Reputasi Tank Runtuh? Volvo Terpaksa Tarik 40.000 SUV Listrik Akibat Ancaman Baterai Terbakar
Jum'at, 27 Februari 2026 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Volvo sendiri menyebut kalkulasi tersebut masih bersifat "spekulatif", dan menyatakan bahwa mereka sedang dalam tahap negosiasi intensif dengan pihak pemasok baterai.
Ini adalah momen hidup dan mati bagi citra Volvo. Andy Palmer, veteran industri yang pernah mengawasi peluncuran mobil listrik Nissan Leaf pada 2010, memberikan analisis menohok.
“Volvo identik dengan keselamatan, karena ini jantung merek mereka,” tegas Palmer. Senada dengan Palmer, Sam Fiorani selaku Wakil Presiden AutoForecast Solutions, menambahkan, "EX30 secara khusus sangat penting bagi Volvo, jadi mereka harus memperbaikinya.".
Sementara para eksekutif sibuk berhitung kerugian, konsumen di lapangan sudah mulai kehabisan kesabaran. Matthew Owen, seorang agen asuransi asal Inggris yang membeli EX30 karena kepincut dengan reputasi aman Volvo, kini menuntut pabrikan untuk bertanggung jawab penuh karena telah memproduksi "mobil yang berbahaya".
Kekecewaan serupa diutarakan Tony Lu, pemilik EX30 di Selandia Baru, yang merasa dirugikan karena pembatasan pengisian daya 70 persen membuat daya jelajah mobilnya menyusut drastis. Saking frustrasinya, Lu melontarkan kalimat pamungkas, "Saya akan sangat senang jika mereka (Volvo) membeli kembali mobil ini.".
Ini adalah momen hidup dan mati bagi citra Volvo. Andy Palmer, veteran industri yang pernah mengawasi peluncuran mobil listrik Nissan Leaf pada 2010, memberikan analisis menohok.
“Volvo identik dengan keselamatan, karena ini jantung merek mereka,” tegas Palmer. Senada dengan Palmer, Sam Fiorani selaku Wakil Presiden AutoForecast Solutions, menambahkan, "EX30 secara khusus sangat penting bagi Volvo, jadi mereka harus memperbaikinya.".
Sementara para eksekutif sibuk berhitung kerugian, konsumen di lapangan sudah mulai kehabisan kesabaran. Matthew Owen, seorang agen asuransi asal Inggris yang membeli EX30 karena kepincut dengan reputasi aman Volvo, kini menuntut pabrikan untuk bertanggung jawab penuh karena telah memproduksi "mobil yang berbahaya".
Kekecewaan serupa diutarakan Tony Lu, pemilik EX30 di Selandia Baru, yang merasa dirugikan karena pembatasan pengisian daya 70 persen membuat daya jelajah mobilnya menyusut drastis. Saking frustrasinya, Lu melontarkan kalimat pamungkas, "Saya akan sangat senang jika mereka (Volvo) membeli kembali mobil ini.".
(dan)
Lihat Juga :