Pasar Otomotif Lesu, Ahok Sampaikan Tiga Resep Kritis untuk Pemerintah

Sabtu, 13 September 2025 - 16:01 WIB
loading...
Pasar Otomotif Lesu,...
Dalam kunjungan ke pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Pondok Ungu, Bekasi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan pesan keras dan jelas ke industri otomotif. Foto: Instagrap BTP
A A A
JAKARTA - Di saat data penjualan mobil dan motor nasional menunjukkan rapor merah dan bayang-bayang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mulai menghantui, suara yang lama tak terdengar di panggung industri tiba-tiba kembali menggema dengan tajam. Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, "turun gunung" langsung ke jantung industri.

Dalam kunjungan ke pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Pondok Ungu, Bekasi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan pesan keras dan jelas: industri otomotif, yang seharusnya menjadi harapan ekonomi bangsa, kini tengah menghadapi masalah serius, dan pemerintah perlu segera bertindak.

"Industri otomotif adalah industri yang bisa menjadi harapan perekonomian Indonesia," ujar Ahok dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya. "Dengan catatan, Pemerintah mau turun dan mendengar langsung kesulitan di lapangan, supaya kebijakan yang dibuat adalah kebijakan solutif untuk pelaku usaha, pekerja dan konsumen."

Pernyataan ini bukan sekadar imbauan, melainkan kritik tajam di tengah kondisi pasar yang sedang tidak baik-baik saja.

Ahok kemudian memaparkan tiga "resep" atau solusi fundamental yang menurutnya harus segera dijalankan
pemerintah jika ingin menyelamatkan sektor vital ini.

Resep #1: Rombak Total Jalur Logistik

Menurut Ahok, salah satu penyakit kronis yang menggerogoti daya saing industri otomotif nasional adalah biaya logistik yang selangit. Ia menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur vital yang menjadi urat nadi distribusi.

"Perbaikan sektor logistik mencakup pelabuhan, jalur kereta api, dan akses dari pabrik ke jalan tol sangat penting," tegasnya.

Logikanya sederhana: dengan jalur distribusi yang efisien, biaya pengiriman komponen dan mobil jadi dapat ditekan secara signifikan. Ini akan membuat harga mobil produksi Indonesia lebih kompetitif tanpa harus membebani infrastruktur jalan yang sudah ada.

Resep #2: Cetak 'Prajurit' Industri yang Tepat

Masalah kedua yang disorot adalah kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil di lantai pabrik. Ahok menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terarah.

Industri otomotif modern membutuhkan "prajurit-prajurit" dengan kompetensi spesifik di bidang teknologi dan manufaktur canggih. Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa kurikulum pendidikan dan pelatihan kerja benar-benar selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh pabrik-pabrik perakitan mobil, sehingga tidak ada lagi cerita sulit mencari tenaga kerja yang siap pakai.

Resep #3: Manfaatkan 'Kartu Truf' ASEAN

Resep ketiga dan mungkin yang paling strategis adalah seruan agar pemerintah lebih lihai dalam memanfaatkan panggung diplomasi regional, khususnya melalui Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA).

"Pemerintah bisa menjalin hubungan diplomatik agar produksi mobil di Indonesia lebih efisien," tutur Ahok. Ia menyoroti satu aturan krusial: jika sebuah mobil yang dirakit di Indonesia memiliki setidaknya 50 persen komponen yang juga berasal dari negara-negara ASEAN, maka bea masuk dapat dihapuskan.

Ini adalah "kartu truf" yang menurut Ahok belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan kerja sama yang lebih erat antar negara ASEAN, Indonesia bisa menjadi basis produksi yang jauh lebih efisien dan menarik bagi para investor global.

Pada akhirnya, "turun gunung"-nya Ahok ini menjadi sebuah pengingat yang kuat. Di saat industri sibuk dengan perang diskon dan target penjualan bulanan, ia justru menunjuk pada masalah-masalah struktural yang lebih dalam.

Pesannya jelas: tanpa perbaikan fundamental di bidang logistik, SDM, dan diplomasi perdagangan, potensi raksasa industri otomotif Indonesia akan selamanya terbelenggu. Pertanyaannya kini, apakah pemerintah mendengarkan resepkritisini?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
IIMS Jakarta 2026 Selesai...
IIMS Jakarta 2026 Selesai Digelar, Hadirkan Solusi Finansial Holistik bagi Industri Otomotif
Rekomendasi
JPU Sebut Perbuatan...
JPU Sebut Perbuatan Dokter Tifa Membuat Jokowi Merasa Dihina Sehina-hinanya
Hadapi Gugatan Ruben...
Hadapi Gugatan Ruben Onsu, Sarwendah Klaim Simpan Fakta yang Belum Pernah Diungkap
Bikin Omzet Naik, Sandi...
Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
Berita Terkini
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Densu Jadi Wajah Baru...
Densu Jadi Wajah Baru Caroline.id, Strategi Kepercayaan di Tengah Pasar Mobil Bekas yang Makin Sengit
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved