Suzuki Carry, Eskalator Bisnis yang Pernah Dianggap Remeh
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Ilham memang tidak perlu putus asa. Pasalnya cerita yang sama justru pernah dirasakan oleh salah satu tokoh kuliner Indonesia, Lanny Siswadi, pemilik Warung Bu Rudy di Surabaya, Jawa Timur. Siapa nyana Bu Rudy memulai bisnisnya di Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur dengan berjualan sepatu. (Baca juga : BMW Astra Rogoh Rp3 Miliar Untuk Kenormalan Baru Purna Jual )
Namun nasib naas yang dia alami mengubah fokus bisnisnya. Peristiwa kebakaran menghanguskan toko sepatu miliknya tanpa tersisa. Tak mau terlalu lama terpuruk, Lanny akhirnya mencoba memberanikan diri untuk berjualan di kaki lima. Berbeda dengan kaki lima kebanyakan yang menggunakan etalase, Lanny justru hanya menggunakan mobil Suzuki Carry yang dijadikan fasilitas untuknya berjualan makanan.
Dia menamakannya dengan sebutan Nasi Udang bu Rudy, sengaja mengambil inspirasi dari panggilan suaminya tercinta. Nasi Udang jualannya yang dipadukan dengan sambal buatan tangannya langsung justru mendapatkan sambutan positif. Bisnisnya pun tereskalasi dengan ditandainya dengan membuka rumah makan dalam arti sebenarnya. Seakan tidak mau berpisah dengan Suzuki Carry, yang berhasil mengeskalasi bisnisnya, Lanny menggunakan 8 Suzuki Carry sebagai penunjang kegiatan bisnisnya.
![Suzuki Carry, Eskalator Bisnis yang Pernah Dianggap Remeh]()
Tidak bisa dipungkiri, Suzuki Carry kerap memberikan warna tersendiri bagi pelaku bisnis kecil dan menengah di Indonesia. Mobil ini ibarat senjata penunjang atau eskalator mereka dalam memulai usaha. Namun siapa yang menyangka, sejatinya Suzuki Carry yang pertama kali didatangkan ke Indonesia medio 1976 juga memiliki kisah yang sedikit sama. Saat itu Suzuki justru kebingungan dalam menjual Suzuki Carry di Pulau Jawa. Pasalnya saat itu masyarakat sudah dimanjakan dengan mobil-mobil lain.
Soebronto Laras, pendiri Suzuki Indomobil Sales (SIS) saat itu nekat membawa Suzuki Carry keluar Pulau Jawa dan sampailah dia di Manado, Sulawesi Utara. "Kalau lihat sejarahnya, kami membawa mobil Suzuki ke Indonesia, pertama yang diperkenalkan adalah Suzuki Carry. Pertama kali dijual di Manado mobil ini diinisiasi Bapak Soebronto Laras untuk membantu para petani cengkeh di sana pada tahun 1970-an," kata Direktur Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra.
Saat itu petani cengkeh di Manado membutuhkan kendaraan niaga yang bentuknya lebih kompak agar menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses kendaraan besar. Maka terpilihlah Suzuki Carry yang memang bentuknya sangat ideal. Hebatnya lagi mereka justru terkaget-kaget karena mobil itu mampu mengangkat beban hingga satu ton. Dari situlah sebutan Semut Perkasa dialamatkan kepada Suzuki Carry.
Namun nasib naas yang dia alami mengubah fokus bisnisnya. Peristiwa kebakaran menghanguskan toko sepatu miliknya tanpa tersisa. Tak mau terlalu lama terpuruk, Lanny akhirnya mencoba memberanikan diri untuk berjualan di kaki lima. Berbeda dengan kaki lima kebanyakan yang menggunakan etalase, Lanny justru hanya menggunakan mobil Suzuki Carry yang dijadikan fasilitas untuknya berjualan makanan.
Dia menamakannya dengan sebutan Nasi Udang bu Rudy, sengaja mengambil inspirasi dari panggilan suaminya tercinta. Nasi Udang jualannya yang dipadukan dengan sambal buatan tangannya langsung justru mendapatkan sambutan positif. Bisnisnya pun tereskalasi dengan ditandainya dengan membuka rumah makan dalam arti sebenarnya. Seakan tidak mau berpisah dengan Suzuki Carry, yang berhasil mengeskalasi bisnisnya, Lanny menggunakan 8 Suzuki Carry sebagai penunjang kegiatan bisnisnya.

Tidak bisa dipungkiri, Suzuki Carry kerap memberikan warna tersendiri bagi pelaku bisnis kecil dan menengah di Indonesia. Mobil ini ibarat senjata penunjang atau eskalator mereka dalam memulai usaha. Namun siapa yang menyangka, sejatinya Suzuki Carry yang pertama kali didatangkan ke Indonesia medio 1976 juga memiliki kisah yang sedikit sama. Saat itu Suzuki justru kebingungan dalam menjual Suzuki Carry di Pulau Jawa. Pasalnya saat itu masyarakat sudah dimanjakan dengan mobil-mobil lain.
Soebronto Laras, pendiri Suzuki Indomobil Sales (SIS) saat itu nekat membawa Suzuki Carry keluar Pulau Jawa dan sampailah dia di Manado, Sulawesi Utara. "Kalau lihat sejarahnya, kami membawa mobil Suzuki ke Indonesia, pertama yang diperkenalkan adalah Suzuki Carry. Pertama kali dijual di Manado mobil ini diinisiasi Bapak Soebronto Laras untuk membantu para petani cengkeh di sana pada tahun 1970-an," kata Direktur Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra.
Saat itu petani cengkeh di Manado membutuhkan kendaraan niaga yang bentuknya lebih kompak agar menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses kendaraan besar. Maka terpilihlah Suzuki Carry yang memang bentuknya sangat ideal. Hebatnya lagi mereka justru terkaget-kaget karena mobil itu mampu mengangkat beban hingga satu ton. Dari situlah sebutan Semut Perkasa dialamatkan kepada Suzuki Carry.
Lihat Juga :