Pensiunkan Logo Krom 3D, Suzuki Sambut Era Baru Setelah 22 Tahun

Jum'at, 26 September 2025 - 13:26 WIB
loading...
Pensiunkan Logo Krom...
Suzuki tidak lagi akan menggunakan logo krom 3D. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Sebuah era telah berakhir. Setelah 22 tahun menjadi identitas yang melekat di jutaan kendaraan di seluruh dunia, logo tiga dimensi (3D) berlapis krom yang ikonik dari Suzuki Motor Corporation resmi dipensiunkan.

Perombakan total yang diumumkan pertama kali sejak 2003 ini bukan sekadar penyegaran visual, melainkan deklarasi filosofi baru untuk menghadapi medan pertempuran mobilitas di masa depan.

Logo anyar ini dijadwalkan akan melakukan debut resminya di panggung Japan Mobility Show 2025, menjadi simbol babak baru bagi perusahaan yang telah menggunakan logo "S" sejak tahun 1958.

Dari Kilau Krom ke Perak Ramah Lingkungan

Perubahannya terasa radikal meski subtil. Desain 3D yang gagah dan mengkilap kini digantikan oleh emblem dua dimensi (2D) yang datar dengan kontur mulus. Lapisan kromnya pun telah lenyap, digantikan oleh warna "perak terang" yang lebih kalem, menyerupai aluminium matte.

Di balik pilihan estetika ini, Suzuki menyisipkan pesan kuat. Mereka menyebut bahwa desain baru ini lebih ramah lingkungan—kritik halus terhadap kemewahan masa lalu dan sebuah janji untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Makna di Balik Slogan "By Your Side"
Pensiunkan Logo Krom 3D, Suzuki Sambut Era Baru Setelah 22 Tahun

Lebih dari sekadar desain, logo baru ini adalah visualisasi dari slogan dan arah baru perusahaan: "By Your Side".

"Lambang baru ini mencerminkan slogan perusahaan yang baru ditetapkan, 'By Your Side', dan mewujudkan komitmen Suzuki yang teguh untuk 'berfokus pada pelanggan,' serta kemungkinan-kemungkinan baru untuk masa depan," bunyi keterangan resmi Suzuki.

Pesan ini dipertegas langsung oleh sang nakhoda, Presiden dan CEO Suzuki, Toshihiro Suzuki. Ia menyatakan bahwa perubahan ini adalah komitmen untuk selalu berada di sisi konsumen.

"Di bawah slogan perusahaan 'By Your Side', kami akan terus menyediakan mobilitas infrastruktur yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, bergerak maju bersama pelanggan kami, dan berkontribusi pada terwujudnya masa depan yang berkelanjutan," ujar Toshihiro.

Wabah Logo Datar: Kebutuhan Digital atau Krisis Identitas?

Langkah Suzuki ini memang tak mengejutkan. Mereka adalah salah satu pemain besar terakhir yang akhirnya ikut dalam "wabah logo datar" yang telah melanda industri otomotif. Raksasa seperti VW, Audi, Nissan, BMW, Kia, Peugeot, hingga Lamborghini telah lebih dulu menyederhanakan logo kebanggaan mereka.

Fenomena ini memicu perdebatan sengit. Di satu sisi, para analis desain berargumen bahwa logo 2D jauh lebih fungsional di era digital. Tampilannya lebih bersih dan jelas di layar smartphone, situs web, hingga panel instrumen mobil yang kini didominasi layar.

Namun, di sisi lain, para kritikus menyuarakan keprihatinan. Mereka merasa perataan logo-logo ikonik ini telah merenggut "jiwa", kedalaman, dan kehadiran fisik yang pernah mereka miliki.

Pertanyaannya kini, apakah langkah Suzuki ini adalah sebuah evolusi cerdas untuk beradaptasi dengan dunia digital, atau sekadar ikut-ikutan tren yang berisiko menghilangkan sebagian dari identitas yang telah dibangun selamapuluhantahun?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suzuki Jimny Rhino 4x4...
Suzuki Jimny Rhino 4x4 Siap Diluncurkan Akhir Tahun Ini
Suzuki Swift dengan...
Suzuki Swift dengan Mesin Hidrogen Tanpa Emisi Diluncurkan
Suzuki GSX-8T dan GSX-8TT...
Suzuki GSX-8T dan GSX-8TT dengan Sentuhan Neo-Retro Diluncurkan
Dari Angkot hingga Ambulans,...
Dari Angkot hingga Ambulans, Suzuki Pamer 6 Kendaraan Niaga GIICOMVEC 2026
Beda Kelas Layanan Mudik:...
Beda Kelas Layanan Mudik: Suzuki Buka 71 Titik Bengkel, Chery Hanya Sanggup 22 Posko
10 Fakta eVitara, SUV...
10 Fakta eVitara, SUV Listrik Global Pertama Suzuki Sekaligus Model Termahal di Indonesia
Menjaga Eksistensi Bisnis...
Menjaga Eksistensi Bisnis lewat Transformasi dan Semangat Baru
Kader PSI Hadiri Penutupan...
Kader PSI Hadiri Penutupan Kongres dengan Kaus Logo Baru
Logo Google Diperbarui...
Logo Google Diperbarui dengan Warna Gradasi Baru
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved