Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Kamis, 02 Juli 2026 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak semua orang setuju dengan interpretasi itu, tapi ini menjelaskan logika di balik pilihan teknis kami," ujarnya.
Sebagian karbon disimpan permanen di bawah tanah, sebagian dijadikan bahan bakar. Von Koenigsegg menyebut skenario ini berpotensi menghasilkan emisi neto negatif.
Baterai kecil cukup untuk berkendara listrik di dalam kota, mengakses kawasan lalu lintas terbatas, dan operasi senyap — sekaligus mengaktifkan pengereman regeneratif, tanpa harus memasang baterai raksasa yang berat dan boros material kritis.
Sampai itu terjadi, posisinya jelas: mesin pembakaran masih menghadirkan sesuatu yang belum bisa ditiru teknologi apapun.
Tidak. Von Koenigsegg menyatakan perusahaannya mampu membangun hypercar listrik jika mau. Pilihan untuk tidak melakukannya saat ini didasarkan pada filosofi produk dan kalkulasi teknis.
Kenapa hypercar listrik dinilai tidak otomatis lebih hijau?
Karena hypercar sangat jarang dikendarai. Emisi produksi baterai besar baru "terbayar" setelah kendaraan menempuh sekitar 80.000 km — jarak yang mungkin tidak pernah tercapai pada kolektor.
Apa itu Gemera dan bagaimana relevansinya?
Gemera adalah model Koenigsegg dengan sistem hybrid yang memadukan mesin pembakaran dan motor listrik — contoh nyata filosofi perusahaan dalam menyeimbangkan performa, karakter, dan efisiensi.
Dari E85 Menuju Bahan Bakar Karbon Negatif
Koenigsegg kini menggunakan E85 — campuran dominan etanol dan sebagian bensin. Ke depan, porsi bensin bisa diganti bahan bakar sintetis, bahkan bahan bakar yang diproduksi dari CO₂ yang ditangkap langsung dari atmosfer menggunakan energi terbarukan.Sebagian karbon disimpan permanen di bawah tanah, sebagian dijadikan bahan bakar. Von Koenigsegg menyebut skenario ini berpotensi menghasilkan emisi neto negatif.
Hybrid Sebagai Titik Tengah Terbaik
Koenigsegg sempat mengembangkan platform full-EV. Namun ujungnya, sistem hybrid dinilai sebagai keseimbangan paling masuk akal bagi pelanggannya.Baterai kecil cukup untuk berkendara listrik di dalam kota, mengakses kawasan lalu lintas terbatas, dan operasi senyap — sekaligus mengaktifkan pengereman regeneratif, tanpa harus memasang baterai raksasa yang berat dan boros material kritis.
Gemera: Bukti Nyata Filosofi Hybrid Koenigsegg
Model Gemera menunjukkan hasilnya: tenaga pembakaran dan motor listrik bekerja bersama untuk performa maksimal tanpa mengorbankan fleksibilitas penggunaan sehari-hari.Apakah Koenigsegg Akan Selamanya Tanpa EV?
Belum tentu. Von Koenigsegg menyebut dua faktor penentu: regulasi dan teknologi baterai. Jika baterai menjadi lebih ringan, lebih kompak, dan lebih rendah ketergantungannya pada bahan baku kritis, beberapa keberatan yang ia pegang bisa kehilangan relevansinya.Sampai itu terjadi, posisinya jelas: mesin pembakaran masih menghadirkan sesuatu yang belum bisa ditiru teknologi apapun.
FAQ: Koenigsegg dan Masa Depan Mesin Pembakaran
Apakah Koenigsegg anti-mobil listrik?Tidak. Von Koenigsegg menyatakan perusahaannya mampu membangun hypercar listrik jika mau. Pilihan untuk tidak melakukannya saat ini didasarkan pada filosofi produk dan kalkulasi teknis.
Kenapa hypercar listrik dinilai tidak otomatis lebih hijau?
Karena hypercar sangat jarang dikendarai. Emisi produksi baterai besar baru "terbayar" setelah kendaraan menempuh sekitar 80.000 km — jarak yang mungkin tidak pernah tercapai pada kolektor.
Apa itu Gemera dan bagaimana relevansinya?
Gemera adalah model Koenigsegg dengan sistem hybrid yang memadukan mesin pembakaran dan motor listrik — contoh nyata filosofi perusahaan dalam menyeimbangkan performa, karakter, dan efisiensi.
(dan)
Lihat Juga :