Saat LCGC Ditinggalkan, Mobil Listrik Rp199 Juta Justru Jadi Primadona Baru
Jum'at, 23 Januari 2026 - 10:08 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2019, LCGC berada di puncak kejayaannya dengan total distribusi mencapai 217.454 unit.
Segmen ini sempat terhempas badai pandemi pada 2020, menyusut ke level terendah 104.650 unit. Namun, daya lenting pasar terbukti kuat.
Tahun 2021, penjualan perlahan merangkak naik ke 146.520 unit, disusul momentum pemulihan yang solid pada 2022 dengan angka 186.649 unit.
Tren positif ini berlanjut hingga 2023, di mana penjualan nyaris kembali menyentuh level psikologis 200 ribu, tepatnya 198.564 unit.
Sayangnya, euforia itu berumur pendek. Tren berbalik arah pada 2024 dengan penurunan 10 persen, sebelum akhirnya "terjun bebas" pada 2025, menyisakan volume penjualan yang jauh di bawah standar normal industri.
Segmen ini sempat terhempas badai pandemi pada 2020, menyusut ke level terendah 104.650 unit. Namun, daya lenting pasar terbukti kuat.
Tahun 2021, penjualan perlahan merangkak naik ke 146.520 unit, disusul momentum pemulihan yang solid pada 2022 dengan angka 186.649 unit.
Tren positif ini berlanjut hingga 2023, di mana penjualan nyaris kembali menyentuh level psikologis 200 ribu, tepatnya 198.564 unit.
Sayangnya, euforia itu berumur pendek. Tren berbalik arah pada 2024 dengan penurunan 10 persen, sebelum akhirnya "terjun bebas" pada 2025, menyisakan volume penjualan yang jauh di bawah standar normal industri.
Pembeli Pertama yang "Babak Belur"
Mengapa ini terjadi? Jawabannya terletak pada profil demografi konsumen. Segmen LCGC adalah "medan perang" bagi pembeli mobil pertama (first-time buyers) yang sangat sensitif terhadap gejolak ekonomi makro.Lihat Juga :