China Bangkitkan Mesin Rotary Wankel yang Ditinggalkan Mazda, Siap Dipakai Taksi Terbang 2027!
Senin, 05 Januari 2026 - 20:36 WIB
loading...
Prototipe mesin rotari terbaru buatan Harbin Dongan Auto Engine yang dilapisi komposit nanodiamond, dirancang khusus untuk menggerakkan drone dan taksi terbang mulai tahun 2027. Foto: ist
A
A
A
HARBIN - Ketika dunia otomotif mengira mesin rotari Wankel telah terkubur dalam buku sejarah atau sekadar menjadi "genset" bagi mobil hibrida Mazda, industri China justru melakukan manuver mengejutkan.
Harbin Dongan Auto Engine, anak perusahaan raksasa Changan Automobile Group, secara resmi menghidupkan kembali teknologi legendaris ciptaan insinyur Jerman Felix Wankel tersebut.
Namun, kali ini tujuannya bukan untuk melesat di aspal, melainkan untuk mendominasi langit melalui revolusi mobilitas udara.
China melihat celah emas pada karakteristik mesin ini untuk diaplikasikan pada drone dan kendaraan Vertical Takeoff and Landing (VTOL) yang kini menjadi tulang punggung sektor mobilitas udara Negeri Tirai Bambu.
Spesifikasi teknisnya dirancang untuk efisiensi dan durabilitas ekstrem. Mesin ini mampu berputar hingga 6.500 rpm dan menghasilkan tenaga sebesar 53 kW atau setara 71 tenaga kuda (hp).
Meskipun angka tersebut terlihat moderat untuk ukuran mobil sport, dalam konteks aviasi ringan, rasio daya terhadap bobot adalah segalanya. Mesin ini menggunakan rumah blok berbahan aluminium cor (cast aluminum housing) untuk memangkas bobot.
Keunggulan teknis paling menonjol terletak pada pelapisan internalnya. Dongan menyematkan lapisan komposit non-gesekan berbasis nanodiamond.
Teknologi ini menjawab kelemahan klasik mesin rotari—yakni keausan pada apex seal—sekaligus meningkatkan efisiensi termal dan daya tahan untuk operasi penerbangan jangka panjang.
Tak berhenti di situ, varian dua rotor (twin-rotor) kini sedang dalam tahap pengembangan aktif. Varian ini diproyeksikan mampu menggandakan output tenaga hingga 110 kW atau setara 148 hp, memberikan daya dorong yang cukup untuk wahana terbang berkapasitas penumpang.
Mesin rotari memiliki dimensi yang jauh lebih ringkas dibandingkan mesin piston konvensional dengan tenaga setara.
Selain itu, karakteristik kerjanya yang minim getaran dan senyap menjadi nilai jual utama (USP) dalam operasi penerbangan, terutama untuk kebutuhan pengintaian atau transportasi sipil yang mementingkan kenyamanan.
Dongan Auto tidak bergerak sendirian. Mereka tengah membangun ekosistem raksasa dengan menggandeng pemain-pemain kunci.
Proyek pengembangan mesin ini melibatkan ARIDGE, divisi mobil terbang dari Xpeng, serta raksasa teknologi Huawei dan pemimpin pasar drone global, DJI.
Rencana produksi massal mesin rotari satu rotor ini dijadwalkan mulai bergulir pada 2027. Selain varian naturally aspirated, Dongan juga tengah mengembangkan varian turbocharged untuk kebutuhan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di ketinggian menengah hingga tinggi.
Namun, peran mesin rotari di MX-30 R-EV telah direduksi menjadi sekadar range extender atau pengisi daya baterai, bukan penggerak roda utama. Unit satu rotor berkapasitas 830 cc tersebut hanya menghasilkan tenaga 74 hp.
Meski demikian, asa bagi penggemar kecepatan belum sepenuhnya padam. Awal tahun ini, Mazda memamerkan konsep Vision-X Coupe yang menggabungkan mesin rotari turbocharged, motor listrik, dan baterai untuk menghasilkan tenaga gabungan 503 hp.
Namun, itu masih berupa prototipe mobil, sementara China sudah bersiap memproduksi mesin rotari untuk menerbangkan manusia dan kargo melintasi cakrawala kota.
Harbin Dongan Auto Engine, anak perusahaan raksasa Changan Automobile Group, secara resmi menghidupkan kembali teknologi legendaris ciptaan insinyur Jerman Felix Wankel tersebut.
Namun, kali ini tujuannya bukan untuk melesat di aspal, melainkan untuk mendominasi langit melalui revolusi mobilitas udara.
China melihat celah emas pada karakteristik mesin ini untuk diaplikasikan pada drone dan kendaraan Vertical Takeoff and Landing (VTOL) yang kini menjadi tulang punggung sektor mobilitas udara Negeri Tirai Bambu.
Spesifikasi Teknis: Kecil, Ringan, Berlapis Berlian
Harbin Dongan Auto Engine tidak sekadar meniru desain lama. Mereka mengembangkan prototipe mesin rotari satu rotor (single-rotor) yang dirancang khusus untuk penerbangan ketinggian rendah.Spesifikasi teknisnya dirancang untuk efisiensi dan durabilitas ekstrem. Mesin ini mampu berputar hingga 6.500 rpm dan menghasilkan tenaga sebesar 53 kW atau setara 71 tenaga kuda (hp).
Meskipun angka tersebut terlihat moderat untuk ukuran mobil sport, dalam konteks aviasi ringan, rasio daya terhadap bobot adalah segalanya. Mesin ini menggunakan rumah blok berbahan aluminium cor (cast aluminum housing) untuk memangkas bobot.
Keunggulan teknis paling menonjol terletak pada pelapisan internalnya. Dongan menyematkan lapisan komposit non-gesekan berbasis nanodiamond.
Teknologi ini menjawab kelemahan klasik mesin rotari—yakni keausan pada apex seal—sekaligus meningkatkan efisiensi termal dan daya tahan untuk operasi penerbangan jangka panjang.
Tak berhenti di situ, varian dua rotor (twin-rotor) kini sedang dalam tahap pengembangan aktif. Varian ini diproyeksikan mampu menggandakan output tenaga hingga 110 kW atau setara 148 hp, memberikan daya dorong yang cukup untuk wahana terbang berkapasitas penumpang.
Logika Pasar: Mengapa Rotari untuk Udara?
Keputusan China membangkitkan mesin Wankel adalah langkah logis untuk sektor aviasi nirlawak.Mesin rotari memiliki dimensi yang jauh lebih ringkas dibandingkan mesin piston konvensional dengan tenaga setara.
Selain itu, karakteristik kerjanya yang minim getaran dan senyap menjadi nilai jual utama (USP) dalam operasi penerbangan, terutama untuk kebutuhan pengintaian atau transportasi sipil yang mementingkan kenyamanan.
Dongan Auto tidak bergerak sendirian. Mereka tengah membangun ekosistem raksasa dengan menggandeng pemain-pemain kunci.
Proyek pengembangan mesin ini melibatkan ARIDGE, divisi mobil terbang dari Xpeng, serta raksasa teknologi Huawei dan pemimpin pasar drone global, DJI.
Rencana produksi massal mesin rotari satu rotor ini dijadwalkan mulai bergulir pada 2027. Selain varian naturally aspirated, Dongan juga tengah mengembangkan varian turbocharged untuk kebutuhan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di ketinggian menengah hingga tinggi.
Mazda: Antara Nostalgia dan Hibridisasi
Sementara China bergegas ke angkasa, Mazda di Jepang mengambil pendekatan yang berbeda. Setelah menghentikan produksi mesin rotari pada 2012 akibat terganjal standar emisi Euro 5, Mazda menghadirkan kembali teknologi ini pada 2023 lewat model MX-30 R-EV.Namun, peran mesin rotari di MX-30 R-EV telah direduksi menjadi sekadar range extender atau pengisi daya baterai, bukan penggerak roda utama. Unit satu rotor berkapasitas 830 cc tersebut hanya menghasilkan tenaga 74 hp.
Meski demikian, asa bagi penggemar kecepatan belum sepenuhnya padam. Awal tahun ini, Mazda memamerkan konsep Vision-X Coupe yang menggabungkan mesin rotari turbocharged, motor listrik, dan baterai untuk menghasilkan tenaga gabungan 503 hp.
Namun, itu masih berupa prototipe mobil, sementara China sudah bersiap memproduksi mesin rotari untuk menerbangkan manusia dan kargo melintasi cakrawala kota.
(dan)
Lihat Juga :