Mercedes-Benz Tinggalkan Lem, Kembali Pakai Sekrup
Selasa, 30 Desember 2025 - 08:37 WIB
loading...
Mercedes-Benz Tinggalkan Lem. FOTO/ MERCEDES
A
A
A
LONDON - Mercedes-Benz kini mengambil pendekatan berbeda dalam desain komponen kendaraannya dengan memutuskan untuk mengganti penggunaan lem dengan sekrup pada beberapa bagian penting, terutama lampu depan.
Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan jangka panjang perusahaan di bawah program teknologi yang dikenal sebagai "Tomorrow XX".
Berbeda dengan tren industri sebelumnya yang lebih menyukai penggunaan lem permanen, pendekatan baru ini bertujuan untuk membuat komponen lebih mudah dibongkar, diperbaiki, dan didaur ulang, sehingga mengurangi limbah.
Dalam konsep terbaru yang diperkenalkan, lampu depan dirancang secara modular dan dirakit menggunakan sekrup, bukan perekat.
Hal ini memungkinkan komponen internal seperti lensa atau modul tertentu untuk diganti secara individual jika rusak, tanpa harus mengganti seluruh unit lampu depan.
Akibatnya, limbah elektronik dapat dikurangi secara signifikan karena hanya bagian yang rusak yang perlu diganti, bukan seluruh sistem penerangan seperti yang terjadi pada sebagian besar mobil modern saat ini.
Pendekatan ini tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga menguntungkan pemilik kendaraan. Proses perbaikan lebih mudah dan berpotensi lebih murah karena komponen dapat dibuka dan dipasang kembali tanpa merusak struktur aslinya.
Bagi bengkel independen, penggemar modifikasi, dan komunitas hak untuk memperbaiki, ini adalah perkembangan positif yang jarang terlihat dari produsen mobil premium.
Mercedes-Benz juga menekankan bahwa keputusan ini bukan hanya tentang idealisme hijau. Dari perspektif bisnis, bahan baku seperti litium, magnet tanah jarang, dan tembaga kini semakin mahal dan tidak pasti dalam hal pasokan global.
Dengan membuat komponen eksternal seperti lampu lebih mudah diganti tanpa menyentuh bagian internal yang mahal, biaya produksi dan perbaikan dapat dikendalikan dengan lebih baik.
Dalam jangka panjang, strategi ini dapat mengurangi ketergantungan pada material baru dan meningkatkan penggunaan material daur ulang.
Selain lampu depan, filosofi desain ini juga meluas ke bagian lain kendaraan seperti penggunaan plastik daur ulang, lapisan bawah bodi dari bahan pasca-konsumsi, rem dari bahan daur ulang, dan penggunaan bahan alternatif untuk komponen interior kabin.
Secara keseluruhan, pendekatan ini mencerminkan upaya Mercedes-Benz untuk bergerak menuju ekonomi sirkular, di mana kendaraan tidak lagi dipandang sebagai produk sekali pakai, tetapi sebagai aset jangka panjang yang dapat diperbaiki, ditingkatkan, dan didaur ulang secara lebih efisien
Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan jangka panjang perusahaan di bawah program teknologi yang dikenal sebagai "Tomorrow XX".
Berbeda dengan tren industri sebelumnya yang lebih menyukai penggunaan lem permanen, pendekatan baru ini bertujuan untuk membuat komponen lebih mudah dibongkar, diperbaiki, dan didaur ulang, sehingga mengurangi limbah.
Dalam konsep terbaru yang diperkenalkan, lampu depan dirancang secara modular dan dirakit menggunakan sekrup, bukan perekat.
Hal ini memungkinkan komponen internal seperti lensa atau modul tertentu untuk diganti secara individual jika rusak, tanpa harus mengganti seluruh unit lampu depan.
Akibatnya, limbah elektronik dapat dikurangi secara signifikan karena hanya bagian yang rusak yang perlu diganti, bukan seluruh sistem penerangan seperti yang terjadi pada sebagian besar mobil modern saat ini.
Pendekatan ini tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga menguntungkan pemilik kendaraan. Proses perbaikan lebih mudah dan berpotensi lebih murah karena komponen dapat dibuka dan dipasang kembali tanpa merusak struktur aslinya.
Bagi bengkel independen, penggemar modifikasi, dan komunitas hak untuk memperbaiki, ini adalah perkembangan positif yang jarang terlihat dari produsen mobil premium.
Mercedes-Benz juga menekankan bahwa keputusan ini bukan hanya tentang idealisme hijau. Dari perspektif bisnis, bahan baku seperti litium, magnet tanah jarang, dan tembaga kini semakin mahal dan tidak pasti dalam hal pasokan global.
Dengan membuat komponen eksternal seperti lampu lebih mudah diganti tanpa menyentuh bagian internal yang mahal, biaya produksi dan perbaikan dapat dikendalikan dengan lebih baik.
Dalam jangka panjang, strategi ini dapat mengurangi ketergantungan pada material baru dan meningkatkan penggunaan material daur ulang.
Selain lampu depan, filosofi desain ini juga meluas ke bagian lain kendaraan seperti penggunaan plastik daur ulang, lapisan bawah bodi dari bahan pasca-konsumsi, rem dari bahan daur ulang, dan penggunaan bahan alternatif untuk komponen interior kabin.
Secara keseluruhan, pendekatan ini mencerminkan upaya Mercedes-Benz untuk bergerak menuju ekonomi sirkular, di mana kendaraan tidak lagi dipandang sebagai produk sekali pakai, tetapi sebagai aset jangka panjang yang dapat diperbaiki, ditingkatkan, dan didaur ulang secara lebih efisien
(wbs)
Lihat Juga :