Roda Nasib Berputar Cepat: Dulu Jerman Merajai China, Kini Mereka Cuma Jadi Mobil Bapak-Bapak
Sabtu, 25 April 2026 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Pasar otomotif terbesar di dunia itu kini dikuasai merek lokal. Mereka memproduksi kendaraan listrik (EV) yang murah, mencolok, dan canggih. Mobil-mobil itu bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan ponsel pintar berjalan.
Pabrikan Jerman benar-benar buta melihat kebangkitan ini. Penjualan VW, Porsche, Audi, BMW, hingga Mercedes-Benz anjlok berjamaah. Padahal, dulu sepertiga penjualan global mereka berasal dari pasar gemuk China.
Data S&P Global Mobility mencatat sejarah pahit ini. Secara kolektif, penjualan mobil Jerman di Tiongkok merosot seperempatnya dalam lima tahun terakhir, tersisa 3,9 juta kendaraan pada 2025.
Setelah seperempat abad duduk manis sebagai produsen nomor satu di China, VW akhirnya ditendang oleh raksasa EV lokal, BYD, pada 2024. Setahun kemudian, 2025, posisi VW kembali merosot ke peringkat ketiga, disalip Geely.
Transformasi pasar dari mesin pertumbuhan menjadi medan pertempuran berdarah ini disebut Cisek "di luar imajinasi."
Pabrikan Jerman benar-benar buta melihat kebangkitan ini. Penjualan VW, Porsche, Audi, BMW, hingga Mercedes-Benz anjlok berjamaah. Padahal, dulu sepertiga penjualan global mereka berasal dari pasar gemuk China.
Data S&P Global Mobility mencatat sejarah pahit ini. Secara kolektif, penjualan mobil Jerman di Tiongkok merosot seperempatnya dalam lima tahun terakhir, tersisa 3,9 juta kendaraan pada 2025.
Setelah seperempat abad duduk manis sebagai produsen nomor satu di China, VW akhirnya ditendang oleh raksasa EV lokal, BYD, pada 2024. Setahun kemudian, 2025, posisi VW kembali merosot ke peringkat ketiga, disalip Geely.
Transformasi pasar dari mesin pertumbuhan menjadi medan pertempuran berdarah ini disebut Cisek "di luar imajinasi."
Lihat Juga :