Pajak 0 Persen Bukan Satu-satunya Penyelamat Otomotif Indonesia
Senin, 05 Oktober 2020 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Komponen ketiga menurut Donny adalah regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dia mencontohkan regulasi yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah terkait Kendaraan Bermtor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC). Saat peraturan itu keluar penjualan otomotif meningkat pesat.
Dia meyakini regulasi yang dikeluarkan pemerintah akan menghadirkan segmen dan ceruk baru. Inilah mengapa dia mengapresiasi adanya wacana pajak 0 persen yang disuarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Menurutnya pengurangan pajak baik PPnBM dan PBN akan mengontraksi positif kondisi pasar. (Baca juga : Thailand kasih Voucher Rp46,5 juta, Lebih Pilih Xpander atau Avanza? )
Hal ini bahkan sudah terasa pada negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Diketahui Malaysia membebaskan pajak penjualan dan pelayanan kepada masyarakat Malaysia hingga akhir tahun. Thailand memberikan voucher 100.000 Baht selama lima tahun kepada warganya yang ingin mengganti mobil lama mereka dengan mobil baru. "Kalau ada stimulus harapannya proses recovery dari industri mobil lebih cepat. Kami mengapreasi langkah relaksasi pajak, bisa membantu volume ya bisa, tapi tergantung tiga komponen yang tadi," ucapnya.
Baca juga :
Wow, Museum Toyota Bisa Jadi Lokasi Foto Pernikahan
Dia meyakini regulasi yang dikeluarkan pemerintah akan menghadirkan segmen dan ceruk baru. Inilah mengapa dia mengapresiasi adanya wacana pajak 0 persen yang disuarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Menurutnya pengurangan pajak baik PPnBM dan PBN akan mengontraksi positif kondisi pasar. (Baca juga : Thailand kasih Voucher Rp46,5 juta, Lebih Pilih Xpander atau Avanza? )
Hal ini bahkan sudah terasa pada negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Diketahui Malaysia membebaskan pajak penjualan dan pelayanan kepada masyarakat Malaysia hingga akhir tahun. Thailand memberikan voucher 100.000 Baht selama lima tahun kepada warganya yang ingin mengganti mobil lama mereka dengan mobil baru. "Kalau ada stimulus harapannya proses recovery dari industri mobil lebih cepat. Kami mengapreasi langkah relaksasi pajak, bisa membantu volume ya bisa, tapi tergantung tiga komponen yang tadi," ucapnya.
Baca juga :
Wow, Museum Toyota Bisa Jadi Lokasi Foto Pernikahan
(wsb)
Lihat Juga :