Ironi Mobil Listrik: Impian Hijau Pemerintah Mengancam Pabrik Komponen Lokal
Selasa, 26 Agustus 2025 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara, dengan nada prihatin, membeberkan dampak nyata yang sudah dirasakan oleh para pemain di akar rumput industri.
“Dampaknya jadi ke kandungan lokal yang berperan banyak untuk industri kendaraan bermotor kita, karena ini ada tier satu, tier dua dan sebagainya,” kata Kukuh dalam sebuah diskusi di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Pernyataan Kukuh merujuk pada ekosistem raksasa yang menopang industri otomotif. Ada 550 pemasok Tier 1 (pemasok utama ke pabrikan mobil) dan sekitar 1.000 pemasok Tier 2 dan 3, yang kebanyakan adalah Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Merekalah yang memproduksi jok, dasbor, kabel, baut, hingga komponen-komponen kecil lain yang membentuk sebuah mobil. Ekosistem ini menyerap tenaga kerja masif, mencapai 1,5 juta orang.
Di satu sisi, data menunjukkan penjualan mobil listrik impor memang meroket, mencatatkan kenaikan signifikan 17 persen di segmen menengah.
Namun, di sisi lain, kue pasar yang mereka rebut adalah milik mobil-mobil yang selama ini diproduksi di dalam negeri, yang notabene memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sangat tinggi, berkisar 80 hingga 90 persen.
“Pada 2024, kendaraan listrik itu semakin banyak, namun ini menekan kendaraan-kendaraan yang sudah diproduksi dalam negeri. Sementara kendaraan yang sudah diproduksi dalam negeri itu adalah kendaraan TKDN tinggi,” tutur Kukuh, menyoroti paradoks kebijakan yang terjadi.
“Dampaknya jadi ke kandungan lokal yang berperan banyak untuk industri kendaraan bermotor kita, karena ini ada tier satu, tier dua dan sebagainya,” kata Kukuh dalam sebuah diskusi di kantor Kemenperin, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Pernyataan Kukuh merujuk pada ekosistem raksasa yang menopang industri otomotif. Ada 550 pemasok Tier 1 (pemasok utama ke pabrikan mobil) dan sekitar 1.000 pemasok Tier 2 dan 3, yang kebanyakan adalah Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Merekalah yang memproduksi jok, dasbor, kabel, baut, hingga komponen-komponen kecil lain yang membentuk sebuah mobil. Ekosistem ini menyerap tenaga kerja masif, mencapai 1,5 juta orang.
Di satu sisi, data menunjukkan penjualan mobil listrik impor memang meroket, mencatatkan kenaikan signifikan 17 persen di segmen menengah.
Namun, di sisi lain, kue pasar yang mereka rebut adalah milik mobil-mobil yang selama ini diproduksi di dalam negeri, yang notabene memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sangat tinggi, berkisar 80 hingga 90 persen.
“Pada 2024, kendaraan listrik itu semakin banyak, namun ini menekan kendaraan-kendaraan yang sudah diproduksi dalam negeri. Sementara kendaraan yang sudah diproduksi dalam negeri itu adalah kendaraan TKDN tinggi,” tutur Kukuh, menyoroti paradoks kebijakan yang terjadi.
Lihat Juga :