FIF Cetak Rekor Laba Rp4,63 Triliun, Salurkan Pembiayaan Hampir Rp50 Triliun

Rabu, 04 Maret 2026 - 13:42 WIB
loading...
FIF Cetak Rekor Laba...
Infografis yang merangkum rapor hijau kinerja keuangan PT Federal International Finance (FIF) sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan solid di berbagai lini bisnis. Foto: FIF
A A A
JAKARTA - Walau ekonomi sedang naik turun, PT Federal International Finance (FIF) berhasil menutup 2025 dengan rapor biru: mencatat laba bersih sebesar Rp4,63 triliun.

Capaian anak perusahaan Astra ini tidak hanya sekadar angka. Tapi, cerminan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap solusi pembiayaan mereka.

Pencapaian laba tersebut merupakan kenaikan sebesar 4,92 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan strategi FIF untuk tetap agresif namun terukur berhasil di tengah pasar.

Penyaluran dana untuk kebutuhan masyarakat, atau yang secara teknis disebut nilai penyaluran pembiayaan, mencapai angka yang fantastis, yakni Rp49,45 triliun. Angka ini naik 7,64 persen.

Sejalan dengan itu, jumlah barang yang dibiayai, mulai motor hingga kebutuhan rumah tangga, meningkat menjadi 3,39 juta unit, atau tumbuh 4,85 persen.

Pencapaian ini didukung penuh oleh kontribusi lima layanan utama perusahaan. Valentina Chai, Direktur FIF, mengungkap bahwa perolehan NSA yang tumbuh 14,38 persen didukung oleh lima lini layanan utama: FIFASTRA untuk motor Honda, SPEKTRA untuk elektronik dan perabot, DANASTRA untuk kebutuhan multiguna, FINATRA untuk modal UMKM, dan AMITRA untuk syariah Haji-Umrah.

Sinyal Positif untuk Tren Pasar 2026

Pertumbuhan kinerja di 2025 ini memberi sinyal positif untuk tren pasar di tahun 2026. Logikanya, dengan basis Net Service Asset (NSA) atau aset bersih layanan yang melonjak 14,38 persen menjadi Rp53,44 triliun pada akhir 2025, FIF memiliki fondasi modal yang sangat kuat untuk melakukan ekspansi layanan pada tahun berikutnya.

Peningkatan pembiayaan mikro produktif melalui FINATRA untuk UMKM dan pembiayaan multiguna DANASTRA menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan masyarakat dari sekadar konsumtif menjadi lebih produktif.

Hal ini bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan industri pembiayaan pada 2026, di mana UMKM diprediksi akan semakin go digital dan membutuhkan akses permodalan yang cepat dan mudah.

Di tengah ekspansi bisnis, FIF juga membuktikan diri sebagai lembaga keuangan yang sangat sehat. Rasio Non-Performing Financing (NPF) Nett, atau secara sederhana tingkat kredit macet, dijaga sangat rendah di level 0,20 persen.

Angka ini jauh lebih baik jika dibanding dengan rata-rata industri pembiayaan yang berada di angka 0,77 persen yoy menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keberhasilan menjaga kualitas kredit ini sangat krusial. Pada 2026, di mana persaingan semakin ketat, perusahaan pembiayaan yang memiliki manajemen risiko terbaik—seperti FIF—akan lebih diminati oleh investor dan mitra bisnis, serta memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk berinovasi tanpa dibayangi ketakutan akan lonjakan kredit macet.

Rangkuman List Fakta Laporan Kinerja FIF 2025

Berdasarkan infografis laporan kinerja PT Federal International Finance, berikut adalah rangkuman fakta-fakta kunci sepanjang tahun 2025:
•⁠ ⁠Laba Bersih: Perseroan mengantongi laba bersih sebesar Rp4,63 triliun, meningkat 4,92% secara year-on-year (YoY).

•⁠ ⁠Nilai Pembiayaan: Total nilai dana yang disalurkan kepada masyarakat mencapai Rp49,45 triliun, tumbuh 7,64% YoY.

•⁠ ⁠Unit Pembiayaan: Jumlah barang yang dibiayai mencapai 3,39 juta unit, atau naik 4,85% YoY.

•⁠ ⁠Net Service Asset (NSA): Aset bersih layanan perseroan melonjak 14,38% YoY menjadi Rp53,44 triliun.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Perusahaan Kini Bisa...
Perusahaan Kini Bisa Dipidana, FIFGROUP Perketat Aturan Penagihan Sesuai KUHP Baru 2026
FIFGROUP Pamer Gedung...
FIFGROUP Pamer Gedung Mewah dan Atap Listrik Matahari!
Resmi! Kontrak 1 Musim...
Resmi! Kontrak 1 Musim Penuh, Logo FIFASTRA Mejeng di Motor dan Wearpack Pembalap Honda
Laba FIFGROUP Tembus...
Laba FIFGROUP Tembus Rp4,6 Triliun: Bukti Konsumsi Otomotif 2026 Masih Digdaya
Banyak Pembiayaan Alergi...
Banyak Pembiayaan Alergi Mobil Listrik, BYD Bikin Leasing Sendiri di 2026
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rekomendasi
Kontroversi VAR! Kane...
Kontroversi VAR! Kane Gagal Dapat Penalti, Alan Shearer Naik Pitam
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Berita Terkini
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
XPENG V1SION Night 2026,...
XPENG V1SION Night 2026, Tandai Babak Baru XPENG di Indonesia
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Bawa SIMC ke PRJ 2026...
Bawa SIMC ke PRJ 2026 Bisa Dapat Subsidi Harga Kendaraan Listrik
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved