Siasat Chery Borong 10 Juta Keluarga di Tahun 2030
Selasa, 28 April 2026 - 23:07 WIB
loading...
Chery resmi meluncurkan strategi global For Family dengan target melayani 10 juta keluarga pada 2030, didukung investasi riset raksasa senilai Rp69 triliun. Foto: Chery Indonesia
A
A
A
WUHU - Chery tidak lagi sekadar ingin dikenal sebagai produsen mobil asal China. Di hadapan 1.000 mitra dari 120 negara yang berkumpul di Wuhu, Anhui, Selasa (28/4), Chery memproklamirkan diri sebagai "Warga Global". Mereka yang mengincar hati keluarga di seluruh dunia.
Prestasi Chery di 2025 memang tidak main-main. Mereka berhasil menjual 2,8 juta unit kendaraan dalam setahun.
Luar biasanya, hampir 30 persen dari angka itu adalah kategori kendaraan energi baru (NEV).
Di pasar ekspor, mereka belum tergoyahkan sebagai merek China nomor satu selama 23 tahun berturut-turut, dengan pengapalan 1,344 juta unit pada 2025.
Kini, targetnya naik kelas. Melalui arah strategis "For Family", Chery membidik 1 juta pengguna keluarga baru di 2026 dan menargetkan 10 juta keluarga secara kumulatif pada 2030.
CEO Chery Brand, Jeff Zhang, menegaskan bahwa angka hanyalah capaian, tapi kepercayaan dibangun melalui konsistensi.
Chery sedang melakukan serangan total pada sektor teknologi. Tahun ini saja, mereka mengucurkan investasi riset (R&D) sebesar 30 miliar Yuan atau sekitar Rp 69 triliun.
Uang sebanyak itu digunakan untuk membangun sistem R&D "1+7+N" yang mengumpulkan ilmuwan terbaik dunia.
Fokusnya jelas: baterai solid-state, kecerdasan buatan (AI), hingga pengembangan otonom Level 3 dan Level 4 atau Robotaxi.
Bagi Chery, inovasi lebih penting daripada sekadar profit jangka pendek. Mereka menyebutnya sebagai semangat "Long-termism". Industri otomotif adalah bisnis lari jarak jauh, bukan transaksi sekali putus.
Untuk mendukung itu, 13 model baru disiapkan hingga 2028. Pilihan mesinnya lengkap: bensin (ICE), mild hybrid, hybrid, hingga listrik murni (EV).
Segmennya pun meluas ke SUV, sedan, hingga pikap. Jantung teknologinya pun dikawal raksasa dunia seperti NVIDIA, Qualcomm, CATL, hingga ByteDance.
Filosofi bisnisnya pun berubah: dari sekadar ekspor produk menjadi integrasi industri lokal. Prinsipnya adalah "In somewhere, For somewhere, Be somewhere".
Artinya, mereka masuk ke suatu negara untuk membangun ekosistem, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung ekonomi lokal, seperti proyek EBRO di Spanyol.
Di Indonesia dan Asia Tenggara, strategi ini sangat menarik. Keputusan beli mobil di Indonesia adalah keputusan keluarga.
Dengan tiga pilar utama—Space (Ruang), Safety (Keselamatan), dan Tech (Teknologi) yang semuanya berlabel "For Family"—Chery ingin menjadi pilihan utama.
Prestasi Chery di 2025 memang tidak main-main. Mereka berhasil menjual 2,8 juta unit kendaraan dalam setahun.
Luar biasanya, hampir 30 persen dari angka itu adalah kategori kendaraan energi baru (NEV).
Di pasar ekspor, mereka belum tergoyahkan sebagai merek China nomor satu selama 23 tahun berturut-turut, dengan pengapalan 1,344 juta unit pada 2025.
Kini, targetnya naik kelas. Melalui arah strategis "For Family", Chery membidik 1 juta pengguna keluarga baru di 2026 dan menargetkan 10 juta keluarga secara kumulatif pada 2030.
CEO Chery Brand, Jeff Zhang, menegaskan bahwa angka hanyalah capaian, tapi kepercayaan dibangun melalui konsistensi.
Chery sedang melakukan serangan total pada sektor teknologi. Tahun ini saja, mereka mengucurkan investasi riset (R&D) sebesar 30 miliar Yuan atau sekitar Rp 69 triliun.
Uang sebanyak itu digunakan untuk membangun sistem R&D "1+7+N" yang mengumpulkan ilmuwan terbaik dunia.
Fokusnya jelas: baterai solid-state, kecerdasan buatan (AI), hingga pengembangan otonom Level 3 dan Level 4 atau Robotaxi.
Bagi Chery, inovasi lebih penting daripada sekadar profit jangka pendek. Mereka menyebutnya sebagai semangat "Long-termism". Industri otomotif adalah bisnis lari jarak jauh, bukan transaksi sekali putus.
Untuk mendukung itu, 13 model baru disiapkan hingga 2028. Pilihan mesinnya lengkap: bensin (ICE), mild hybrid, hybrid, hingga listrik murni (EV).
Segmennya pun meluas ke SUV, sedan, hingga pikap. Jantung teknologinya pun dikawal raksasa dunia seperti NVIDIA, Qualcomm, CATL, hingga ByteDance.
Filosofi bisnisnya pun berubah: dari sekadar ekspor produk menjadi integrasi industri lokal. Prinsipnya adalah "In somewhere, For somewhere, Be somewhere".
Artinya, mereka masuk ke suatu negara untuk membangun ekosistem, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung ekonomi lokal, seperti proyek EBRO di Spanyol.
Di Indonesia dan Asia Tenggara, strategi ini sangat menarik. Keputusan beli mobil di Indonesia adalah keputusan keluarga.
Dengan tiga pilar utama—Space (Ruang), Safety (Keselamatan), dan Tech (Teknologi) yang semuanya berlabel "For Family"—Chery ingin menjadi pilihan utama.
(dan)
Lihat Juga :