Reputasi Tank Runtuh? Volvo Terpaksa Tarik 40.000 SUV Listrik Akibat Ancaman Baterai Terbakar
Jum'at, 27 Februari 2026 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Namun, di sinilah letak ironinya. Baterai bermasalah yang menodai citra keselamatan Volvo justru diproduksi oleh perusahaan patungan (joint venture) yang juga didukung oleh Geely, yakni Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co.
Volvo mengklaim pihak pemasok telah memperbaiki cacat produksi tersebut dan akan segera menyuplai sel baterai pengganti yang baru secara gratis kepada konsumen.
Untuk mencegah hal buruk terjadi selama masa tunggu, sejak Desember lalu, Volvo mengimbau pemilik EX30 di negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Brazil untuk memarkir mobil mereka jauh dari bangunan.
Pemilik juga diwajibkan untuk membatasi pengisian daya baterai (charging) maksimal hanya 70 persen demi menghilangkan risiko kebakaran.
Volvo mengklaim pihak pemasok telah memperbaiki cacat produksi tersebut dan akan segera menyuplai sel baterai pengganti yang baru secara gratis kepada konsumen.
Untuk mencegah hal buruk terjadi selama masa tunggu, sejak Desember lalu, Volvo mengimbau pemilik EX30 di negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Brazil untuk memarkir mobil mereka jauh dari bangunan.
Pemilik juga diwajibkan untuk membatasi pengisian daya baterai (charging) maksimal hanya 70 persen demi menghilangkan risiko kebakaran.
Berapa Besar Kerugiannya?
Mengganti puluhan ribu modul baterai jelas bukan perkara murah. Sebuah analisis mengestimasi bahwa modul baterai pengganti baru ini bisa menelan biaya hingga USD195 juta (Rp 3,1 triliun). Angka fantastis ini bahkan belum termasuk biaya logistik pengiriman global dan ongkos jasa perbaikan di bengkel.Lihat Juga :