Membedah Keselamatan Baterai Motor Listrik dan APAR Khusus yang Wajib Anda Tahu

Sabtu, 13 Desember 2025 - 15:25 WIB
loading...
Membedah Keselamatan...
Jangan asal semprot, kebakaran baterai listrik ternyata tak mempan dipadamkan pakai APAR biasa karena ia memproduksi oksigen sendiri. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
KUDUS - Bayangkan sebuah api yang tidak bisa dibunuh karena ia membawa tabung oksigennya sendiri di dalam jantungnya. Ini bukan adegan film fiksi ilmiah, melainkan skenario mimpi buruk yang nyata terjadi pada kebakaran baterai kendaraan listrik tertentu.

Josaphat Bagus Purnama, Head of Design, Quality and Assurance EV Polytron, melalui edukasi teknisnya, membuka mata publik bahwa tidak semua baterai litium diciptakan setara, dan tidak semua tabung pemadam api (APAR) mampu menjadi penyelamat.

“Keselamatan di jalan raya kini bukan hanya soal helm dan rem, melainkan memahami apa yang bergejolak di balik kemasan baterai motor listrik Anda,” beber Josaphat.

NMC vs LFP: Pertarungan Kimiawi di Suhu Ekstrem

Dalam dunia baterai, terdapat dua rezim utama: NMC (Nickel Manganese Cobalt) dan LFP (Lithium Iron Phosphate). Perbedaannya bukan sekadar pada jarak tempuh, melainkan pada bagaimana mereka bereaksi saat bencana terjadi.

Data teknis menunjukkan fakta yang mengerikan tentang NMC. Saat terbakar, baterai jenis ini mengalami reaksi dekomposisi eksotermik yang kuat.

Artinya, ia terurai sembari melepaskan panas dahsyat. Lebih fatal lagi, struktur oksidanya melepaskan oksigen internal. Oksigen inilah yang membuat api semakin "mengamuk", menaikkan suhu hingga lebih dari 900 derajat Celcius dan berpotensi memicu ledakan.

Sebaliknya, LFP hadir sebagai antitesis yang lebih tenang. Saat terjadi kebakaran, LFP tidak melepaskan oksigen internal.

Yang terbakar hanyalah cairan elektrolitnya, sehingga suhu puncak jauh lebih rendah, api merambat lambat, dan jauh lebih mudah dikendalikan. Ini adalah perbedaan fundamental antara "api liar" dan "api yang bisa dijinakkan".

Keterbatasan BMS: Penjaga yang Bisa Gagal

Banyak pengguna merasa aman karena adanya Battery Management System (BMS). Memang, BMS adalah garda terdepan yang canggih.

Sistem ini efektif menangani risiko overheating akibat pengisian daya berlebih (over charge) atau kegagalan pendingin dengan cara memutus arus via sensor temperatur.

Namun, Polytron mengingatkan bahwa BMS bukanlah dewa. Ada tiga skenario maut di mana BMS angkat tangan:

1. Korsleting Internal (Internal Short Circuit): Disebabkan cacat pabrik, bocornya separator, atau tumbuhnya dendrit litium di dalam sel.

2. Korsleting Kutub Luar: Hubungan arus pendek pada kabel atau bus bar akibat kerusakan komponen.

3. Kerusakan Mekanis (Mechanical Damage): Sel baterai yang tertusuk atau sobek akibat kecelakaan lalu lintas.

Dalam ketiga kondisi di atas, BMS tidak bisa menangani masalah. Di sinilah jenis kimia baterai menjadi pertahanan terakhir. Karena LFP lebih stabil dan tidak memproduksi oksigen, ia jauh lebih aman dibanding NMC saat sistem elektronik gagal melindungi fisik baterai.

Salah Kaprah APAR: Busa dan Serbuk Tak Mempan

Jika api sudah menyala, naluri pertama adalah menyemprotkan APAR. Namun, hati-hati, salah memilih jenis APAR justru bisa sia-sia.

Banyak gedung dan kendaraan masih dilengkapi APAR jenis Powder (Serbuk) atau AFFF (Foam).

Berdasarkan data keselamatan Polytron, kedua jenis ini diberi tanda silang merah besar untuk kebakaran baterai litium.
Membedah Keselamatan Baterai Motor Listrik dan APAR Khusus yang Wajib Anda Tahu


1. AFFF (Busa): Dirancang untuk memutus suplai oksigen dari udara luar (cocok untuk bensin/minyak). Namun, karena baterai NMC memproduksi oksigen sendiri dari dalam, busa ini tidak efektif.

2. Powder (Serbuk): Hanya memutus rantai reaksi kimia api, namun kurang efektif mendinginkan suhu inti baterai litium yang sangat panas.

3. Solusi mutlak adalah APAR jenis AF31 (Liquid). Cairan khusus ini dirancang untuk mendinginkan baterai guna menghambat thermal runaway. AF31 membentuk lapisan protektif yang mencegah penyalaan ulang, disemprotkan secara berkala untuk menekan suhu drastis.

Edukasi ini menegaskan satu hal: memiliki motor listrik berarti harus siap dengan mitigasi yang tepat.

Memilih baterai LFP yang lolos uji tusuk paku (nail penetration test) dan melengkapi diri dengan APAR AF31 bukan lagi pilihan opsional.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Gemuruh Adrenalin Istora...
Gemuruh Adrenalin Istora dan Ketenangan Kabin G3+: Strategi Polytron Manjakan Atlet Bulu Tangkis Elite Dunia
50.000 Pengguna! Ini...
50.000 Pengguna! Ini Rahasia Polytron Kuasai Pasar Motor Listrik Indonesia Tahun 2026
Indonesia Open 2026...
Indonesia Open 2026 Jadi Ajang Unjuk Gigi Mobil Listrik Lokal
5 Alasan Motor Listrik...
5 Alasan Motor Listrik Polytron Fox 350 Jauh Lebih Masuk Akal untuk BGN Dibanding Emmo JVX GT
Cek Kalkulator Ini,...
Cek Kalkulator Ini, Ternyata Pindah ke Motor Listrik Polytron Bisa Hemat Rp4,4 Juta Setahun
Trik Rahasia Polytron...
Trik Rahasia Polytron Ini Bikin AC di Rumah Makin Dingin dan Irit!
Raksasa Elektronik Lokal...
Raksasa Elektronik Lokal Menggebrak! Polytron Luncurkan Laptop Luxia, Harga Mulai Rp5 Jutaan dengan Garansi Anti-Rusak
Perayaan Anniversary...
Perayaan Anniversary 49 Tahun POLYTRON dan Peluncuran Produk Baru
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved