman" harus diterima dengan sebutir garam. Untuk saat ini, Aito M8 adalah sang juara di kandang sendiri. Apakah ia mampu mempertahankan gelar juaranya di "Piala Dunia" keselamatan otomotif melawan para raksasa dari Eropa, Jepang,danAmerika?
(dan)
Lihat Juga :