Ini Aturan Isi BBM di Malaysia dan Brunei Dampak Perang Iran dan AS

Kamis, 02 April 2026 - 22:09 WIB
loading...
Ini Aturan Isi BBM di...
Ini Aturan Isi BBM di Malaysia dan Brunei. FOTO/REUTERS
A A A
KUALA LUMPUR - Brunei kini memberlakukan persyaratan baru bagi semua kendaraan terdaftar asing, termasuk dari Malaysia, yang ingin memasuki negara tersebut, yaitu wajib mengisi tangki bahan bakar minimal tiga perempat (3/4) mulai 1 April 2026.

Langkah ini diumumkan oleh Departemen Energi Brunei Darussalam (DOE) sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi pasokan minyak bumi negara dan memastikan penggunaan bahan bakar bersubsidi dapat dikendalikan dengan lebih ketat.

Menurut pernyataan resmi yang dikutip oleh berbagai media internasional dan regional, kendaraan asing yang gagal memenuhi persyaratan ini tidak akan diizinkan masuk ke Brunei.

Bagi warga Malaysia yang sering bepergian ke Brunei, terutama dari Sabah dan Sarawak, peraturan baru ini jelas berdampak langsung.

Ini berarti pengemudi sekarang harus memastikan tangki kendaraan mereka terisi minimal 3/4 sebelum tiba di perbatasan Brunei.

Pada saat yang sama, pemerintah Brunei juga menetapkan bahwa kendaraan asing di negara tersebut hanya diperbolehkan membeli bensin atau solar Shell V-Power dengan harga pasar, dan bukan bahan bakar bersubsidi lokal.

Tidak semua kendaraan sepenuhnya tunduk pada ketentuan ini.

Namun, laporan media menyebutkan bahwa kendaraan resmi pemerintah dikecualikan dari persyaratan tersebut.

Selain itu, peraturan ini juga tidak berlaku untuk kendaraan terdaftar Brunei yang kembali dari Malaysia untuk pertama kalinya, tetapi akan diberlakukan jika kendaraan yang sama melakukan masuk kedua kalinya dan selanjutnya dalam waktu 24 jam.

Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk mengekang aktivitas pengisian bahan bakar lintas batas yang dapat memberi tekanan pada sistem subsidi bahan bakar Brunei.

Menurut laporan Reuters, Brunei saat ini menghadapi peningkatan biaya subsidi bahan bakar menyusul tekanan harga minyak global dan ketidakpastian pasokan yang dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah.

Perbedaan harga bahan bakar yang signifikan antara Brunei dan negara-negara tetangga seperti Malaysia juga diyakini sebagai salah satu faktor yang mendorong pengetatan langkah ini.

Dalam laporan yang sama, SPBU di seluruh negeri juga diinstruksikan untuk memperketat pemantauan nomor registrasi kendaraan guna memastikan kepatuhan yang lebih efektif.

Bagi pengguna dari Malaysia yang berencana memasuki Brunei setelah ini, ketentuan baru ini mungkin tampak sederhana, tetapi tetap membutuhkan perencanaan, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Penjualan Kendaraan...
Penjualan Kendaraan Listrik di 37 Negara Efek Melonjaknya Harga BBM
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Rekomendasi
Kolombia Singkirkan...
Kolombia Singkirkan Ghana, Gol Arias Antar Los Cafeteros ke 16 Besar
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
Berita Terkini
Rapor Penjualan Wuling...
Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?
Modifikator Indonesia...
Modifikator Indonesia Ini Dapat Penghargaan Tertinggi IMI, Ini Sosoknya!
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Hyundai Hadirkan Powertrain...
Hyundai Hadirkan Powertrain Lengkap di GIIAS 2026
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved