Pengembangan Kendaraan Listrik, Indonesia Bisa Belajar dari China
Senin, 14 September 2020 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip International Energy Agency/IEA, Djauhari Oratmangun , China saat ini berada di posisi terdepan dalam penggunaan kendaraan listrik. Data per akhir Juni 2019 menunjukkan bahwa hampir separuh dari populasi mobil listrik dan 99% populasi bus listrik dunia berada di China, juga mendominasi pasar global untuk kendaraan listrik kecepatan rendah dan kendaraan listrik roda dua. “Selama beberapa tahun terakhir ini, industri kendaraan listrik di China memang berkembang sangat cepat dan pesat,” ujarnya.
Sejumlah produsen kendaraan listrik di China kini bahkan bisa menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan kendaraan listrik dengan merek ternama seperti Tesla. “Misalnya saja, produsen mobil listrik ternama China, Nio, banyak melakukan revisi dari desain kendaraannya untuk memenuhi permintaan konsumen,” katanya.
Sementara itu, BYD yang juga punya nama di tingkat global sudah mampu mengembangkan baterai berkualitas tinggi 100%, yang dapat didaur ulang dengan harga relatif lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan pesaing. (Lihat videonya: Peran Ki Gede Sala dalam Berdirinya Kota Solo)
Direktur PT Bluebird Tbk Andre Djokosoetono mengatakan, perseroan sangat puas dengan operasional dari kendaraan listrik E-Bluebird. “Respons dari pengemudi dan konsumen sangat baik. Mereka memberikan kesan positif, mereka bilang unitnya sangat jarang mengalami kendala di jalanan serta memiliki kemampuan jarak tempuh yang bisa diandalkan dalam mengantarkan penumpang,” katanya.
Saat ini Bluebird Group menggunakan 25 unit sedan listrik sebagai armada taksinya antara lain unit BYD e6 dari China. (Rakhmat Baihaqi)
Sejumlah produsen kendaraan listrik di China kini bahkan bisa menghasilkan produk-produk yang mampu bersaing dengan kendaraan listrik dengan merek ternama seperti Tesla. “Misalnya saja, produsen mobil listrik ternama China, Nio, banyak melakukan revisi dari desain kendaraannya untuk memenuhi permintaan konsumen,” katanya.
Sementara itu, BYD yang juga punya nama di tingkat global sudah mampu mengembangkan baterai berkualitas tinggi 100%, yang dapat didaur ulang dengan harga relatif lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan pesaing. (Lihat videonya: Peran Ki Gede Sala dalam Berdirinya Kota Solo)
Direktur PT Bluebird Tbk Andre Djokosoetono mengatakan, perseroan sangat puas dengan operasional dari kendaraan listrik E-Bluebird. “Respons dari pengemudi dan konsumen sangat baik. Mereka memberikan kesan positif, mereka bilang unitnya sangat jarang mengalami kendala di jalanan serta memiliki kemampuan jarak tempuh yang bisa diandalkan dalam mengantarkan penumpang,” katanya.
Saat ini Bluebird Group menggunakan 25 unit sedan listrik sebagai armada taksinya antara lain unit BYD e6 dari China. (Rakhmat Baihaqi)
(ysw)
Lihat Juga :