China Resmi Kudeta Jepang sebagai Raja Otomotif Dunia 2025
Rabu, 31 Desember 2025 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
Thailand menjadi ilustrasi nyata betapa cepatnya neraca kekuatan berubah. Per November 2025, pangsa pasar mobil Jepang di Thailand menyusut menjadi 69 persen, turun drastis dari penguasaan sekitar 90 persen pada lima tahun lalu.
Fenomena serupa juga dirasakan di Malaysia dan Indonesia. Seiring meningkatnya adopsi EV, merek-merek China menarik perhatian konsumen dengan harga agresif dan siklus peluncuran produk yang cepat, memaksa pemain lama untuk memikirkan ulang struktur biaya dan penawaran fitur mereka.
Penjualan mobil China di Benua Biru diproyeksikan tetap tumbuh 7 persen menjadi sekitar 2,3 juta unit. Meski Uni Eropa telah memberlakukan tarif hingga 45,3 persen untuk EV China, ekspor PHEV—yang menghadapi batasan lebih sedikit—justru meningkat pesat dan membentuk ulang strategi ekspor di wilayah tersebut.
Pertumbuhan juga terakselerasi di pasar negara berkembang. Penjualan di Afrika diperkirakan naik 32 persen menjadi 230.000 unit, sementara pasar Amerika Tengah dan Selatan diproyeksikan tumbuh 33 persen menjadi sekitar 540.000 unit.
Kendati demikian, seiring skala global produsen China yang membesar, resistensi proteksionisme pun menguat.
Amerika Serikat dan Kanada telah memberlakukan tarif melebihi 100 persen untuk EV China, sebuah sinyal tegas bahwa kompetisi global di masa depan tidak hanya akan ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh perang dagang yang semakin intens.
Fenomena serupa juga dirasakan di Malaysia dan Indonesia. Seiring meningkatnya adopsi EV, merek-merek China menarik perhatian konsumen dengan harga agresif dan siklus peluncuran produk yang cepat, memaksa pemain lama untuk memikirkan ulang struktur biaya dan penawaran fitur mereka.
Medan Tempur Eropa dan Tembok Tarif
Di belahan dunia lain, Eropa tetap menjadi medan pertempuran utama meskipun hambatan perdagangan mulai meninggi.Penjualan mobil China di Benua Biru diproyeksikan tetap tumbuh 7 persen menjadi sekitar 2,3 juta unit. Meski Uni Eropa telah memberlakukan tarif hingga 45,3 persen untuk EV China, ekspor PHEV—yang menghadapi batasan lebih sedikit—justru meningkat pesat dan membentuk ulang strategi ekspor di wilayah tersebut.
Pertumbuhan juga terakselerasi di pasar negara berkembang. Penjualan di Afrika diperkirakan naik 32 persen menjadi 230.000 unit, sementara pasar Amerika Tengah dan Selatan diproyeksikan tumbuh 33 persen menjadi sekitar 540.000 unit.
Kendati demikian, seiring skala global produsen China yang membesar, resistensi proteksionisme pun menguat.
Amerika Serikat dan Kanada telah memberlakukan tarif melebihi 100 persen untuk EV China, sebuah sinyal tegas bahwa kompetisi global di masa depan tidak hanya akan ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh perang dagang yang semakin intens.
(dan)
Lihat Juga :