Perang Iran-AS Bikin Warga Asia Ramai-Ramai Borong Mobil Listrik!
Rabu, 01 April 2026 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Di Korea Selatan, registrasi EV melesat lebih dari dua kali lipat pada bulan Maret berkat mahalnya BBM dan perang diskon agresif antara Tesla dan BYD. "Harga minyak yang lebih tinggi mendorong lebih banyak orang mengunjungi showroom," ungkap seorang tenaga penjual BYD di Gyeonggi.
Sementara itu, krisis energi ini ibarat durian runtuh bagi pabrikan China. Di Tiongkok, penjualan EV dan hybrid telah sukses mendominasi lebih dari 50 persen total penjualan kendaraan.
Merespons pasar domestik yang mulai jenuh, BYD mengamuk di panggung ekspor; pangsa penjualan luar negeri mereka naik dari 22,7 persen tahun lalu, melompat menjadi 50 persen pada dua bulan pertama 2026.
"China sudah melewati titik kritis adopsi EV, dan krisis ini menjadi pendorong utama di pasar lain," analisis Bill Russo, CEO Automobility.
Fenomena ini terekam jelas di ajang Bangkok International Motor Show pekan lalu. Frustrasi melihat antrean panjang di pom bensin lokal, konsumen akhirnya menyerah pada pesona elektrifikasi.
"Saya tak pernah berpikir beralih ke EV hingga krisis ini terjadi. Harga BBM dan perang sepertinya tak akan mereda, jadi saya di sini untuk mengecek mobil listrik," tutur Panupong Kunlachotpanit (31), salah satu pengunjung pameran.
Sementara itu, krisis energi ini ibarat durian runtuh bagi pabrikan China. Di Tiongkok, penjualan EV dan hybrid telah sukses mendominasi lebih dari 50 persen total penjualan kendaraan.
Merespons pasar domestik yang mulai jenuh, BYD mengamuk di panggung ekspor; pangsa penjualan luar negeri mereka naik dari 22,7 persen tahun lalu, melompat menjadi 50 persen pada dua bulan pertama 2026.
"China sudah melewati titik kritis adopsi EV, dan krisis ini menjadi pendorong utama di pasar lain," analisis Bill Russo, CEO Automobility.
Fenomena ini terekam jelas di ajang Bangkok International Motor Show pekan lalu. Frustrasi melihat antrean panjang di pom bensin lokal, konsumen akhirnya menyerah pada pesona elektrifikasi.
"Saya tak pernah berpikir beralih ke EV hingga krisis ini terjadi. Harga BBM dan perang sepertinya tak akan mereda, jadi saya di sini untuk mengecek mobil listrik," tutur Panupong Kunlachotpanit (31), salah satu pengunjung pameran.
(dan)
Lihat Juga :