Mesin Hybrid + EV, Wuling Eksion Tantang SUV Mahal, Seberapa Layak?
Sabtu, 18 April 2026 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Selama ini, konsumen Indonesia masih melihat merek sebagai faktor utama dalam pembelian SUV. Produk dengan fitur setara seringkali tetap kalah jika brand equity tidak sekuat pemain Jepang atau Korea.
![Mesin Hybrid + EV, Wuling Eksion Tantang SUV Mahal, Seberapa Layak?]()
Eksion mencoba mematahkan pola itu dengan pendekatan “value over brand”. Dengan satu platform, Wuling menghadirkan dua teknologi sekaligus—EV dan PHEV—yang biasanya dikembangkan secara terpisah oleh pabrikan lain dengan biaya jauh lebih besar.
Strategi ini efisien secara industri, tetapi juga berisiko. Jika harga tidak cukup kompetitif, Eksion bisa terjebak di tengah: terlalu mahal untuk pembeli rasional, namun belum cukup kuat untuk pembeli berbasis brand.
![Mesin Hybrid + EV, Wuling Eksion Tantang SUV Mahal, Seberapa Layak?]()
Di sisi lain, jika harga agresif, Eksion berpotensi menjadi disrupsi serius. Kombinasi dimensi besar, fitur premium, dan elektrifikasi dalam satu paket adalah sesuatu yang jarang ditemukan di pasar saat ini.
Dalam konteks 2026, ketika penjualan mobil masih cenderung melambat dan konsumen semakin selektif, produk seperti Eksion bisa menjadi indikator perubahan perilaku pasar: dari brand-driven menjadi value-driven.
Pertanyaannya kini sederhana: apakah konsumen Indonesia siap menerima SUV “rasa premium” dari pemain baru, atau tetap bertahan pada nama besar yang sudah mapan?

Eksion mencoba mematahkan pola itu dengan pendekatan “value over brand”. Dengan satu platform, Wuling menghadirkan dua teknologi sekaligus—EV dan PHEV—yang biasanya dikembangkan secara terpisah oleh pabrikan lain dengan biaya jauh lebih besar.
Strategi ini efisien secara industri, tetapi juga berisiko. Jika harga tidak cukup kompetitif, Eksion bisa terjebak di tengah: terlalu mahal untuk pembeli rasional, namun belum cukup kuat untuk pembeli berbasis brand.

Di sisi lain, jika harga agresif, Eksion berpotensi menjadi disrupsi serius. Kombinasi dimensi besar, fitur premium, dan elektrifikasi dalam satu paket adalah sesuatu yang jarang ditemukan di pasar saat ini.
Dalam konteks 2026, ketika penjualan mobil masih cenderung melambat dan konsumen semakin selektif, produk seperti Eksion bisa menjadi indikator perubahan perilaku pasar: dari brand-driven menjadi value-driven.
Pertanyaannya kini sederhana: apakah konsumen Indonesia siap menerima SUV “rasa premium” dari pemain baru, atau tetap bertahan pada nama besar yang sudah mapan?
(dan)
Lihat Juga :